Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sorong Serah Aji Krame in the Novel Merpati Kembar di Lombok by Nuriadi Lisa Rosalia; Nuriadi; Aswandikari; Saharudin; Ahmad Sirulhaq
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 1 (2026): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v13i1.4543

Abstract

This study aims to analyze how the Sorong Serah Aji Krame tradition is represented in Nuriadi’s novel Merpati Kembar di Lombok and compare it with its actual implementation in South Montong Baan Village. The research findings indicate that in the MKL novel, the author narrates the Sorong Serah Aji Krame ceremony using the term "serah doe/ngadep," without providing detailed explanation of its procession. However, in several sections, such as the preparation of the pembayun and the depiction of the pembayun chanting process, brief descriptions are offered. Conversely, in actual practice in South Montong Baan Village, the ceremony exhibits genuine complexity comprising the delegation of pisolo (emissary), religious greetings, customary greetings, the main ceremony, the pronouncement of aji krame (dowry), the handover of aji krame, the cutting of the Jinnah rope, and the closing ceremony. Meanwhile, several cultural symbolic meanings are embedded within the tradition, encompassing values of politeness, spirituality, honesty, and transparency.
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Berbasis Budaya Sasak bagi Pemandu Wisata Lokal Dusun Wisata Ende Kabupaten Lombok Tengah Nuriadi; Eka Fitriana; Muh. Isnaini; Atri Dewi; Baiq Nova Widian Haerani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16314

Abstract

Dusun Wisata Ende yang berlokasi di desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu dusun wisata budaya atau desa wisata budaya yang menjadi kebanggaan Kabupaten Lombok Tengah dan Propinsi Nusa Tenggara Barat. Dusun ini resmi menjadi sentra wisata budaya sejak tahun 1999. Dusun Wisata Ende memainkan peran penting di dalam menarik para wisatawan dometik dan mancanegara untuk melihat keindahan dan keunikan Lombok dan Sasak dari sisi budayanya. Sebagai akibatnya, sejak menjadi desa wisata budaya yang diakui oleh pemerintah baik lokal maupun nasional, dusun ini menjadi salah satu paket wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan. Sehububgan dengan hal itu, artikel ini ditulis berdasarkan laporan kegiatan PKM yang dilangsungkan oleh Tim PKM dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Dusun Wisata Ende. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilengkapi deokumentasi foto sesuai dengan proses kegiatan PKM. Kegiatan PKM ini dilangsungkan pada tanggal 19 September 2026. Kegiatan PKM ini berlangsung dengan sangat baik dan berjalan lancar. kegiatan PKM ini dihadiri oleh 31 peserta, yang semuanya merupakan pemandu wisata lokal. Dalam prosesnya, Tim PKM Unram memberi materi tidak hanya terkait kemampuan bahasa Inggris tetapi juga materi tentang budaya Sasak. Setelah dipaparkan, kedua materi ini langsung dipraktekkan dalam simulasi praktek pemanduan wisata di Dusun Ende. Dalam hal ini, mereka diberikan perbaikan-perbaikan oleh Tim PKM sehingga mereka bisa memperbaikinya. Sebagai rekomendasi, seperti diakui oleh peserta, kegiatan PKM dirasakan manfaatnya dan diharapkan terus dilakukan secara reguler sehingga pemandu lokal Dusun Ende semakin profesional.