Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Retribusi Pasar Sentral Kota Kendari La Manguntara; La Ode Amaluddin
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 3 No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3, Oktober 2014
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.132 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v3i3.120

Abstract

Pengelolaan Pasar Sentral Kota Kendari belum dilaksanakan menurut ketentuan Perda No. 3 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari. Pengelolaannya berada di bawah BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Kota Kendari sebagai akibat dari adanya konflik berkepanjangan antara KPPS (Kesatuan Pedagang Pasar Sentral) dengan pejabat PD Pasar Kota Kendari. Permasalahan yang muncul dalam pengelolaan PS Kota Kendari, secara umum sama dengan permasalahan yang dihadapi oleh pasar-pasar lainnya. Pemanfaatan potensi retribusi hanya mencapai rata-rata 30 persen dari potensi yang tersedia. Selain adanya isu pembangunan PS kota menjadi pasar modern, kondisi objek retribusi yang relatif tidak stabil dan rendahnya kesadaran wajib retribusi dalam melaksanakan kewajibannya menjadi faktor utama yang menghambat pelaksanaan pengelolaan retribusi PS Kota Kendari. Selain itu, pelayanan kepada wajib retribusi yang tidak maksimal seperti keterlambatan mobil pengangkut sampah ataupun pemadaman lampu oleh PLN, juga menjadi salah faktor signifikan yang menghambat optimalisasi penerimaan retribusi PS Kota Kendari. Kata kunci: pengelolaan pasar, retribusi, pendapatan daerah
STRATEGI PENANGANAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SUKU BAJO MELALUI OPTIMALISASI PERAN KOMITE SEKOLAH DI KECAMATAN TIWORO KABUPATEN MUNA La Manguntara; La Iba
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 4 No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3, Oktober 2015
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.053 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v4i3.230

Abstract

The objectives of this study are to formulate and to implement the handling model of school dropouts through optimization of the role (empowerment) of School Committee, so that the children dropped out from school in the Tiworo District of Muna Regency could back to school. This study used a qualitative approach. The focus of research is geared to describe and to analyze: a) the dropout rate and the contributing factors; b) the perception of parents and dropouts student on the importance of education; c) The efforts undertaken by the School Committee, Ministry of Education in districts and other stakeholders to address the problem of child. The data was collected through in-depth interviews (depth interview), documentation (documentation), and observations (observation). The results showed that the numbers of school dropouts are caused by two main factors, namely internal factors and external factors. Internal factors related to the low interest and motivation of children for school as well as their erroneous perception of the meaning of education. External factors are closely related to the problem of parents’ job as traditional fishermen. Efforts are being made to deal with dropouts so far not been seriously implemented and coordinated. The effort done was limited to what was done by the parents to encourage their children for returning to school (for a small number of parents). The government looks the phenomenon of school dropouts in this area as only a problem of lack of educational facilities that are inadequate, so the solution among others is by building the junior high school (now in the process of completion). While factors erroneous perception of parents and children dropping out of school as a cause of many school dropouts seems to escape the attention of the government. Keywords: strategy, school dropouts’ children, optimization, school committee
Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam Pelayanan Pasien Penyakit Diabetes Melitus Pada Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. L.M. Baharuddin di Kabupaten Muna La Manguntara; Asep Junaedi
Mores: Jurnal Pendidikan, Moral dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/mores.v3i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program BPJS Kesehatan dalam pelayanan pasien penyakit diabetes melitus dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kesehatan dalam pelayanan pasien penyakit diabetes melitus pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Laode. M. Baharuddin, M.kes Kabupaten Muna. Teknik pengumpulan data menggunakan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang sudah tekumpul selanjutnya dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan aktivitas dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program (BPJS) Kesehatan dalam pelayanan pasien penyakit Diabetes Melitus pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. L.M. Baharuddin, M.Kes Kabupaten Muna dapat dilihat dari 3 indikator yaitu organisasi, interpretasi, dan aplikasi. Temuan hasil penelitian bahwa indikator organisasi ini memiliki struktur yang terkoordinasi dengan baik, kemudian indikator interpretasi, dalam menginterpretasikan Program BPJS kesehatan muncul dari minimnya sosialisasi dan informasi yang jelas, perbedaan tingkat pemahan pasien, keterbatasan waktu untuk penjelasan dan akses informasi yang tidak merata. Sementara indikator aplikasi menunjukan bahwa aplikasi BPJS kesehatan dalam penyedian pelayanan rutin dan pembayaran telah berjalan sistematis, meskipun masih terdapat kendala teknis yang perlu diatasi. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program BPJS kesehatan yaitu Komunikasi, sumberdaya, desposisi, struktur birokrasi. Temuan hasil penelitian bahwa indikator komunikasi masih kurang efektif meskipun pihak rumah sakit telah melakukan beberapa langkah komunikasi, seperti media visual, serta pendekatan personal dari tenaga medis, ada beberapa pasien yang merasa informasi terkait BPJS belum cukup disosialisasikan dengan baik. Kemudian indikator sumber dayanya, meskipun memadai namun masih sering mengalami keterlambatan, indikator disposisi dalam memberikan pelayanan sikap para petugas rumah sakit sudah cukup baik dan profesional dalam memberikan layanan pada masyrakat, indikator struktur birokrasi sudah berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi sedikit hambatan, misalnya pasien poli  datang di rumah sakit tanpa rujukan, pasien datang tapi kartu bpjsnya non aktif.