Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Upaya Pengendalian Hipertensi Melalui Pendidikan Dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Masyarakat Metro Utara Kota Metro William Arisandi; Nur Sefa Arief Hermawan; Tubagus Erwin Nurdiansyah; Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 02 (2020): VOL 01 NO.02 OKTOBER 2020
Publisher : Universsitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, jantung dan stroke. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian premature di dunia. Menurut WHO (2019), dari total penduduk dunia, prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dan kurang dari seperlima penderita melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang dimiliki. Di Indonesia, hipertensi terus seiring menurunnya angka keberhasilan pengobatan dan pengetahuan yang kurang baik pada masyarakat.Puskesmas Purwosari, peningkatan kasus dan penurunan keberhasilan pengobatan penderita hipertensi disebabkan oleh kepatuhan, pengetahuan dan perilaku hidup penderita dan masyarakat yang kurang baik.Kegiatan pendidikan dan pelayanan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mewujudkan kemandirian masyarakat untuk mampu mengawasi kondisi kesehatanny, dengan mengenal berbagai gejala terkait hipertensi dan melatih masyarakat untuk langsung berkonsultasi dan mengunjungi puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat tindakan. Kegiatan pendidikan melalui metode ceramah dengan menampilkan materi melalui persentase pada sasaran kegiatan.Hasil kegiatan ditemui adanya perubahan pengetahuan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan dan pemberian konsultasi pada pelayanan kesehatan tentang bagaimana secara mandiiri masyarakat mengenal dan mengendalikan penyakit hipertensi.Kata Kunci : Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan
Studi Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Terhadap Penurunan AKI/AKB Di Kota Bandar Lampung Tahun 2019 Dian Utama Putri; William Arisandi
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHealth Operational Aid (BOK) had been utilized for the implementation of promotive and preventive services. This included maternal and child health improvement in the primary healthcare centers of Kudus district health office work area. However, maternal and child mortality  in  Bandar Lampung city  tended  to  increase.  The  study objective was  to explain  the utilization of Health Operational Aid in the maternal and child health improvement efforts in the primary healthcare centers of Bandar Lampung public health office. This was a qualitative study. This study compared utilization of BOK in high absorbing primary healthcare centers that succeeded in minimizing maternal and infant mortality cases and in low absorbing primary healthcare centers that did not succeed in minimizing maternal and infant mortality cases. Data were collected  through  in-depth  interview  to  main  informants  namely  the  head  of  primary healthcare centers, and triangulation informants namely maternal and child   health coordinator midwives and head of Bandar Lampung public health office. Content analysis was applied in the data analysis. Results  of  the  study  showed  that in the high absorbing primary healthcare centers that succeeded in   minimizing cases: understanding about health operational aid technical guideline was clear; implementation of activities was according to the reports; executors were involved  in a plan of action  formulation; and  there was  an evaluation on the activity implementation. In addition, in the success primary healthcare centers, it was found that executors of the activities arranged the completeness of supporting data; therefore, report making was not done only by the management team of primary healthcare center’ health operational aid. To be successful in  the health operational aid utilization for maternal and child health, application of a right management function in the primary healthcare center is needed. This management function includes planning, implementation and evaluation. Key words: utilization study, health operational aid, decrease in maternal and infant mortality rates , public health office.
Hubungan Jenis Kelamin Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Rematik Osteoporosis Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020 Satria Nandar Baharza; William Arisandi
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRematik adalah penyakit kelainan pada sendi yang menimbulkan nyeri dan kaku pada sistem muskulosketal. Di dunia, kejadian rematik mencapai 355 juta kasus. Sebesar 20% penderita rematik yaitu berusia > 55 tahun. Di Indonesia, rematik tahun 2018 sebesar 7,3%. Provinsi Lampung sebesar 12,3%. Puskemas Bumi Nabung terjadi 128 kasus tahun 2019.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kejadian rematik osteoporosis di wilayah kerja Puskesmas Bumi Nabung Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan case control. Populasi penelitian semua penderita rematik.Hasil menyatakan : ada hubungan jenis kelamin (p-value = 0,042), dan indeks massa tubuh (p-value = 0,028) dengan kejadian rematik osteoporosis pada lansia. Saran bagi keluarga lansia dapat memantau kondisi kesehatan lansia, mendukung program puskesmas dalam penyehatan lansia. Kata kunci : Rematik Osteoporosis, Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh
Pendidikan Gizi Dalam Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Pola Makan Serta Body Image Pada Siswa Remaja Di SMK Hampar Baiduri Maulinda Setyaningrum; Endang Budiati; William Arisandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.4937

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi banyak dijumpai pada usia remaja, diantaranya gizi lebih, obesitas, gizi kurang, anemia, pola makan yang salah dan sebagainya. Data Kecamatan Kalianda memiliki prevalensi 1,2% sangat kurus, 8,9% kurus, 88,5 normal, dan 1,4% gemuk. SMK Hampar Baiduri Kalianda dapatkan dari 125 siswi diketahui 47,2% remaja putri berstatus gizi kurus, 30,4% berstatus gizi normal, dan 22,4% remaja putri berstatus gizi overweight, informasi bahwa delapan siswi dari sepuluh orang siswa sulit menerima kondisi tubuh mereka. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pola Makan Serta Body Image Pada Siswa Remaja Di SMK Hampar Baiduri Kalianda Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis metode pendekatan one group pretest-posttest, kegiatan ini telah di lakukan di SMK Hampar Baiduri Kalianda pada bulan Mei-Juni tahun 2021. Jumlah peserta  adalah 33 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Diketahui rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 59,90 dan sesudah adalah 83,07. Rata-rata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 51,84 sikap sesudah adalah 72,50. Rata-rata body image sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 34,35 dan body image sesudah adalah 50,16. Saran Pihak sekolah bekerja sama dengan instansi kesehatan terkait misalnya Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang gizi dan kesehatan khususnya tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi bagi siswi SMK Hampar Baiduri. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap Pola Makan, Body Image, Siswa Remaja, Pendidikan Kesehatan    ABSTRACT Nutritional problems that are often encountered in adolescents include overnutrition, obesity, malnutrition, anemia, wrong diet, and so on. Data from Kalianda Regency has a prevalence of 1.2% very thin, 8.9% thin, 88.5 normal, and 1.4% obese. Hampar Baiduri Kalianda Vocational School was obtained from 125 students, it was known that 47.2% of adolescent girls were undernourished, 30.4% had normal nutritional status, and 22.4% of adolescent girls were overweight, information that eight students out of ten students found it difficult to accept their body condition. they. The purpose of the study was to determine the effect of nutrition education on knowledge and attitudes towards diet and body image among adolescent students of SMK Hampar Baiduri Kalianda in 2021. This study used a one-group pretest-posttest approach, this activity was carried out at SMK Hampar Baiduri Kalianda in May -June 2021. The number of participants is 33 people. Collecting data using a questionnaire. It is known that the average knowledge before being given health education is 59.90 and after it is 83.07. The average attitude before being given health education was 51.84 the attitude after that was 72.50. The average body image before being given health education was 34.35 and after body image was 50.16. Suggestions The school cooperates with related health offices such as the Puskesmas to provide counseling about nutrition and health, especially about factors related to nutritional status for students of SMK Hampar Baiduri. Keywords: Knowledge, Attitude of Eating Patterns, Body Image, Adolescent Students, Health Education
Studi Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Terhadap Penurunan AKI/AKB Di Kota Bandar Lampung Tahun 2019 Dian Utama Putri; William Arisandi
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractHealth Operational Aid (BOK) had been utilized for the implementation of promotive and preventive services. This included maternal and child health improvement in the primary healthcare centers of Kudus district health office work area. However, maternal and child mortality  in  Bandar Lampung city  tended  to  increase.  The  study objective was  to explain  the utilization of Health Operational Aid in the maternal and child health improvement efforts in the primary healthcare centers of Bandar Lampung public health office. This was a qualitative study. This study compared utilization of BOK in high absorbing primary healthcare centers that succeeded in minimizing maternal and infant mortality cases and in low absorbing primary healthcare centers that did not succeed in minimizing maternal and infant mortality cases. Data were collected  through  in-depth  interview  to  main  informants  namely  the  head  of  primary healthcare centers, and triangulation informants namely maternal and child   health coordinator midwives and head of Bandar Lampung public health office. Content analysis was applied in the data analysis. Results  of  the  study  showed  that in the high absorbing primary healthcare centers that succeeded in   minimizing cases: understanding about health operational aid technical guideline was clear; implementation of activities was according to the reports; executors were involved  in a plan of action  formulation; and  there was  an evaluation on the activity implementation. In addition, in the success primary healthcare centers, it was found that executors of the activities arranged the completeness of supporting data; therefore, report making was not done only by the management team of primary healthcare center’ health operational aid. To be successful in  the health operational aid utilization for maternal and child health, application of a right management function in the primary healthcare center is needed. This management function includes planning, implementation and evaluation. Key words: utilization study, health operational aid, decrease in maternal and infant mortality rates , public health office.
Hubungan Jenis Kelamin Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Rematik Osteoporosis Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Nabung Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2020 Satria Nandar Baharza; William Arisandi
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRematik adalah penyakit kelainan pada sendi yang menimbulkan nyeri dan kaku pada sistem muskulosketal. Di dunia, kejadian rematik mencapai 355 juta kasus. Sebesar 20% penderita rematik yaitu berusia 55 tahun. Di Indonesia, rematik tahun 2018 sebesar 7,3%. Provinsi Lampung sebesar 12,3%. Puskemas Bumi Nabung terjadi 128 kasus tahun 2019.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kejadian rematik osteoporosis di wilayah kerja Puskesmas Bumi Nabung Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan case control. Populasi penelitian semua penderita rematik.Hasil menyatakan : ada hubungan jenis kelamin (p-value = 0,042), dan indeks massa tubuh (p-value = 0,028) dengan kejadian rematik osteoporosis pada lansia. Saran bagi keluarga lansia dapat memantau kondisi kesehatan lansia, mendukung program puskesmas dalam penyehatan lansia. Kata kunci : Rematik Osteoporosis, Jenis Kelamin, Indeks Massa Tubuh
Upaya Pengendalian Hipertensi Melalui Pendidikan Dan Pemeriksaan Kesehatan Warga Masyarakat Metro Utara Kota Metro William Arisandi; Nur Sefa Arief Hermawan; Tubagus Erwin Nurdiansyah; Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 02 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal, jantung dan stroke. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian premature di dunia. Menurut WHO (2019), dari total penduduk dunia, prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dan kurang dari seperlima penderita melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah yang dimiliki. Di Indonesia, hipertensi terus seiring menurunnya angka keberhasilan pengobatan dan pengetahuan yang kurang baik pada masyarakat.Puskesmas Purwosari, peningkatan kasus dan penurunan keberhasilan pengobatan penderita hipertensi disebabkan oleh kepatuhan, pengetahuan dan perilaku hidup penderita dan masyarakat yang kurang baik.Kegiatan pendidikan dan pelayanan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mewujudkan kemandirian masyarakat untuk mampu mengawasi kondisi kesehatanny, dengan mengenal berbagai gejala terkait hipertensi dan melatih masyarakat untuk langsung berkonsultasi dan mengunjungi puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat tindakan. Kegiatan pendidikan melalui metode ceramah dengan menampilkan materi melalui persentase pada sasaran kegiatan.Hasil kegiatan ditemui adanya perubahan pengetahuan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan dan pemberian konsultasi pada pelayanan kesehatan tentang bagaimana secara mandiiri masyarakat mengenal dan mengendalikan penyakit hipertensi.Kata Kunci : Hipertensi, Pendidikan Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan
Budaya Keselamatan Perawat dengan Penerapan Keselamatan Pasien William Arisandi; M Nabil Dzaki; Aulia Rahman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4727

Abstract

Identifikasi pasien merupakan proses verifikasi identitas individu yang sangat penting untuk memastikan bahwa perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Hingga saat ini, masih ada perawat tidak melakukan identifikasi pasien, yang umumnya akan mengakibatkan kesalahan pengobatan, infeksi, kesalahan diagnostic yang merugikan pasien. Jenis penelitian kuantitatif, desain cross sectional, populasi penelitian seluruh perawat sebanyak 165 perawat dengan sampel 122 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil analisis, diketahui ada hubungan budaya keselamatan dengan penerapan keselamatan pasien dengan p-value 0,038. Rekomendasi, direktur dan jajaran pimpinan menyusun kebijakan dengan penguatan kemitraan dengan stakeholder dalam menerapkan budaya keselamatan, menerapkan sanksi bagi tenaga yang tidak menerapkan budaya keselamatan.
The Effect of Whatsapp Broadcast Media Education on Adolescents' Knowledge about Dental and Oral Health for Gingivitis Prevention Maya Ulpa; William Arisandi; Armen Patria
PROMOTOR Vol. 9 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i2.1945

Abstract

Dental The high prevalence of gingivitis among adolescents is influenced by limited health promotion at Puskesmas Labuhan Ratu, resulting in low knowledge of gingivitis prevention among adolescents. This study provides health education through Broadcast WhatsApp to improve adolescents’ knowledge. The intervention is expected to serve as an innovative model for health promotion at the Puskesmas and to reduce the risk of gingivitis among adolescents. At Puskesmas Labuhan Ratu, 55 cases of gingivitis were reported among adolescents from January to May 2025. This study aims to determine the effect of health education via Broadcast WhatsApp on increasing adolescents’ knowledge of gingivitis prevention. This research is a quantitative study using a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The study was conducted on July 10–20, 2025, in the working area of Labuhan Ratu Community Health Center. The population consisted of adolescents aged 14–18 years, with a Quota sampling of 40 participants selected using purposive sampling. The data collection instrument was a Google Form questionnaire distributed before and after the WhatsApp Broadcast educational intervention. Univariate analysis results showed an increase in the average knowledge score from 11.45 to 17.08. Bivariate analysis using the Paired Sample T-Test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant effect between before and after the WhatsApp Broadcast education. The findings show that health education via Broadcast WhatsApp is effective in improving adolescents’ knowledge of gingivitis prevention. Broadcast WhatsApp can serve as an effective digital strategy in health promotion programs, particularly to enhance knowledge and preventive behaviors regarding gingivitis among adolescents.
The Relationship of Knowledge and (Fathers’) Smoking Habits with the Incidence of Pneumonia in Toddlers in the Working Area of Penengahan Community Health Center, South Lampung, 2025 Mia Yunita; Nur Sefa Arief Hermawan; William Arisandi
PROMOTOR Vol. 9 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i2.1992

Abstract

Pneumonia remains one of the leading causes of mortality among children worldwide, including in Indonesia. One of the contributing factors to the high incidence of pneumonia in children is the low level of knowledge among parents and the prevalence of smoking habits, especially among fathers within the household. This study aimed to examine the relationship between fathers’ knowledge and smoking habits with the incidence of pneumonia in toddlers in the working area of the Penengahan Health Center, South Lampung Regency, in 2025. This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The study population included all fathers of toddlers diagnosed with pneumonia within the Penengahan Health Center service area. A purposive sampling technique was applied to select respondents, and data were collected using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data analysis consisted of univariate and bivariate methods, with the chi-square test used to determine the significance of relationships. The results revealed a significant association between the level of fathers’ knowledge and the incidence of pneumonia in toddlers (p-value < 0.05). Similarly, there was a significant relationship between fathers’ smoking habits and the occurrence of pneumonia in toddlers (p-value < 0.05). In conclusion, this study highlights that both knowledge and smoking behavior of fathers are significantly related to the incidence of pneumonia among toddlers. The findings emphasize the importance of continuous education and health counseling programs directed at parents, particularly fathers, to increase awareness, improve knowledge, and reduce smoking behavior in the household. Strengthening these preventive efforts is expected to contribute to reducing the burden of pneumonia in young children.