Nanang Suparman
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualitas Pelayanan Publik dalam Pembuatan SIM di Era Covid-19 pada Polrestabes Bandung Tahun 2020 Fitriyana Putri Fadhillah; Nanang Suparman
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 9, No 2 (2021): PUBLIKAUMA, Desember 2021
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v9i2.5836

Abstract

Di tengah pandemi Covid-19 pada tahun 2020, Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polrestabes Bandung dalam pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) mengalami penurunan nilai indeks evaluasi pelayanan SIM, jumlah pembuatan SIM, kapasitas gedung karena pandemi Covid-19 yang mengharuskan physical distancing, dan kurangnya sosialisasi terhadap informasi pembatasan waktu pendaftaran pembuatan SIM, serta sarana prasarana lahan parkir yang belum tertata dengan rapi dan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan publik dalam pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di era Covid-19 pada Polrestabes Bandung tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan bahan audio-visual. Hasil penelitian menujukan bahwa dimensi assurance (jaminan) belum optimal, dimana Satpas Polrestabes Bandung tidak bisa memberikan jaminan ketepatan waktu sesuai dengan yang tercantum dalam standar pelayanan. Hal tersebut dikarenakan melihat dari banyaknya atau jumlah pemohon SIM yang membutuhkan pelayanan dan sistem yang bekerja dari pusat online atau offline, sehingga dapat mempengaruhi responsiviness (daya tanggap) dalam memberikan pelayanan yang cepat.
Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pengelolaan Keuangan Negara Nanang Suparman
Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan Publik Vol 6 No 1 (2021): Indonesian Treasury Review: Jurnal Perbendaharaan, Keuangan Negara dan Kebijakan
Publisher : Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33105/itrev.v6i1.261

Abstract

Kajian ini akan mengungkapkan tentang kebijakan pengelolaan keuangan negara untuk penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Dampak pandemi ini telah menyebabkan kelumpuhan sektor usaha kecil menengah yang dipicu menurunnya daya beli masyarakat, sedangkan pada sektor industri manufaktur mengalami penurunan supply dan demand yang tajam, terganggunya rantai pasok dan pemutusan hubungan kerja, sehingga terjadi penurunan penerimaan negara dari sektor pajak. Pertumbuhan ekonomi nasional yang minus 5,32 persen pada kuartal kedua dikhawatirkan dapat memicu resesi dan krisis sehingga respon extraordinary pengelolaan keuangan negara ditempuh untuk mengantisipasi kondisi berat dan sangat berat yang mungkin bisa terjadi. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif menggunakan data sekunder yang dapat memberikan analisis pengelolaan keuangan negara terhadap stimulus ekonomi. Pengalokasian anggaran ditujukan untuk infrastuktur kesehatan dan berbagai paket stimulus pemberdayaan masyarakat, penguatan sektor dunia usaha, dan penyiapan keberlanjutan kegiatan ekonomi melalui program pemulihan ekonomi nasional searah dengan upaya penemuan vaksin Covid-19.
A plate of hope, a thousand challenges: An analysis of the implementation of The Free Nutritious Meals (MBG) program in Indonesia Muhammad Yasar; Nanang Suparman
Jurnalku Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v6i2.2293

Abstract

The Free Nutritious Meal (Makan Bergizi Gratis/MBG) program is the flagship policy of the Prabowo administration aimed at improving nutrition, reducing stunting, and building national human capital. With an enormous budget and tens of millions of beneficiaries, the program is a strategic intervention, yet its implementation has faced serious challenges, including food-poisoning incidents, uneven distribution, budget controversies, and overlapping objectives. This study analyzes the implementation of the MBG policy in Indonesia using Van Meter and Van Horn's policy implementation model, which encompasses six key variables: policy standards and objectives, resources, the characteristics of implementing agencies, inter-organizational communication, the disposition of implementers, and the economic, social, and political environment. The research applies a qualitative descriptive approach with a literature review method, drawing on peer-reviewed journals, official regulations, government data, and credible reports, analyzed through content analysis and source triangulation. The findings indicate that the MBG program rests on a strong rationale and adequate political support, but its implementation effectiveness is constrained by ambiguous objectives, resource and supply-chain limitations, weak inter-agency coordination, and food-safety risks. The study concludes that the success of MBG depends less on the size of its budget than on the quality of its governance, and recommends sharpening objectives, strengthening multi-stakeholder coordination, reinforcing food-safety standards, and grounding the program in evidence-based, locally rooted approaches.
Analysis of deforestation control policy in Indonesia in supporting sustainable development Adam Ali Muhammad Al Bantani; Nanang Suparman
Jurnalku Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v6i2.2294

Abstract

Deforestation control policy in Indonesia remains ineffective despite having a comprehensive normative framework, with a 66% increase in deforestation in 2025 to 433,751 hectares hindering the achievement of SDG 13 and SDG 15. This study aims to analyze the effectiveness of deforestation control policy in Indonesia in supporting sustainable development, focusing on implementation factors and contribution to SDG targets. The research employs a literature review approach with content analysis and thematic analysis techniques on secondary data from SINTA journals, KLHK reports, BPS, FAO, UNEP, World Bank, and government regulations from 2015-2025. Results show that policy implementation faces five structural barriers: weak coordination among 12 ministries/institutions (score 45.2/100), overlapping permits covering 15.2 million hectares, unbalanced economic incentives (regions receive 80% mining tax, 30% palm oil tax, only 5-10% forest conservation), limited supervision (ratio 1:99,200 hectares), and limited community participation (35% active monitoring, 10% indigenous territories legally recognized). Deforestation emissions in 2024 reached 194 million tons CO2e exceeding the NDC target of 152.3 million tons CO2e. The study recommends policy reform through establishing a National Deforestation Control Agency under the President, canceling 2.8 million hectares of mining permits in protected forests, increasing forest conservation regional revenue sharing to 25%, recruiting 3,000 additional forest supervisors, and designating 2.9 million hectares of indigenous territories to achieve sustainable development targets.