Ahmadi Ahmadi
Institut Islam Studies Muhammadiyah Pacitan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN MENGHAFAL AL QUR’AN DAN MUFRADAT DASAR PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE TALLAQI Septyana Tentiasih; Ahmadi Ahmadi
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2021): September
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.672

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan pembelajaran yang dapat dilakukan diberbagai kalangan usia. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0 sampai 8 tahun. Usia dini merupakan usia emas dalam pembentuka karakter dan akhlak pada anak. Pembekalan hafalan Al-Qur’an sejak dini dapat digunakan sebagai bekal dan pegangan anak dalam menghadapi tantangan di dunia ini. Hafalan Alqur'an adalah pembelajaran yang dapat dilakukan pada kelompok umur yang berbeda. Metode ini dapat dilakukan dalam pelatihan formal dan non-formal, bahkan dapat terjadi di rumah. Kerugian dari metode ini tidak digunakan pada banyak siswa. Pembelajaran menghafal Al-Qur’an dan Mufradat dasar menggunakan metode tallaqi dimana seorang guru atau orangtua merupakan sentral dalam menghafal. Seorang guru atau orangtua membaca ayat Al-Qur’an dan Mufradat secara berulang-ulang kemudian anak atau murid menirukan sambil menghafalnya. Kelebihan metode tallaqi adalah adanya kedekatan secara emosional antara guru dan murid dalam pembelajaran menghafal sekaligus meniru. Selain itu, dalam metode ini satu orang guru hanya dapat memegang satu atau dua anak saja, jadi memudahkan seorang guru untuk mengoreksi bacaan Al-Qur’an dan Mufradat dasar ketika menghafal sangat mudah untuk di praktekkan. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat diterapkan dalam murid yang jumlahnya banyak.
PRAKTEK PENDIDIKAN KEAGAMAAN POPULAR DAN ARABISASI UNGKAPAN Ahmadi Ahmadi; Rizal Al Hamid
At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 9 No 2 (2020): At Tajdid
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.376 KB)

Abstract

In responding to popular religious practices, some Muslims are accepting and some others reject them. The tendency to reject popular religious practices gave rise to religious purification movements and their followers are referred to as puritan Islam. The argument that is used as an excuse in an effort to reject popular religious practices is bid'ah. Among the figures who used the concept of bid'ah to highlight popular religious practice were Ibn Taymiyah (d. 1328) and Muhammad bin 'Abd al-Wahhab (d. 1791). This study seeks to present the views of the two figures above. By using the literature study approach, the results of this study indicate that according to them both, popular religious practice is included in the category of heresy because it never existed in the early days of Islam and was not found in the Koran and Hadith, but is a legacy of religious teachings before Islam.
PEMBELAJARAN MENGHAFAL AL QUR’AN DAN MUFRADAT DASAR PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE TALLAQI Septyana Tentiasih; Ahmadi Ahmadi
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.672

Abstract

Menghafal Al-Qur’an merupakan pembelajaran yang dapat dilakukan diberbagai kalangan usia. Anak usia dini merupakan anak yang berusia 0 sampai 8 tahun. Usia dini merupakan usia emas dalam pembentuka karakter dan akhlak pada anak. Pembekalan hafalan Al-Qur’an sejak dini dapat digunakan sebagai bekal dan pegangan anak dalam menghadapi tantangan di dunia ini. Hafalan Alqur'an adalah pembelajaran yang dapat dilakukan pada kelompok umur yang berbeda. Metode ini dapat dilakukan dalam pelatihan formal dan non-formal, bahkan dapat terjadi di rumah. Kerugian dari metode ini tidak digunakan pada banyak siswa. Pembelajaran menghafal Al-Qur’an dan Mufradat dasar menggunakan metode tallaqi dimana seorang guru atau orangtua merupakan sentral dalam menghafal. Seorang guru atau orangtua membaca ayat Al-Qur’an dan Mufradat secara berulang-ulang kemudian anak atau murid menirukan sambil menghafalnya. Kelebihan metode tallaqi adalah adanya kedekatan secara emosional antara guru dan murid dalam pembelajaran menghafal sekaligus meniru. Selain itu, dalam metode ini satu orang guru hanya dapat memegang satu atau dua anak saja, jadi memudahkan seorang guru untuk mengoreksi bacaan Al-Qur’an dan Mufradat dasar ketika menghafal sangat mudah untuk di praktekkan. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat diterapkan dalam murid yang jumlahnya banyak.