Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sawerigading

UNGKAPAN VERNAKULAR BAHASA INGGRIS-AMERIKA DALAM FILM 12 YEARS A SLAVE (English-American Vernacular Expression in the Movie ’12 Years A Slave’) Andi Indah Yulianti
SAWERIGADING Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i2.17

Abstract

Vernacular is uncodified language or unstandardized type of language which is used in daily conversation of informal situation. The purpose of this writing is to explain the forms of vernacular expression in AmericanEnglish in 12 Years A Slave which the script is written by John Ridley and directed by Steve McQueen. The movie is interesting to be observed because the dialogues in this movie consist of non-formal statements and deviated syntax. The vernacular expression discussed in this research is grammatical vernacular and lexical vernacular. The writer uses library research method by reading literatures related to vernacular language. The data obtained in this writing is dialogues in 12 Year A Slave. The writer transcripts spoken conversation from movie into written conversation then describes every situation happened in every dialogue. The vernacular expressions grammatically and lexically in the dialogues are mostly infringe the rules of English grammar. The grammar deviations appear grammatically, such as the deviation of copula be, the vanishing of copula be, the using of multi-negation, the vanishing of subject, the vanishing of auxiliary verb do in interrogative sentence, the deviation of auxiliary verbs do, the vanishing of be and the shortening of going to, and the vanishing of auxiliary verbs have. Meanwhile, the lexically deviations are variant of copula be + not, gunna as variant of going to, cain’t as a variant of the can + not, the linking sound, shortening of the word element, and a variety of lexical variation.
ANALISIS SISTEM APPRAISAL DALAM TEKS BERITA “GADUH SISTEM ZONASI” (KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL) (Analysis of Appraisal System in News Text “Gaduh Sistem Zonasi” (A Study of Systemic Functional Linguistics)) Dwiani Septiana; Andi Indah Yulianti
SAWERIGADING Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i2.868

Abstract

Abstract This study aims to identify the appraisal system in the news text "Gaduh Sistem Zonasi" published by Koran Sindo. Researchers analyze what appraisal systems appear in the news text, especially those related to affect, judgment, and appreciation, and see how the writer positions himself in his writing. The method used in this research is descriptive qualitative by using the equivalent technique, while the data analyzed is in the form of clauses related to the appraisal system. The study results indicate that there is a negative attitude towards the use of appreciation in the text; this shows that the news writers value the zoning system as a negative thing. However, there is also an appraisal in the form of affect and judgment in the text, which uses more positive affect and positive judgment. These can indicate that the news writer has a positive interest in showing the readers the zoning system's implementation.Keywords: appraisal system; news text; zoning system. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk  mengidentifikasi piranti apraisal yang terdapat pada teks berita “Gaduh Sistem Zonasi” yang dipublikasikan Koran Sindo. Peneliti menganalisis sistem appraisal apa saja yang muncul dalam teks berita tersebut, terutama yang berkaitan dengan affect, judgement, dan appreciation, serta melihat bagaimana penulis memosisikan dirinya di dalam tulisannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik padan, sedangkan data yang dianalisis berupa klausa-klausa yang berhubungan dengan sistem appraisal. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ditemukan bentuk sikap negatif penggunaan apresiasi di dalam teks, hal tersebut menunjukkan bahwa penulis berita lebih menilai sistem zonasi tersebut sebagai hal yang negatif. Namun, di dalam teks juga terdapat apraisal dalam bentuk afek dan penghakiman yang lebih banyak menggunkan afek positif dan penghakiman positif. Hal ini dapat menunjukkan bahwa penulis berita memiliki ketertarikan positif yang ingin ditunjukkan kepada pembaca tentang pemberlakuan sistem zonasi ini.Kata Kunci: sistem appraisal; teks berita; sistem zonasi. 
MAKNA PERIBAHASA DAYAK MAANYAN: KAJIAN SEMANTIK (Proverbs Meaning in Dayak Maanyan: a Semantic Study) Andi Indah Yulianti
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.166

Abstract

Budaya Dayak Maanyan tercermin dari bahasa yang digunakan serta peribahasa yang dimunculkan dalam tindak komunikasi. Penelitian ini akan menganalisis sisi semantik dalam peribahasa Dayak Maanyan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori semantik. Objek penelitian ini adalah peribahasa daerah yang berbahasa Dayak Maanyan.Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik kepustakaan, observasi di lapangan dan wawancara. Selanjutnya dalam pengolahan data, langkah dan kegiatan yang dilakukan adalah menyusun dan mengolah data yang terkumpul menurut topik-topik pembahasan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peribahasa Dayak Maanyan dikenal sebagai petatah-petitih yang mengandung nasihat, sindiran, pujian, dan bahasa-bahasa diplomatis yang sering digunakan dalam acara adat. Peribahasa Dayak Maanyan dalam penelitian ini mengungkapkan banyak hal tentang perilaku masyarakatnya.