Hendro Hariyanto Siburian
Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Upaya Membangun Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Siburian, Hendro Hariyanto; Seliyah, Seliyah
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i2.233

Abstract

Discipline in learning is one of the factors in achieving learning goals. Disciplinary problems also occur in class 1 SDK Transformasi students. This indiscipline results in the learning outcomes determined by the school needing to be achieved as contained in the school's curriculum vision and mission. This research method uses descriptive qualitative methods. The aim of this research is to describe the important role of teachers and parents in developing student discipline. The results of this research are that teachers must carry out their roles and functions well, and teachers must also collaborate with students' parents in developing students' discipline. Educators and parents build cooperation through agreement and communication, involvement in decision-making, and parenting. Elements of education and parents work together in an effort to build learning discipline in grade 1 SDK Transformasi students. AbstrakKedisiplinan dalam belajar merupakan salah faktor tercapainya tujuan belajar. Permasalahan disiplin juga terjadi pada peserta didik kelas 1 SDK Transformasi. Ketidakdisiplinan tersebut mengakibatkan capaian pembelajaran yang ditentukan sekolah tidak tercapai sebagaimana yang termuat pada kurikulum serta visi dan misi sekolah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran penting guru dan orangtua dalam mengembangkan kedisiplinan peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah guru harus melakukan peran dan fungsinya dengan baik, guru juga harus bekerjasama dengan orangtua peserta didik dalam mengembangkan kedisiplinan peserta didik. Pendidik dan orangtua membangun kerjasama yang di dalamnya ada kesepakatan dan komunikasi, keterlibatan dalam pengambilan keputusan, dan parenting. Unsur pendidikan dan orangtua bersinergi dalam upaya membangun kedisiplinan belajar peserta didik kelas 1 SDK Transformasi.
Meningkatkan Resiliensi Akademik Mahasiswa dalam Menghadapi Stres Akademik Melalui Afirmasi Positif Siburian, Imelda Serliana; Siburian, Hendro Hariyanto
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i2.234

Abstract

In the lecture process, students face academic demands that must be completed well and responsibly. The author found the low level of resilience of level 3 and 4 students at Tawangmangu Theological Seminary due to academic stress. This academic stress is caused by the burden of coursework and campus activities. This writing uses a descriptive qualitative method with a literature approach. The purpose of this writing is an effort to increase the academic resilience of level 3 and 4 students at Tawangmangu Theological Seminary. The results of the writing were that students were found who did not manage academic stress well. So the author offers a solution to increase academic resilience in dealing with academic stress through positive affirmations. Increasing resilience in students can help students to solve the problems they are experiencing. The positive affirmation given by STT Tawangmangu level 3 and 4 students to themselves helps increase students' self-confidence to solve their problems well. AbstrakDalam proses perkuliahan mahasiswa mendapatkan tuntutan akademik yang harus diselesaikan dengan baik dan penuh tanggungjawab. Penulis menemukan rendahnya resiliensi mahasiswa tingkat 3 dan 4 STT Tawangmangu yang diakibatkan stres akademik. Stres akademik ini disebabkan beban tugas kuliah dan kegiatan kampus. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur. Tujuan penulisan ini adalah upaya meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa tingkat 3 dan 4 STT Tawangmangu. Adapun hasil penulisan adalah ditemukannya mahasiswa yang tidak mengelola stres akademik dengan baik. Sehingga penulis menawarkan solusi untuk meningkatkan resiliensi akademik dalam menghadapi stres akademik melalui afirmasi positif. Meningkatkan resiliensi pada mahasiswa dapat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami, afirmasi positif yang diberikan mahasiswa tingkat 3 dan 4 STT Tawangmangu pada dirinya membantu meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahannya dengan baik.
Problematika Lembaga Pendidikan Kristen: Upaya Meningkatkan Motivasi Kerja Guru KB Yulianingsih, Dwiati; Siburian, Hendro Hariyanto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 6 No 2 (2023): 15 Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v6i2.409

Abstract

Problematika lembaga pendidikan nonformal Kristen masa kini salah satunya kesiapan dalam penyediaan dan tatakelola pendanaan operasional. Problematika ini berimplikasi terhadap motivasi kerja guru dalam menjalankan profesinya. Dimana motivasi guru KB Kristen rendah yang disebabkan lembaga pendidikan Kristen tidak memperhatikan indikator motivasi kerja guru yaitu pemenuhan kebutuhan mendasar seseorang sesuai teori motivasi yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Tujuan dari tulisan ini adalah menawarkan penerapan teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow sebagai upaya meningkatkan motivasi kerja guru KB. Hasil penelitian; ketika lembaga pendidikan Kristen mengimplementasikan teori motivasi Abraham Maslow yaitu pemenuhan kebutuhan fisiologis, keamanan, dimiliki dan dicintai, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri maka motivasi kerja guru KB akan meningkat.
Misi Kristologi Dalam Konteks Kebudayaan Panjaitan, Firman; Siburian, Hendro Hariyanto
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v1i1.19

Abstract

Seringkali kegiatan misi mengabaikan kebudayaan yang ada di masyarakat, dan hal ini yang mengakibatkan kegiatan misi menjadi tidak efektif dan bahkan menemukan kegagalan. Padahal sebuah tindakan misi harus benar-benar dapat diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran misi, dan jalan masuk untuk bisa hidup di tengah masyarakat adalah dengan hidup dalam kebudayaan yang ada di masyarakat tersebut. Oleh karena itu, pemahaman tentang kebudayaan sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang hendak menjalankan misi. Terlebih kalau mau dipahami lebih dalam lagi, kebudayaan merupakan sendi dasar bagi terbentuknya kehidupan dalam sebuah komunitas atau masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan adalah rancang bangun kehidupan dan worldview dari sebuah masyarakat. Oleh sebab itu tindakan misi harus memahami nilai kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Namun hal ini bukan berarti bahwa misi hanya bergantung pada kebudayaan. Misi harus memiliki dasar pijakan yang kuat, sebelum bersentuhan dengan kebudayaan. Dasar pijakan yang harus dimiliki saat hendak bermisi adalah pemahaman yang benar tentang Kristologi, dengan tujuan agar tindakan misi yang dilakukan benar-benar dapat mentransformasi kebudayaan dalam nilai-nilai Kristologi. Dengan menggunakan pendekatan Kristologi untuk bermisi dalam sebuah kebudayaan, maka akan terjadi sebuah bentuk misi yang kontekstual; yang bisa dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah sekaligus sesuai dengan konteks/budaya yang ada. Kata kunci: Misi, kebudayaan, konteks. Masyarakat, worldview
Peran Pendidik PAK dalam Menyikapi Generation Gap: Mengatasi Stigma “Boomer Kolot” dan Gen-Z Nyolot” Yuli Berkatni; Siburian, Hendro Hariyanto
Jurnal Kala Nea Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v6i2.188

Abstract

Perbedaan karakteristik, nilai, keyakinan, cara kerja, dan pandangan diantara generasi boomer dan generasi Z telah memunculkan stigma “Boomer kolot” dan “Gen-Z nyolot”. Hal ini dikenal dengan istilah Generation gap. Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan peran penting pendidik PAK dalam menjembatani kesalahpahaman antar generasi dengan tujuan mengatasi stigma-stigma yang memicu konflik antara gen-boomer dengan gen-Z. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 peran guru pendidikan agama Kristen dalam mengatasi generation gap yaitu merancang pembelajaran PAK yang menarik dan relevan dan merancang kegiatan dialog antar generasi.