Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemetaan Potensi Desa-Prukades dan Pendampingan Peningkatan Kapasitas BUMDES di Pekon Sukabanjar, Lumbok Seminung, Lampung Barat Yulianto Yulianto; Selvi Diana Meilinda; Teuku Fahmi; Dewi Ayu Hidayati; Astiwi Inayah
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i1.28476

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yakni meningkatkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat lokal dalam memetakan potensi desa, khususnya produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades). Untuk berikutnya, hasil pemetaan Prukades tersebut dapat dijadikan pengembangan usaha BUMDes di Pekon Sukabanjar. Metode PkM mencakup tiga tahapan, yakni (1) tahapan pendekatan, mulai dati upaya peningkatan aspek kognitif terhadap peserta PkM hingga tahap pendampingan dan pemberdayaan; (2) tahapan pekerjaan, yakni identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan dalam upaya menemukenali potensi desa-Prukades; dan (3) tahapan tindak lanjut program. Mengacu dari hasil pelaksanaan PkM terungkap bahwa keberadaan BUMDes di Pekon Sukabanjar belum berdampak secara optimal meningkatkan kesejahteraan masyakat sekitar. Setidaknya kendala terbesar terletak pada masih lemahnya aspek tata kelola pengelolaan BUMDes di pekon tersebut. Adapun hasil pemetaan prukades di Pekon Sukabanjar mencakup: (1) keunggulan hasil pertanian yakni alpukat, kopi, singkong, sayur mayur, dan peyediaan bibit tanaman, dan (2) keunggulan potensi wisata mencakup jasa angkutan wisata air Danau Ranau, pemandian air panas di kaki Gunung Seminung, hingga ziarah tempat keramat/suci. Rekomendasi hasil PkM ini menekankan pada prukades yang dimiliki oleh pekon dapat dijadikan pengembangan jenis usaha pada BUMDes di Pekon Sukabanjar.
PENGUATAN SEKTOR UMKM KERIPIK SUSENO BANDAR LAMPUNG DI ERA PASAR BEBAS MASYARAKAT EKONOMI ASEAN Dewi Ayu Hidayati; Benjamin Benjamin; Azis Amriwan
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 22 No 2 (2020): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v22i2.62

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan kesepakatan negara negara ASEAN yang menyatukan aspek ekonomi di negara kawasan ASEAN melalui 4 hal yaitu mewujudkan pasar tunggal yang berbasis produksi, meningkatkan kemampuan kompetisi, mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkeadilan, dan menyatukan negara ASEAN menuju ekonomi global. Perwujudan MEA ini menjadikan seluruh pelaku usaha atau industri perlu melakukan upaya untuk menghadapi persaingan bebas. Oleh karena itu, pelaku usaha di Indonesia harus bersiap diri untuk meningkatkan produksi dan juga melakukan upaya promosi agar produksi yang dihasilkan tetap dapat diterima di pasar lokal bahkan dapat diimpor ke negara lain. Penelitian ini bertujukan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang strategi yang dilakukan oleh UMKM Keripik Suseno agar dapat siap untuk memasuki era pasar bebas MEA. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif kualitatif. Melalui pendekatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara mendalam tentang strategi apa saja yang dilakukan UMKM Keripik Suseno Bandar Lampung di era pasar bebas MEA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan sektor UMKM Keripik Suseno di Era Pasar Bebas MEA dilakukan dengan cara meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia, meningkatkan mutu dan kualitas produk, membuat kemasan atau desain produk yang menarik, mempertahankan harga jual produk, dan meningkatkan strategi pemasaran.
Perkembangan Transportasi Ojek Online dan Pengaruhnya Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi di Bandarlampung Muhammad Sheva Februara; Efritya Equina Arindri; Ingrid Bonia Simamora; Santa Monica Sihombing; Dewi Ayu Hidayati
Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 14, No 1 (2024): Sosietas : jurnal pendidikan sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v14i1.70447

Abstract

Transportasi ojek online merupakan suatu hasil dari perkembangan teknologi yang saat ini sangat digemari oleh banyak orang di kota-kota besar termasuk di kota Bandarlampung. Seiring dengan maraknya penggunaan ojek online tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh semenjak keberadaan ojek online dan perubahan apa yang dirasakan oleh masyarakat baik dari pihak pengguna dan pihak driver. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus di kota Bandarlampung. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara terstruktur dengan lima orang informan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh ojek online telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku masyarakat baik dari bidang ekonomi maupun sosial yang tinjauan ini menggunakan teori kognitif sosial. Pada penelitian ini juga menggunakan teori konflik dari Karl Marx, Max Weber, dan Ralf Dahrendorf dalam menganalisis dampak konflik yang timbul akibat adanya persaingan antara ojek online dan ojek pangkalan.
Makna Gaya Hidup Hedonis pada Perempuan yang Bekerja di Sekretriat DPRD Provinsi Lampung Widia; Dewi Ayu Hidayati; Anita Damayantie
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5210

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya fenomena gaya hidup hedonis di kalangan perempuan bekerja, khususnya di lingkungan instansi pemerintahan. Gaya hidup hedonis tidak hanya dipahami sebagai perilaku konsumtif, tetapi juga memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan identitas sosial individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna gaya hidup hedonis, faktor yang melatarbelakanginya, serta bentuk-bentuk gaya hidup hedonis pada perempuan yang bekerja di Sekretariat DPRD Provinsi Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah perempuan yang bekerja di Sekretariat DPRD Provinsi Lampung. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori Interaksionisme Simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis dimaknai sebagai bentuk kepuasan diri (self-reward), sarana menjaga penampilan, serta simbol identitas sosial. Faktor yang melatarbelakangi meliputi faktor internal seperti keinginan pribadi dan faktor eksternal seperti lingkungan kerja dan sosial. Bentuk gaya hidup hedonis ditunjukkan melalui konsumsi barang, perawatan diri, dan aktivitas rekreasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gaya hidup hedonis tidak selalu bermakna negatif, melainkan sebagai bentuk ekspresi diri dalam konteks sosial tertentu
PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PADA KELOMPOK PETANI KAKAO SIDORUKUN DESA KEDIRI KECAMATAN GADINGREJO Dewi Ayu Hidayati; I Gede Sedemen; Asnani Asnani; Azis Amriwan
Nengah Nyappur Vol. 1 No. 1 (2022): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk pelatihan dan pendampingan dalam hal penguatan kapasitas kelembagaan kelompok tani Sidorukun Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini berjumlah 15 orang yang berasal dari aparatur desa setempat, pengurus kelompok tani dan pengurus BUMDES di Desa tersebut. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini diantaranya: ceramah, tanya jawab, dan forum discussion group (FGD). Kegiatan pengabdian ini secara khusus telah mengarah pada beberapa capaian tujuan diantaranya yakni: pada aspek kognitif, telah terjadi peningkatan pemahaman para peserta mengenai langkah langkah operasional penguatan kapasitas kelembagaan kelompok tani, seperti dalam hal kegiatan pengadministrasian, kegiatan pemberdayaan masyarakat, peancangan kegiatan kerjasama, pemanfaatan bantuan dari pemerintah, dan pembentukan struktur organisasi beserta peran dan fungsi dalam struktur kelembagaan tersebut. Pada aspek praktis, terlihat ada keinginan dan kesadaran yang kuat bagi kelompok tani untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani melalui berbagai langkah yang dilakukan dari apa yang disampaikan pada saat kegiatan PKM tersebut berlangsung
Transformasi Galeri Makhga Legun Menjadi Museum Adat Bartoven Vivit Nurdin; Dewi Ayu Hidayati; Ifaty Fadliliana Sari; Yuni Ratna Sari
Nengah Nyappur Vol. 1 No. 1 (2022): Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction of the Traditional Museum of the Marga Legun is still ongoing. Indigenous peoples have begun to collect historical relics and package them in the form of the Makhga Legun Gallery. The existence of this gallery shows a fairly high spirit, as well as indicating that indigenous peoples experience various obstacles in their efforts to build a traditional museum. The involvement of academics is needed to provide solutions to overcome all kinds of problems. Therefore, this community service activity was held as a form of assistance by academics. This service activity aims to facilitate indigenous peoples in the process of establishing the Legun Traditional Museum. This service activity was carried out at Lamban Balak Marga Legun, Way Urang, Kalianda. The parties involved included the local government, traditional leaders, the traditional museum manager, and the Lampung Museum manager, the resource persons. This activity was carried out on May 14, 2022. Participants were very enthusiastic about this service activity. The activity process begins with a pretest and ends with a post-test. So far, the construction of the Marga Legun's traditional museum has been very progressive. Several historical relics have been displayed in the museum's showroom. Archaeologists from the Lampung Museum assist in the identification of historical objects and provide some input so that the management of the museum is more optimal.
Penguatan Peran Penyimbang Adat dalam Pelayanan bagi Kesejahteraan Masyarakat Adat Buwai Khunjung di Pekon Maja, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan Damar Wibisono; Suwarno Suwarno; Pairul Syah; Yuni Ratna Sari; Dewi Ayu Hidayati; Ifaty Fadliliana Sari; Erna Rochana
Nengah Nyappur Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Nengah Nyappur: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nengahnyappur.v5i1.106

Abstract

This community service activity aims to strengthen the role of the Penyimbang Adat (traditional leaders) in delivering services for the welfare of the Buwai Khunjung Indigenous Community at the Central Secretariat of Pekon Maja, Kalianda Subdistrict, South Lampung. The Saibatin traditional governance structure in this area still faces problems, including the limited understanding of some Penyimbang Adat regarding their roles, stagnation in the renewal of the customary institutional structure, and the low effectiveness of the penyimbang's role in promoting the economic welfare of indigenous communities. The activity was carried out through a sociological approach involving preliminary observation and interviews, brainstorming and focus group discussion (FGD), as well as socialization and training delivered through lectures, discussions, and simulations to 15 traditional leaders and community members in Pekon Maja. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure changes in participants' understanding, complemented by an impact evaluation through questionnaires. The results showed an increase in participants' understanding of customary governance leadership, the functions and roles of traditional government heads, and the role of the penyimbang in services for indigenous community welfare, with the average score increasing from 62.67 in the pre-test to 76.00 in the post-test, or a 13.33% increase. Participants also demonstrated strong enthusiasm through active involvement in discussions and simulations. This activity contributes to strengthening collective understanding of an ideal model of customary governance structure that can be replicated in other Saibatin indigenous communities in Lampung Province, while also providing a foundation for the sustainability of local-wisdom-based customary institutional mentoring programs