Efi Yuliani
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Keuangan Inklusif terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Penggunaan Data Panel Level Provinsi di Indonesia Efi Yuliani
Musamus Journal of Economics Development Vol 3 No 1 (2020): MJED OKTOBER 2020
Publisher : Faculty Of Economics and Business, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/feb.v3i1.3889

Abstract

ABSTRAK Abstrak: Inklusi keuangan merupakan salah satu upaya yang digunakan pemerintah untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Literatur yang mengaitkan inklusi keuangan dengan pertumbuhan ekonomi sebagian besar menggunakan data time series atau fokus pada banyak negara. Penelitian ini menyoroti penggunaan data panel tingkat daerah untuk menguji pengaruh inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa provinsi di Indonesia selama periode 2015 hingga 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan inklusi keuangan dari aspek dimensi berupa jumlah rekening simpanan dari bank umum per 1.000 orang dewasa yang dikumpulkan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan menggunakan estimasi model panel fixed effecs, penelitian ini menemukan dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Studi ini juga melaporkan bahwa sumber daya manusia, kebijakan liberalisasi perdagangan, dan tingkat pengangguran berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pengeluaran pemerintah ditemukan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi. Estimasi ini mendukung pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan efisiensi lembaga keuangan, yang akan mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Kata kunci: inklusi keuangan, pertumbuhan ekonomi, analisis tingkat daerah Abstract: Financial inclusion is one of the methods used by the government to accelerate the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). Literatures that link financial inclusion with economic growth mostly use time series data or focuse on many countries. This study highlights the use of panel data of regional level to examine the effect of financial inclusion on economic growth in several provinces in Indonesia during the period 2015 to 2019. This study uses a financial inclusion approach from the dimension aspect in the form of the number of deposit accounts from commercial banks in proportion to 1.000 adults collected from Indonesia Deposit Insurance Corporation (IDIC). Using the Fixed Effecs Model panel estimation, this study found a positive impact of financial inclusion on economic growth. In addition, this study reports that human capital, trade liberalization policies, and the unemployment rate have contributed to economic growth. While government spending was found to be not statistically significant effect on economic growth. Our estimates support the Indonesian government to continue improving the efficiency of financial institutions, which will encourage financial inclusion and economic growth. Keywords: financial inclusion, economic growth, regional level analysis
Analisis pemuda neet (not in employment, education, or training) Putri Wahyu Handayani; Efi Yuliani
FORUM EKONOMI Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jfor.v24i2.10507

Abstract

Salah satu isu dunia internasional yang menjadi banyak perhatian adalah permasalahan Not in Employment, Education, or Training atau yang diasa disebut dengan NEET. Banyaknya pemuda yang berada dalam kelompok NEET secara tidak langsung menggambarkan besarnya potensi yang hilang yang dialami oleh negara, termasuk kegagalan pada sistem pendidikan, pasar kerja, dan interkoneksinya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik individu dan kondisi makro dimana individu tersebut tinggal terhadap probabilitas individu masuk ke kelompok NEET (berstatus NEET) di wilayah Sulawesi Barat. Menggunakan data Sakernas Agustus Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017 dengan metode analisis regresi logistik dan analisis cluster, penelitian ini mengungkap bahwa pemuda berstatus NEET cenderung akan terjadi pada perempuan yang berumur 20-24 tahun, tidak tamat sekolah dasar, dan telah menikah. Selain itu, hasil dari analisis cluster menunjukkan tingkat NEET tertinggi di Sulawesi Barat berada pada kabupaten dengan harapan lama sekolah dan pendapatan riil per kapita yang tertinggi dibanding kelompok/cluster lainnya dan memiliki tingkat pengangguran terbuka dan indikator kemiskinan (P0, P1, dan P2) yang terendah dibanding kelompok lainnya.
Analisis pemuda neet (not in employment, education, or training) Putri Wahyu Handayani; Efi Yuliani
FORUM EKONOMI Vol 24, No 2 (2022): April
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v24i2.10507

Abstract

Salah satu isu dunia internasional yang menjadi banyak perhatian adalah permasalahan Not in Employment, Education, or Training atau yang diasa disebut dengan NEET. Banyaknya pemuda yang berada dalam kelompok NEET secara tidak langsung menggambarkan besarnya potensi yang hilang yang dialami oleh negara, termasuk kegagalan pada sistem pendidikan, pasar kerja, dan interkoneksinya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi karakteristik individu dan kondisi makro dimana individu tersebut tinggal terhadap probabilitas individu masuk ke kelompok NEET (berstatus NEET) di wilayah Sulawesi Barat. Menggunakan data Sakernas Agustus Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017 dengan metode analisis regresi logistik dan analisis cluster, penelitian ini mengungkap bahwa pemuda berstatus NEET cenderung akan terjadi pada perempuan yang berumur 20-24 tahun, tidak tamat sekolah dasar, dan telah menikah. Selain itu, hasil dari analisis cluster menunjukkan tingkat NEET tertinggi di Sulawesi Barat berada pada kabupaten dengan harapan lama sekolah dan pendapatan riil per kapita yang tertinggi dibanding kelompok/cluster lainnya dan memiliki tingkat pengangguran terbuka dan indikator kemiskinan (P0, P1, dan P2) yang terendah dibanding kelompok lainnya.
Dampak Keuangan Inklusif terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Penggunaan Data Panel Level Provinsi di Indonesia Efi Yuliani
Musamus Journal of Economics Development Vol 3 No 1 (2020): Musamus Jurnal Of Economics Development
Publisher : Faculty Of Economics and Business, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/feb.v3i1.3889

Abstract

ABSTRAK Abstrak: Inklusi keuangan merupakan salah satu upaya yang digunakan pemerintah untuk mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Literatur yang mengaitkan inklusi keuangan dengan pertumbuhan ekonomi sebagian besar menggunakan data time series atau fokus pada banyak negara. Penelitian ini menyoroti penggunaan data panel tingkat daerah untuk menguji pengaruh inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi di beberapa provinsi di Indonesia selama periode 2015 hingga 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan inklusi keuangan dari aspek dimensi berupa jumlah rekening simpanan dari bank umum per 1.000 orang dewasa yang dikumpulkan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan menggunakan estimasi model panel fixed effecs, penelitian ini menemukan dampak positif inklusi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Studi ini juga melaporkan bahwa sumber daya manusia, kebijakan liberalisasi perdagangan, dan tingkat pengangguran berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pengeluaran pemerintah ditemukan tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi. Estimasi ini mendukung pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan efisiensi lembaga keuangan, yang akan mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Kata kunci: inklusi keuangan, pertumbuhan ekonomi, analisis tingkat daerah Abstract: Financial inclusion is one of the methods used by the government to accelerate the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs). Literatures that link financial inclusion with economic growth mostly use time series data or focuse on many countries. This study highlights the use of panel data of regional level to examine the effect of financial inclusion on economic growth in several provinces in Indonesia during the period 2015 to 2019. This study uses a financial inclusion approach from the dimension aspect in the form of the number of deposit accounts from commercial banks in proportion to 1.000 adults collected from Indonesia Deposit Insurance Corporation (IDIC). Using the Fixed Effecs Model panel estimation, this study found a positive impact of financial inclusion on economic growth. In addition, this study reports that human capital, trade liberalization policies, and the unemployment rate have contributed to economic growth. While government spending was found to be not statistically significant effect on economic growth. Our estimates support the Indonesian government to continue improving the efficiency of financial institutions, which will encourage financial inclusion and economic growth. Keywords: financial inclusion, economic growth, regional level analysis