This Author published in this journals
All Journal JURNAL WALENNAE
nfn Muhaeminah
Balai Arkeologi Sulawesi Selatan

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SITUS BACUKIKI DI KOTA PARE-PARE: PELUANG PEMANFAATAN SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 12 No 2 (2010)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3672.386 KB) | DOI: 10.24832/wln.v12i2.239

Abstract

The history revealed that The Kingdom of Bacukiki, Parepare (now is a part of South Sulawesi was visited by Portuguese ships around XVI century in the same period with Suppa, Alitta, Sidenreng and Siang Kingdom. Nowadays, the ex-river harbour called "Soreang padangkange" not far from the ex-market "lontange" still can be seen. According to locale's information, the "Lontange" market was the place to manages goods from abroad. Based on the research conducted by Balai Arkeologi Makassar, the maket site "Lontange" had been used as a trading activities and a number of ancient coin from XVI till XVIII century also found there. Another archaeological remains found are the Bacukiki Kingdom Burial Site and also an ancient mosque. Besides, there also found a sacred ceremonial place where "Tolotang" beliefers celebrate an annual ceremony which located at Buluroang, the top of mount Bacukiki. The precence of Bacukiki site, hoped can be developed as one of the cultural tourism object.Sejarah mengungkapkan bahwa Kerajaan Bacukiki, Parepare dikunjungi oleh kapal-kapal Portugis sekitar abad XVI pada periode yang sama dengan Kerajaan Suppa, Alitta, Sidenreng dan Siang). Saat ini, pelabuhan bekas sungai bernama "Soreang padangkange "tidak jauh dari bekas pasar" lontange "masih dapat dilihat. Menurut informasi lokal, pasar" Lontange "adalah tempat untuk mengelola barang dari luar negeri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Makassar, situs pembuat" Lontange "telah digunakan sebagai kegiatan perdagangan dan sejumlah koin kuno dari abad XVI hingga XVIII juga ditemukan di sana. Sisa-sisa arkeologis lain yang ditemukan adalah Situs Pemakaman Kerajaan Bacukiki dan juga sebuah masjid kuno. Selain itu, juga terdapat tempat upacara sakral di mana Para penganut agama "Tolotang" merayakan upacara tahunan yang berlokasi di Buluroang, puncak gunung Bacukiki, yang menjadi lokasi sebelum situs Bacukiki, diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu objek wisata budaya.
TEKS KUNA UNTUK KEPENTINGAN ANALISIS KRONOLOGI nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 13 No 2 (2011)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3002.375 KB) | DOI: 10.24832/wln.v13i2.270

Abstract

Dalam penelitian arkeologi, teks kuna yang dapat dijadikan sebagai media informasi yang sangat penting dan dapat diperlukan untuk mengungkapkan situs-situs penting yang akan diteliti dan dapat membantu melacak situs, melalui toponim-toponim yang ada untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi. Angka tahun yang tertera pada benda seperti daun lontar, bangunan makam kuna, masjid, mata uang keramik stempel dll, dalam hal ini angka tahun tersebut dapat mengetahui kronologi situs yang berkaitan dengan konteks temuan lainnya.In archaeological research, ancient text can be used as crucial information media. It is also required to reveal important researched sites and to support sites tracking through available toponymses in exploration activity. Digit year written on objects like palm leaves, papers, ancient graveyard, ancient mosques, cur­rency, ceramics, stamps, etc. The digit year tells about the chronological sites related to the other finding context.
NASKAH KUNO DARI KESULTANAN BUTON, SULAWESI TENGGARA: IDENTIFIKASI AWAL nfn Muhaeminah; nfn Sarjiyanto
WalennaE Vol 1 No 1 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3873.186 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i1.303

Abstract

Tulisan ini mencoba menyajikan hasil penelitian awal dengan memfokuskan perhatian pada potensi tinggalan naskah dari kesultanan Buton, dengan mengidentifikasinya berdasarkan aspek fisik dan kandungan teksnya secara umum. Adapun metode yang digunakan yaitu observasi berupa deskripsi naskah. Dari hasil kajian terhadap beberapa naskah kuno islam dari kesultanan Buton, secara umum dapat di identifikasi bahwa naskah-naskah tersebut berisi do’a, syair, jimat, mantra dan ajaran-ajaran agama dimana dari analisis terhadap atribut fikik dapat diketahui kronologi relatif, sumber kertas naskah, tempat produksi kertas naskah dan kontak-kontak budaya yang pernah terjadi terkait naskah tersebut antara Kesultanan Buton dengan dunia luar.