Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERGESERAN MAKNA DALAM BERITA MOTOGP DI MEDIA DARING Raja Saleh
tuahtalino Vol 13, No 1 (2019): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v13i1.1038

Abstract

This research is focused on meaning shift in MotoGP news on bola.com online media. The purpose of this study is to identify the meaning shift and types of the shift found on the online media. The data were collected by note method about 2018 MotoGP race especially from September 3 to 17, 2018. The data were analyzed by descriptive qualitative in the following steps: 1) identifying words in which the meaning was shifted, 2) classifying data into six types of shift of meaning, 3) interpreting and explaining the shift of meaning. The research findings reveal that the meaning of 25 words in MotoGP news on bola.com from September 3 to 15 2018 was shifted. 11 of them underwent the extension of meaning, 2 words underwent narrowing of meaning, 2 words underwent amelioration or becoming better interpretation of meaning, 1 words underwent a worsening interpretation of meaning, 1 words underwent synesthesia, and 8 words underwent the association. The factors that cause to the shift meaning of the MotoGP news at bola.com is the development of science and technology, social and cultural developments, associations, the development of fields of use, and the exchange of sensory responses.
Analisis Wacana Kritis dalam Doa Muhammad Syafi'i pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2016-2017 Raja Saleh
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 19, No 1 (2017): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.19.1.2017.25-38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan opini dan sindiran dalam doa yang disampaikan oleh H.R. Muhammad Syafi'i pada Sidang Pertama Masa Persidangan tahun 2016/2017 di gedung DPR/MPR pada tanggal 16 Agustus 2016. Data penelitian ini diperoleh dari hasil rekaman doa tersebut. Rekaman tersebut kemudian dibuat transkripsinya untuk memudahkan proses analisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis yang terdiri dari tiga tahap, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam doa tersebut terdapat pembentukan opini yang dilakukan oleh H.R. Muhammad Syafi'i terutama dalam penggunaan kata ganti kami dan mereka. Selain itu juga ditemukan bahwa dalam doa tersebut terdapat sindiran-sindiran terhadap beberapa aspek, yaitu dalam bidang kehidupan politik, hukum, kejahatan, ekonomi, pertahanan dan keamanan, kehidupan berbangsa dan bernegara, dan ketenagakerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa doa yang disampaikan oleh H.R. Muhammad Syafi'i tersebut memiliki tujuan tertentu, yaitu sengaja melakukan pembentukan opini dan memberikan sindiran kepada pemerintah
PERGESERAN MAKNA DALAM BERITA TENTANG SAMPAH DI GORIAU (Meaning Shift of Garbage News in GoRiau) Raja Saleh
Kandai Vol 13, No 1 (2017): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v13i1.97

Abstract

This study aims at obtaining kinds of meaning shift that exist in garbage news in GoRiau and getting to know words that undergo meaning shift. The data of this study are taken from the news about garbage released by GoRiau, an online media. The data are collected by downloading garbage news in GoRiau online media. Based on the data collected, there are 34 news in GoRiau related to garbage. After downloading the data, they are analyzed by applying some steps, namely 1) identifying each news that undergoes meaning shift, 2) reducing the news that do not undergo the meaning shift, 3) classifying each word that undergoes meaning shift based on the type of meaning shifts, 4) describing each meaning shift qualitatively and comparing it with its definition in Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). The result of this study shows that there are all of meaning shift types in the news related to garbage in GoRiau.com. The meaning shifts are  widening meaning, narrowing meaning, amelioration, pejorative, synecdoche, and association.   
TOKOH DALAM NAMA-NAMA JALUR DI KUANTANSINGINGI Raja Saleh
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v4i1.149

Abstract

The problem in this research is how the naming system of long boat in Kuantansingingi is. The research, entitled "The Figures in Long Boat Names in Kuantansingingi" aims to describe the naming system in the long boat in Kuantansingingi. The data were collected by inventorying names of each long boat participating in the “Pacu Jalur” festival, Telukkuantan, 2012. The author focuses only on the long boat with the figures name. The data were analyzed by using the descriptive analytical method based on the theory of Dessausure. The research findings show that the names of the figures are used because the owners of long boats hope that their long boats also have superiority such as the figures. The figure’s names used are pendekar, dubalang, raja, pangeran, putra/putri, sutan, panglimo, juragan, and panji. The naming system of long boast in Kuantansingingi is done  through a village meeting by considering several things, including the geographical situation of the village such as lakes, rivers, and forests as well as legends or fairy tales, such as the legends about animals, figures, and so on that exist in their villages.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem penamaan jalur di Kuantansingingi. Penelitian yang berjudul “Tokoh dalam Nama-nama Jalur di Kuantansingingi” ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penamaan jalur di Kuantansingingi. Data dikumpulkan dengan menginventarisasi setiap nama jalur yang ikut dalam festival pacu jalur di Telukkuantan tahun 2012. Penulis hanya memfokuskan kepada nama jalur yang memiliki nama tokoh. Penganalisisan data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis yang mengacu pada teori Dessausure. Penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama tokoh digunakan karena para pemilik jalur berharap agar jalur mereka juga memiliki keunggulan-keunggulan seperti tokoh tersebut. Nama-nama tokoh yang digunakan adalah pendekar, dubalang, raja, pangeran, putra/putri, sutan, panglimo, juragan, panji. Sistem penamaan jalur di Kuantansingingi adalah melalui rapat desa dengan mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya keadaan geografis desa seperti danau, sungai, dan hutan yang ada di desa mereka serta legenda atau dongeng yang berkembang di desa tersebut, seperti legenda tentang binatang, tokoh, dan sebagainya. 
ANALISIS WACANA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL SLOGAN PADA DEMONTRASI RUU KPK Raja Saleh; Yulita Fitriana; Arpina Pina
Kelasa Vol 17, No 1 (2022): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v17i1.291

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui makna tekstual yang meliputi kohesi leksikal dan gramatikal slogan pada demonstrasi tentang RUU KPK, (2) mengetahui makna kontekstual slogan pada demonstrasi tentang RUU KPK. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif. Data penelitian ini berupa bahasa tulis, yaitu slogan-slogan mahasiswa pada demonstrasi tentang RUU KPK yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Sumber data berasal dari slogan pada demonstrasi tentang RUU KPK yang ditulis pada karton atau kain-kain rentang yang berjumlah 15 data. Teknik analisis data mengacu pada teori analisis wacana yang dikemukakan oleh Sara Mills. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) analisis tekstual slogan pada demonstrasi tentang RUU KPK yaitu (a) kohesi gramatikal meliputi: pengacuan, pelepasan, dan perangkaian; (b) kohesi leksikal meliputi: repetisi, sinonimi, antonimi, kolokasi, hiponimi, dan ekuipalensi (2) analisis kontekstual slogan tentang RUU KPK ditemukan konteks situasi dan budaya dengan menerapkan prinsip penafsiran personal, lokasional, temporal, analogi, dan inferensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat cara baru kaum milenial dalam menyampaikan pendapat atau aspirasi, yaitu dengan cara yang lebih puitis, lucu, dan menggelitik, tetapi tetap sarat kritik.