Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Daring terhadap Stres Akademik Mahasiswa Keperawatan Retno Issroviatiningrum; Ahmad Ikhlasul Amal; Muh Abdurrouf; Yeni Rusyani
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.872 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.9

Abstract

Mahasiswa dituntut untuk mampu belajar mandiri dalam pembelajaran Dalam Jaringan (Daring), akan tetapi pembelajaran daring ini memiliki kelemahan yang berdampak memicu Stres akademik pada mahasiswa seperti jaringan yang tidak mendukung dan faktor lainnya.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Stres akademik pada mahasiswa dalam pembelajaran daring. Perubahan metode atau model pendidikan yang awalnya Luar Jaringan (Luring) berubah menjadi metode Daring memaksa dosen dan mahasiswa untuk mampu beradaptasi. Akibatnya tidak sedikit mahasiswa mengalami Stres akademik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu Quasi eksperimen desain with multiple substantive possttest aproach. Sampel diambil dengan teknik total sampling, jumlah sampel penelitian sebanyak 224 mahasiswa semester III di FIK Unissula Semarang dan Stikes Duta Gama Klaten. Pada Penelitian kali ini untuk melihat adanya pengaruh atau tidak menggunakan uji korelasi determinant coefficient. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas mahasiswa menilai pembelajaran daring kurang efektif sebanyak 137 mahasiswa (61,2%), dan untuk Stres akademik mahasiswa mayoritas mengalami Stres tingkat sedang sebanyak 145 mahasiswa (64,7%). Ada pengaruh pembelajaran daring dengan nilai sig 0,000 <0,05,  pembelajaran daring mempunyai pengaruh terhadap Stres akademik dengan nilai R -0,268 , Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pembelajaran daring terhadap Stres akademik dengan hubungan negatif, jika pembelajaran daring efektif maka Stres akademik akan menurun, sebaiknya jika pembelajaran daring tidak efektif maka Stres akademik akan meningkat.
The Role Of Leader Improve Patient Safety Culture Muh Abdurrouf; Nursalam Nursalam; Ahsan Ahsan; Mira Triharini; Dyah Wiji Puspitasari; Retno Issroviatiningrum; Nila Fauziza
Media Keperawatan Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.6.2.2023.127-133

Abstract

One of the important things that must be considered by the hospital is patient safety, where patient safety can be improved by implementing a patient safety culture, so that the patient safety culture goes well, it is necessary to increase the role of the leader. This study aims to determine whether there is a relationship between the role of a leader and the implementation of patient safety culture. Method: this research is a quantitative study using cross sectional. Data were collected using a questionnaire of 118 nurses using a total population sampling technique. The statistical test used is the spearmen rank test. Results: the results of this study are that the majority of the role of leaders is in the good category (92.6%), the majority of patient safety culture is in the good category (90.7%) there is a significant relationship between the role of leaders and the implementation of patient safety culture with a p-value of 0.00 , and r : 0.381, conclusion: Increasing the role of a leader in the form of a decision-making role, interpersonal role, and informational role can improve patient safety culture
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENCEGAHAN RISIKO JATUH DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG Mu&#039;afif Uswah; Muh Abdurrouf; Dyah Wiji Puspita Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18736596

Abstract

Tugas yang dilakukan oleh perawat selama menjalankan pelayanan kesehatan di unit rumah sakit sering kali melibatkan berbagai aktivitas atau pekerjaan yang mempengaruhi kinerja mereka. Banyaknya tugas tambahan yang harus dikerjakan dapat berdampak pada efektivitas perawat dalam menjalankan pekerjaannya. Salah satu kewajiban utama yang harus dilaksanakan oleh perawat adalah melakukan pencegahan terhadap risiko jatuh sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menghindari terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keterkaitan antara beban kerja perawat dengan upaya pencegahan risiko jatuh di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling total populasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja ringan dengan 57 orang (57,0%). Sementara itu, dalam hal pencegahan risiko jatuh, mayoritas responden menunjukkan upaya yang baik dengan 66 orang (66,0%). Uji statistik memperlihatkan p-value sebesar 0,000 atau sig (<0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dan pencegahan risiko jatuh di RSI Sultan Agung Semarang. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dan pencegahan risiko jatuh dengan nilai p-value <0,05, serta menunjukkan korelasi negatif yang kuat dengan nilai -0,849.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN PENCEGAHAN RISIKO JATUH DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG Nabilah Azizah Rahmah; Muh Abdurrouf; Dyah Wiji Puspita Sari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18733252

Abstract

Perilaku caring perawat merupakan aspek penting dalam pelayanan keperawatan yang berperan dalam mendukung penyembuhan pasien serta mencegah risiko jatuh. Pencegahan jatuh menjadi bagian integral dari asuhan yang aman dan nyaman, guna menghindari cedera dan komplikasi lainnya. Caring perawat yang profesional, bertanggung jawab, dan didasari nilai-nilai seperti profesionalisme, keramahan, amanah, serta kesabaran, berkontribusi signifikan terhadap pencegahan risiko jatuh. Indikator caring seperti kepercayaan, kehadiran, dan tindakan yang tepat, turut berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat dengan efektivitas pencegahan risiko jatuh di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 100 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan mayoritas responden (96%) berusia 26-45 tahun, berjenis kelamin perempuan (79%), memiliki pendidikan DIII Keperawatan (55%), serta pengalaman kerja 8-14 tahun (47%). Hasil penelitian mengungkap adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan pencegahan risiko jatuh, dengan p-value <0,05 dan kekuatan korelasi sangat kuat (0,971). Hal ini menegaskan bahwa semakin baik perilaku caring perawat, semakin rendah risiko jatuh pada pasien.
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PENCEGAHAN PASIEN JATUH DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr H SOEWONDO KENDAL Rini Pujiati; Muhammad Abdurrouf; Retno Issroviatiningrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18753013

Abstract

Keselamatan pasien rumah sakit merupakan suatu proses dimana rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan yang aman, yang salah satunya dapat dipengaruhi oleh perilaku perawat dalam mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien, termasuk pencegahan pasien jatuh. Perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh dapat dipengaruhi oleh supervisi keperawatan. Supervisi yang baik dapat meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab perawat, sehingga insiden jatuh dapat dicegah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara supervisi keperawatan dengan perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh di RSUD dr H Soewondo Kendal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelatif dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner supervisi dan kuesioner perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Karakteristik responden yaitu 60 perawat pelaksana di RSUD dr. H. Soewondo Kendal menunjukkan sebagian besar berusia 26-35 tahun (58,3%), berjenis kelamin perempuan (75%), berpendidikan terakhir diploma (56,7%), serta memiliki masa kerja > 5 tahun (58,3%). Hasil analisis bivariat ada hubungan yang signifikan antara supervisi keperawatan dengan perilaku perawat dalam melaksanakan pencegahan pasien jatuh di ruang rawat inap RSUD dr H Soewondo Kendal dengan nilai p = 0,001, kekuatan hubungan sedang (r = 0,409) , dan arah korelasi positif, Disarankan bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kegiatan supervisi keperawatan. serta bagi perawat diharapkan untuk selalu memiliki rasa tanggung jawab dalam pelaksanaan keselamatan pasien, khususnya pencegahan pasien jatuh.
Systematic Review Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Berbasis Hot-Fit Pada Kinerja Perawat di Instalasi Rawat Inap RS A’zif Bachtiar Putra Anugrah; Muh. Abdurrouf; Dyah Wiji Puspita Sari; Iwan Ardian
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57456

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan inovasi teknologi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Keberhasilan implementasi SIMRS dipengaruhi oleh faktor manusia, organisasi, dan teknologi yang terintegrasi dalam model HOT-Fit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi SIMRS berbasis HOT-Fit terhadap kinerja perawat di instalasi rawat inap. Metode penelitian ini menggunakan metode studi literature review dengan pencarian artikel melalui Google Scholar, PubMed, dan ProQuest. Artikel yang dipilih merupakan penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mixed method yang dipublikasikan tahun 2020–2025. Dari hasil pencarian diperoleh ±540 artikel, kemudian diseleksi hingga diperoleh 23 artikel yang dianalisis menggunakan pendekatan PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknologi seperti kualitas sistem dan kemudahan penggunaan, faktor manusia seperti kepuasan dan kemampuan pengguna, serta faktor organisasi seperti dukungan manajemen berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan SIMRS dan kinerja perawat. Selain itu, perkembangan teknologi seperti artificial intelligence dan desain antarmuka yang baik turut meningkatkan efisiensi kerja dan akurasi dokumentasi. Kesimpulan implementasi SIMRS berbasis HOT-Fit efektif meningkatkan kinerja perawat dan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga diperlukan optimalisasi integrasi faktor manusia, organisasi, dan teknologi dalam pengembangan sistem informasi rumah sakit.
Hubungan antara Supervisi dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di RSI NU Demak Ardyan Dwi Cahyo; Dyah Wiji Puspita Sari; Muh. Abdurrouf
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 3 (2025): July : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i3.832

Abstract

Nursing care documentation plays a crucial role in nursing practice as it serves as legal evidence, a means of communication between healthcare professionals, and an indicator of service quality. However, nurses' compliance with documentation often faces various obstacles. Supervision by nursing managers is seen as an important strategy to ensure documentation implementation complies with applicable standards. This study aims to analyze the relationship between supervision and nursing care documentation at RSI NU Demak. The study used a quantitative method with a cross-sectional design. A sample of 83 inpatient nurses was selected through proportional random sampling from a population of 107 nurses. The research instruments were a supervision questionnaire (17 items) and nursing documentation (20 items) whose validity and reliability have been tested. Data analysis was performed using the Chi-Square test with a significance level of p<0.05. The results showed that the majority of respondents were aged <30 years (53%), were female (89.2%), had a Diploma 3 Nursing degree (51.8%), and had worked for <9 years (53%). Good supervision was found in 60.2% of respondents, while good documentation was found in 59.0%. The Chi-Square test results yielded a p-value of 0.000 (p<0.05) with a correlation coefficient of r=0.981, indicating a very strong relationship between supervision and nursing documentation. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between supervision and nursing care documentation, where the better the supervision provided, the higher the quality of the documentation produced. The results of this study reinforce the importance of the managerial role in improving the quality of nursing services, especially in terms of care documentation. Effective supervision not only functions as a control tool but also becomes a means of developing and strengthening nurses' competencies in meeting nursing practice standards. With structured and continuous supervision, nurses tend to be more disciplined, accurate, and consistent in documenting every nursing intervention they perform.
The mediating role of sleep quality in the relationship between workload and employees’ job stress: A systematic review Liwingston Filemon Mona; Iskim Luthfa; Muh Abdurrouf; Dwi Heppy Rochmawati
Lentera Perawat Vol. 7 No. 2 (2026): April - June
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i2.727

Abstract

Background: Workload is a major occupational factor that contributes to employees’ job stress and may also impair sleep quality. Increasing evidence suggests that sleep quality is not merely an outcome of work strain, but may function as an important mechanism through which workload influences psychological well-being. However, the mediating role of sleep quality in the relationship between workload and employees’ job stress has not been systematically synthesized across occupational settings. Objective: This systematic review aimed to examine the mediating role of sleep quality in the relationship between workload and employees’ job stress and to synthesize current evidence on how sleep quality explains or modifies this association across employee populations. Methods: This study employed a systematic review design. Literature searches were conducted in Scopus, PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and ClinicalKey for Nursing for articles published between 2015 and 2025. Studies were included if they involved employees or workers, examined workload or work-related stress, assessed sleep quality, and reported job stress-related outcomes. Study selection, data extraction, and quality appraisal were conducted systematically, and the findings were synthesized narratively because of heterogeneity in study designs, measures, and analytical approaches. Results: The search identified 2,264 records, and 12 studies were included in the final synthesis. The included studies consistently showed that higher workload or work-related stress was associated with poorer sleep quality across diverse occupational groups. Sleep quality emerged as a recurrent mediating factor linking occupational burden with adverse outcomes, including burnout, depressive symptoms, daytime dysfunction, and reduced well-being. Additional psychological mechanisms, such as rumination, anxiety, and depression, frequently strengthened this pathway, whereas physical activity, resilience, and social support appeared to buffer the negative effects. Conclusion: Sleep quality plays a significant mediating role in the relationship between workload and employees’ job stress. Interventions to reduce job stress should therefore address not only workload management, but also sleep health and related psychological factors in the workplace.  
Hubungan Antara Role model  Perawat Dengan Ketepatan Identifikasi Pasien Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Olivia Diah Putri; Muh Abdurrouf; Dyah Wiji Puspita Sari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the relationship between nurses’ Role model  and the accuracy of patient identification. this study used a quantitative design with a cross-sectional approach. data were collected through questionnaires from 94 nurses inpatient wards using total sampling technique. data were analyzed using the spearman rank correlation test. were analyzed using the spearman rank correlation test. most respondents were aged 31–35 years (39.4%), female (77.7%), held a professional nursing degree (47.9%), and had 3–8 years of experience (40.4%). most nurses had a good Role model  (45.7%) and good patient identification accuracy (43.6%). the statistical test showed a significant relationship between nurses’ Role model  and patient identification accuracy (p = 0.000; r = 0.527), indicating a positive and moderate correlation. there is a significant relationship between nurses’ Role model  and patient identification accuracy   Keywords: Role model , Patient Identification Accuracy, Patient Safety
Early Mobilization For ICU-Acquired Weakness in the Critically Ill on A Ventilator Misbakul Munir; Erna Melastuti; Muh. Abdurrouf
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.5800

Abstract

ICU-Acquired Weakness (ICU-AW) common in critically ill patient on ventilator. This can be caused by several factors, one of which is immobilisation. ICU-AW is at risk for increased ventilator duration and mortality. This literature review aims to evaluate the positive impact of early mobilization for ICU-AW in the critically ill on a ventilator. This study used a literature review of national and international journal in Indonesia and English published between 2020-2025. This research uses several available database sources in e-resources : Pubmed, ScinceDirect, Google Scholar and Sematic Scholar. The researchers searched the literature using the keywords ”early mobilization” and “intensive care unit-Acquired Weakness” with the PCC approach. The researchers identified 864 journals, analysed them using the PRISMA method and found 10 journals that met the inclusion criteria. Out of 83 journals, 10 journals showed results that early mobilisation was effective in reducing ICU-AW in ventilator-dependent patients. Based on journal analysis, early mobilization is effective in reducing ICU-AW in patients on ventilators