Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK BIJI ANGGUR MERAH (Vitis vinifera) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH STRAIN WISTAR MODEL DIABETIKUM Madona Clara Yosinta Djoka; Meddy Setiawan; Anisa Hasanah
Saintika Medika Vol. 8 No. 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v8i1.4097

Abstract

Pengaruh Ekstrak Biji Anggur Merah (Vitis vinifera) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Strain Wistar Model Diabetikum. Latar Belakang : Prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan yang nyata. Saat ini berkembang pengobatan fitofarmaka salah satunya adalah biji anggur merah. Biji anggur merah mengandung Oligomer Proanthocyanidin Complex (OPC), Flavonoid, dan Catechin yang mampu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes. Tujuan : Membuktikan pengaruh ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih strain wistar model diabetikum. Metode : True experimental, dengan rancangan The pre post test Control Group Design. Sampel tikus putih strain wistar yang dibagi 3 kelompok. I: kontrol positif hanya injeksi Alloxan, II: diberi Alloxan dan ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) 0,093 gr/200 gr BB/hari, dan III: diberi Alloxan dan ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) 0,187 gr/200 gr BB/hari. Analisis data menggunakan One way Anova, uji tukey 1%, uji korelasi, dan uji regresi linier. Hasil Penelitian dan Diskusi : Dari hasil uji One way Anova, didapatkan pengaruh yang bermakna (nilai sig = 0,000 < α (0,01)) antar kelompok perlakuan. Hasil uji tukey 1%, pada kelompok I, II dan III didapatkan notasi yang berbeda dari tiap-tiap kelompok yang artinya tiap-tiap kelompok mempunyai kadar glukosa darah yang berbeda satu sama lain. Hasil uji korelasi didapatkan nilai pearson correlation = -0,902 pada glukosa darah puasa dan -0,962 pada glukosa darah 2 jam post pandrial. Hasil uji regresi didapatkan R2= 0,814 pada glukosa darah puasa dan R2= 0,925 pada glukosa darah 2 jam post pandrial. Kesimpulan : Pemberian ekstrak biji anggur merah (Vitis vinifera) berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah
UJI VALIDITAS LKS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI STATISTIK Anisa Hasanah; Muhammad Ridha Fahlefi; Tia Andriani; Tiara Ayu Annisa; Rena Revita
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis Problem Based Learning (PBL) guna mendukung peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi statistika. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa serta kurangnya bahan ajar yang inovatif dan efektif, khususnya pada materi statistika. Pengembangan LKS dilakukan menggunakan model ADDIE, namun penelitian ini dibatasi hingga tahap pengembangan (Development) dan uji validitas. Instrumen penelitian berupa angket validasi disebarkan kepada para ahli, yaitu dosen dan guru, untuk menilai aspek isi dan konstruksi LKS. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif, dengan analisis kuantitatif menggunakan rumus indeks Aiken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan valid oleh para ahli, baik dari segi isi maupun konstruksi. Dengan demikian, LKS ini layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa pada materi statistika. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovatif bagi guru serta berkontribusi pada pembelajaran matematika yang lebih efektif, khususnya dalam menumbuhkan kemampuan penalaran melalui aktivitas yang kontekstual dan berpusat pada siswa.
Experiences of Mothers with High-Risk Pregnancy Dinar Indriani; Anisa Hasanah; Novi Irmala; Santi Susanti; Rai Nurani; Dyana Eka Fuzi Yulianti; Ida Maryati; Yanny Trisyani W
Britain International of Humanities and Social Sciences (BIoHS) Journal Vol 8 No 2 (2026): Britain International of Humanities and Social Sciences, June
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

High-risk pregnancy is a major global health issue, marked by high maternal and infant mortality rates, and poses both physical and psychological challenges for women. This study aimed to explore the experiences of women with high-risk pregnancies through a scoping and literature review using Medline, PubMed, and Scopus. The search utilized keywords related to maternal experiences in high-risk pregnancies and included qualitative and mixed-method studies published in English from 2016 to 2024. A total of 15 articles were reviewed, revealing six key experiences: continuous care, communication, psychological support, non-pharmacological therapies, understanding of risks, and technological advancements. Findings indicate that social support, ongoing healthcare access, and health technologies can reduce anxiety and improve well-being. Effective communication, continuous care models, and telemonitoring during the pandemic have shown positive impacts on managing high-risk pregnancies.
DIGITALIZATION OF THE EARLY WARNING SYSTEM AND HEALTHCARE WORKER COMPLIANCE Windy Natasha; Hafsa Hafsa; R. Meitha Roosmeilany Marthakoesoemah; Sani Widianti Kuswara; Anisa Hasanah
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 9, No 2 (2026): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v9i2.12388

Abstract

Abstract The digitalization of the Early Warning System (EWS) has been developed to support the early detection of patient deterioration through faster, more accurate, and integrated clinical documentation and monitoring. However, evidence regarding its influence on healthcare workers' compliance with patient monitoring remains limited. This study aimed to examine the effect of digitalizing the Early Warning System (EWS) and Maternity Early Warning System (MEWS) on healthcare workers' compliance in monitoring patient conditions. A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted involving 39 healthcare workers selected using total sampling. The intervention consisted of implementing the Alamanda Warning System, while compliance was measured using a modified Morisky Medication Adherence Scale questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. The mean compliance score was 62.5 ± 27.5 before the intervention and 60.5 ± 23.9 after implementation. The analysis revealed no statistically significant difference in compliance scores before and after implementation of the digital system (Z = −0.688; p = 0.491). The digitalization of EWS and MEWS did not significantly improve healthcare workers' compliance. Continuous training, regular supervision, periodic evaluation, and organizational support are needed to optimize the integration of digital systems into routine clinical practice. Keywords: Early Warning System; compliance; digitalization; healthcare workers; patient monitoring.