Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektifitas Metode Diskusi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Masa Pandemi Covid-19 Manullang, Juanda; Sidabutar, Hasudungan; Manullang, Agustinus
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v5i3.39268

Abstract

Kegiatan pembelajaran pada masa pandemi di ruang virtual yang hanya mendengar dan mengerjakan tugas tanpa melibatkan siswa aktif akan berdampak pada tujuan pembelajaran yang tidak tercapai dan hasil belajar siswa yang menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada masa pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design dengan taraf signifikansi 5%. Populasi t pada penelitian ini merupakan seluruh siswa beragama Kristen kelas XI yang berjumlah 104 siswa. Penentuan sampel untuk penelitian ini menggunakan rumus Isacc and Michael dengan taraf kesalahan 5%, sehingga jumlah sampel adalah sebanyak 83 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensisal. Hasil analisis data dengan menggunakan rumus uji t diperoleh thitung sebesar 9,482. Kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 1,66. Hal itu berarti thitung lebih besar dari ttabel., sehingga metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar PAK pada masa pandemi Covid-19. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Menyemai Moderasi Beragama dalam Konteks Indonesia Negara Pancasila yang Plural Sidabutar, Hasudungan; Marbun, Purim
Integritas: Jurnal Teologi Vol 5 No 2 (2023): Integritas: Jurnal Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47628/ijt.v5i2.216

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi semakin sulitnya menghidupi moderasi beragama dengan baik di Indonesia. Dengan banyaknya peristiwa dan kejadian yang bertajuk intoleransi, ekstrimisme, radikalisme; hal ini melahirkan persekusi, tindak kekerasan dan tidak sedikit pemeluk agama baik sesama atau antar pemeluk agama menjadi korban. Dalam akumulasi waktu sudah sangat panjang ide-ide kerukunan beragama bukanlah hal baru di negeri ini, dan sampai kini kita belum menemukan moderasi beragama berjalan dengan konstruktif. Tulisan ini hendak menelusuri secara fundamental ideologi dibalik munculnya sikap ekstrim keagamaan dan dengan demikian akan memunculkan solusi untuk menyemai moderasi beragama di Indonesia. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari artikel ini ialah menemukan upaya menyemai moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis kepustakaan, peneliti mencoba memaparkan berbagai hal yang spesifik yang merupakan masalah utama dan memberikan gagasan-gagasan sebagai ide alternatif dalam menyemai moderasi beragama di Indonesia. Hasil akhir dari tulisan ini diharapkan memberi kesadaran kepada semua anak bangsa, para pengambil keputusan secara khusus dalam pemerintahan, pemeluk agama, tokoh agama dan para akademisi mampu memahami fungsi dalam menyemai moderasi beragama dan memerankan tanggung jawabnya dalam pembangunan moderasi yang efektif.
Desain Kurikulum Pendidikan Agama Kristen untuk Lansia: Pendekatan Kurikulum Deliberasi Jack Swacb Manurung, Stefanus Roy Arjuna; Sidabutar, Hasudungan
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 4 No 1 (2024): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v4i1.410

Abstract

Deliberation curriculum is a curriculum design that starts from problems and moves towards solving problems through a deliberation process. This article is an effort made to answer the needs of the elderly in their lives through a coaching or education process by creating a curriculum design specifically for the elderly with the aim of enabling the elderly to share experiences during their productive years among the wider community. The aim of writing the article is to design a Christian Religious Education (PAK) Elderly curriculum based on the deliberation curriculum. The research method used in this article is a descriptive qualitative research method with a literature review approach. The research results found that the deliberation-based curriculum was very effective for elderly PAK because the elderly were not only used as objects but also as subjects. For this reason, when churches and social foundations want to design a curriculum for the elderly, they need to apply a deliberation curriculum approach.
Relevansi Ilmu Filsafat bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pendidikan Agama Kristen Sidabutar, Hasudungan; Situmorang, Yehezkiel
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.88

Abstract

The concept of Christian theology departs from God as the ultimate reality but philosophy departs from the human mind which thinks critically, questions many things to their roots. This fact often makes many Christians today still have anti-philosophical attitudes, and this certainly has an impact on the development of Christian religious education. History has recorded that the birth of philosophers in the ancient Greek era emphasized how the beginnings of science developed. This happens because philosophy gave birth to a tradition of critical and logical thinking that breaks, liberates, guides and ultimately brings humans to enlightenment. The development of science cannot be separated from this philosophical tradition. The relevance of philosophy to the development of Christian religious education disciplines is if philosophy, first, the tradition of philosophy gets a portion in the practice of Christian religious education. Second, the practice of Christian religious education must provide space for freedom of thought. Third, the practice of Christian religious education is open and not exclusive. The discipline of philosophy should not be ignored, because it is a tool to describe the philosophical foundations of science, namely ontological, epistemological and axiological. Konsep teologi kristen yang berangkat dari Allah sebagai realitas utama namun sebaliknya filsafat berangkat dari pikiran manusia yang berpikir secara kritis, mempertanyakan banyak hal sampai keakar-akarnya. Kenyataan ini yang kerap menjadikan banyak orang kristen pada masa kini masih memiliki sifat anti terhadap filsafat, dan hal ini tentu berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan agama Kristen. Sejarah telah mencatatkan bahwa kelahiran para filsuf pada era Yunani kuno menandaskan bagaimana awal mula ilmu pengetahuan berkembang. Hal ini terjadi karena filsafat melahirkan tradisi berpikir kritis dan logis yang mendobrak, membebas, membimbing dan pada akhirnya membawa manusia kepada pencerahan. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari tradisi filsafat ini. Relevansi filsafat terhadap pengembangan disiplin ilmu pengetahuan pendidikan agama Kristen apabila filsafat, Pertama, tradisi ilmu filsafat mendapatkan porsi dalam praktik ilmu pendidikan Agama Kristen. Kedua, praktik pendidikan agama Kristen harus memberi ruang kebebasan untuk berpikir. Ketiga, praktik ilmu pendidikan agama Kristen bersikap terbuka dan tidak eksklusif. Disiplin ilmu filsafat tidak boleh diabaikan, karena ia merupakan alat untuk menguraikan pondasi ilmu secara filosofis yaitu ontologis, epistemologis dan aksiologis.