Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI RESTORASI CITRA MENGGUNAKAN ALGORITMA INTERPOLASI RADIAL BASIS FUNCTIONS Devin Teheri; Denny Wijaya; Juvendi Juvendi; Steven Lunoto; Insidini Fawwaz
Jurnal Mantik Penusa Vol. 3 No. 1.1 (19): Manajemen dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.321 KB)

Abstract

Citra sering mengalami penurunan kualitas citra, misalnya karena mengandung cacat atau derau (noise). Noise pada citra ada berbagai jenis, salah satunya adalah noise dengan bintik putih yang tersebar dalam suatu citra (Salt and pepper). Untuk meningkatkan kembali kualitas citra yang memliki noise, maka diperlukan perbaikan citra atau restorasi citra. Restorasi citra adalah proses perbaikan atau pengembalian citra yang mengalami degradasi ataupun noise. Namun, proses penghilangan noise ini terkadang justru menyamarkan citra asli dan menyebabkan turunnya kualitas citra hasil. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah algoritma interpolasi radial basis functions. Algoritma interpolasi radial basis function adalah suatu algoritma yang digunakan untuk memperbaiki kerusakan gambar dengan cara interpolasi gambar. Algoritma ini biasanya digunakan untuk memulihkan bagian-bagian yang hilang dan sebagainya.Teknik ini mencakup pengisian area yang hilang atau modifikasi bagian yang rusak pada piksel citra. Dari hasil pengujian, restorasi citra dengan algoritma interpolasi radial basis functions dapat memperbaiki citra yang memiliki noise (derau) menjadi citra yang lebih bagus kualitasnya. Hal ini terlihat dari nilai MSE dan PSNR yang diperoleh. Metode Interpolasi Radial Basis Functions dapat digunakan untuk melakukan proses restorasi citra digital dengan waktu eksekusi yang relatif cepat untuk ukuran citra yang lebih kecil.
IMAGE ENHANCEMENT KOMBINASI METODE FUZZY FILTERING DENGAN METODE GAUSSIAN FILTERING Tawarta Wiranata Gultom; Lisandra Veronica Tambunan; Jeckson Febryanto Sianipar; Gian Nugraha; Rian Surya M. Ilham; Insidini Fawwaz
Jurnal Mantik Penusa Vol. 3 No. 1.1 (19): Manajemen dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.518 KB)

Abstract

Citra adalah salah satu komponen dalam multimedia yang berperan penting karena mengandung informasi dalam bentuk visual. Penyampaian informasi dengan citra terkadang tidak diikuti oleh kualitas citra yang ada. Seringkali ada gangguan pada citra yang ditemukan, seperti dalam bentuk bintik-bintik yang mungkin disebabkan oleh gambar yang tidak baik, baik pembesaran (zoom) saat mengambil gambar, kontras dan pencahayaan yang tidak cocok saat mengambil gambar dan sebagainya. Fuzzy filter dapat digunakan untuk mengurangi derau pada citra digital dan menghasilkan nilai MSE yang rendah. Penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa dengan menggunakan fuzzy filter, derau tidak hanya berkurang namun citra juga akan menjadi lebih jelas. Metode lain yang memiliki kegunaan yang sama dengan fuzzy filter, yaitu Gaussian filter. Gaussian filter merupakan metode yang baik untuk mengurangi derau pada citra digital. Pernyataan ini didukung peneliti lain yang mengatakan bahwa Gaussian filter menghasilkan sebuah gambar yang memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan citra sebelum filter diaplikasikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi dari kedua metode tersebut, yaitu fuzzy filter dan Gaussian  filter untuk pengurangan noise pada citra. Untuk menguji kelayakan metode yang diusulkan maka dalam penelitian ini dilakukan perbandingan hasil output citra antara metode yang diusulkan dengan metode lain yaitu Wiener Filter. Metode yang diusulkan menghasilkan efek pada citra yang cenderung blur namun dapat mereduksi noise pada citra. Kualitas citra juga mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai MSE dan RMSE yang dihasilkan lebih kecil sedangkan untuk nilai PSNR nya lebih besar dibandingkan dengan hasil Wiener  Filter.
Comparative Analysis Of Chaotic Cat MAP And Fibonacci Image Scrambling Methods To Secure Digital Image: Comparative Analysis Of Chaotic Cat MAP And Fibonacci Image Scrambling Methods To Secure Digital Image Hendra Hendra; Johanus Kurniawan; Insidini Fawwaz
Jurnal Mantik Vol. 3 No. 4 (2020): February: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.727 KB)

Abstract

In the process of communication through the internet network, security is an important issue that needs serious attention. This is because the process of sending and communicating data through the internet has the possibility to be intercepted by other parties. This also applies to image data. Therefore, data to be sent via the internet must be secured first. However, the application of several cryptographic methods and several methods of randomization of images requires a relatively long time. To solve the problems encountered, the Image Scrambling Generalized Fibonacci And Chaotic Cat Map algorithm can be applied. The work process of the algorithm will start from the process of selecting the input image and charging the key value that will be used. After that, the process continues with the process of randomizing the image, so that it will produce a randomized image. The resulting image can be reconstructed again by applying an anti-scrambling algorithm. This process requires the same key to be used at the scrambling stage. The resulting application can randomize the original image by filling in the randomization key value. The resulting image can be reconstructed again using the same key. In addition, the application will also produce detailed reports of calculations performed during the scrambling and anti-scrambling processes for each of these methods.
Analysis of T-Code Compression Methods to Increase Capacity of SSCE Method Marzuki Leo; Charles Halim; Iola Iola; Jeremy Valtino; Insidini Fawwaz
Jurnal Mantik Vol. 4 No. 3 (2020): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.Vol4.2020.978.pp1678-1689

Abstract

The process of hiding classified information can take advantage of the steganography method. However, media such as images, audio or video is not efficient, due to the large size of the media, making text media a great solution for hiding confidential information. In 2011, a new steganographic method was introduced that uses special code generation based on the use of unlimited articles or on conjunctions with nouns that are not specific or specific to English. A new code representation method Secret Steganography Code for Embedding (SSCE) was also used to increase security. However, there is a problem with the application of this text steganography method, namely that the secret message has not been compressed, where if the cover text is smaller than the secret message, the secret message cannot be inserted into the cover text. To solve this problem, a text compression method can be applied. One of the compression methods that can be applied is the T-Code text compression method. The T-Code method uses the concept of iterative code construction and self-synchronization to compress and decompress text. From the testing process, information was obtained that every change of letter or word in the position where the secret message bit is attached will cause the secret message that is extracted to become chaotic and the T-Code compression method can increase the capacity of the cover document by 10.61%.
Linear Kernel and Polynomial Analysis in Recognizing Tuberculosis Image Using HOG Feature Extraction Ira Farenda Sudirman; Winda Hartati Giawa; Intan Permatasari Sarumaha; Sukurman Ndraha; Insidini Fawwaz
Jurnal Mantik Vol. 4 No. 3 (2020): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.Vol4.2020.980.pp1695-1700

Abstract

Tuberculosis (TB) is an airborne disease caused by mycobacterium tuberculosis (MTB) which usually attacks the lungs which can cause severe coughing, fever and chest pain. The recognition of TB negative and positive TB x-ray image patterns in this study uses HOG feature extraction and the SVM method as a classification method by adding linear and polynomial kernel functions to the SVM method. This is because even though it is very good at solving classification problems, SVM can only be used on linear data, so that in order to be used on non-linear data, SVM must be modified using kernel functions. The results showed that the linear kernel was better at classifying the x-ray image of TB with an average accuracy of 79.50% while the polynomial kernel was 77.50%.
IMPROVEMENT OF DIGITAL IMAGE USING A COMBINATION OF ALPHA TRIMMED MEAN FILTER AND ARITHMETIC MEAN FILTER Insidini Fawwaz; N P Dharshinni; Irfan Hindrawan
INFOKUM Vol. 10 No. 02 (2022): Juni, Data Mining, Image Processing, and artificial intelligence
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.539 KB)

Abstract

The development of technology at this time causes the provision of information to increase through social media. Many social media users convey information by including digital images. Digital images are very important in conveying the accuracy of information. However, digital images often experience various disturbances, such as decreased pixel quality, less sharpness, blurring, and the appearance of noise in the image. Noise contained in the image causes a decrease in image quality. Image degradation can be caused by uneven light intensity and can also be caused by dirt adhering to the camera lens. There are various types of noise found in digital images, including Salt And Pepper Noise, Speckle Noise, and Rayleigh Noise. There are many filtering methods that can improve digital images from noise interference. Some of them are the Mean Filter method, Geometric Mean Filter, Harmonic Mean Filter, Arithmetic Mean Filter, Median Filter, Midpoint filter, Alpha Trimmed Mean Filter and so on. Based on the research conducted, the combination of the Alpha Trimmed Mean Filter and Arithmetic Mean Filter methods can reduce Salt and Pepper noise, Speckle noise and Rayleigh noise better than the Alpha Trimmed Mean Filter and Arithmetic Mean Filter methods based on the MSE, RMSE and PSNR parameters.
Pengembangan Web Company Profile Sebagai Upaya Pengabdian Kepada Masyarakat Di PT. Hamim Technology Indonesia Ade May Luky Harefa; Sutarman; Insidini Fawwaz
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1 No 3 (2024): Juli
Publisher : CV. ADMITECH SOLUTIONS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern, arus informasi menyebar sangat cepat melalui berbagai media, termasuk website yang menjadi platform akses informasi global. Hampir setiap instansi atau lembaga telah memiliki website sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan. PT. Hamim Technology Indonesia, yang bergerak di bidang inovasi dan teknologi, menghadapi tantangan karena belum memiliki company profile yang lengkap. Ketiadaan company profile yang jelas menghambat perusahaan dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata calon klien dan mitra bisnis. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengembangan website company profile bagi PT. Hamim Technology Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan pemahaman pelanggan tentang produk dan layanan perusahaan. Penyuluhan penggunaan sistem website dilakukan melalui pelatihan luring pada tanggal 16 Juli 2024, menggunakan metode ceramah dan pelatihan praktis. Diharapkan dengan adanya website ini, PT. Hamim Technology Indonesia dapat lebih efektif dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional, maupun internasional.