Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Supervisi Kepala Sekolah dalam Rangka Pengembangan Kompetensi Profesional Guru di SMAIT Al Huda Wonogiri Sigit Kuncoro; Nur Kolis
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 1 No. 02 (2021): Excelencia : Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v1i02.197

Abstract

Pengembangan kompetensi profesional guru merupakan suatu keharusan, mengingat guru merupakan garda terdepan dalam pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus Karena penelitian ini mempunyai latar subjek suatu kejadian di SMAIT AL Huda Wonogiri. Data bersumber dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah teknik supervisi yang digunakan oleh kepala SMAIT Al Huda yaitu teknik supervisi perseorangan meliputi kunjungan kelas virtual, observasi kelas dan kroscek kepada siswa. Serta teknik supervisi kelompok meliputi rapat dan mengadakan diskusi kelompok. Usaha pengembangan kompetensi profesional guru yaitu peningkatan kompetensi profesional guru dalam merencanakan pembelajaran, peningkatan kompetensi profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kompetensi profesional guru dalam evaluasi pembelajaran. Sedangkan usaha pengembangan kompetensi profesional guru yaitu kajian pekanan, pembinaan hari senin, upgrading, penilaian kinerja guru (PKG), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kendala yang dihadapi dalam supervisi kepala SMAIT AL Huda Wonogiri yaitu tidak mengetahui langsung kondisi siswa, jaringan internet, tidak mengetahui respon siswa secara maksimal. Hasil supervisi dilakukan kepada 2 guru yaitu ustadzah Putri Ratna Juwita, M.Pd. mendapat skor 49 dari skor maksimal 52 artinya sangat baik, sedangkan ustadzah Asritami Sinta Hapsari S.E. mendapat Skor 44 dari skor maksimal 52 artinya baik.
Gaya Pengambilan Keputusan dalam Lembaga Pendidikan Islam: Studi Atas Perilaku Pengelola Lembaga Pendidikan Islam Luluk Fuadah; Nur Kolis
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 3 No. 01 (2023): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v3i01.1480

Abstract

Pengambilan keputusan merupakan suatu proses menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan untuk menyelesaikan masalah. Dalam menentukan keputusan, setiap individu atau kelompok memiliki gaya yang berbeda-beda. Gaya dalam pengambilan keputusan meliputi gaya direktif, gaya analitik, gaya konseptual, dan gaya perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana gaya pengambilan keputusan yang ada di MTs AL-Mukarrom, Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian di MTs Al-Mukarrom dengan responden Guru sejumlah 35 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Instrument mengumpulan data menggunakan lembar kuisioner gaya pengambilan keputusan. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Adapun teknik keabsahan data dilihat menggunakan ketekunan dalam mengamati, triangulasi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pengambilan keputusan di MTs Al-Mukarrom menggunakan kombinasi antara gaya perilaku dan gaya direktif.
The Implication of the Sima’an Ahad Pahing on the Qur'an Memorization at PPTQ Al-Hasan Ponorogo Roni Susanto; Wahyu Widodo; Nur Kolis
Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan Vol 18 No 2 (2023): Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/adabiya.v18i2.2396

Abstract

The digital era leaves problems of credibility and authenticity for those who memorize the Qur'an. The question of credibility could be seen by the decrease in the quality of reading, such as makharij and tajwid. In contrast, the question of authentication is evidenced by the low quality of students' memorization. This study aims to discuss the implications of the Sima’an Ahad Pahing activity on students’ memorization at PPTQ Al-Hasan Ponorogo. This study departs from cognitive, affective, and psychomotoric problems with the reinforcement of the psychological theory of behaviorism developed by John Watson. This study uses a qualitative method with a psychological approach. Data sources were obtained through interviews with 1 kiai, 4 ustadz, and 5 students. The analysis used in this study is Huberman & Saldana, which includes three steps, namely data compaction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that implicitly the Sima’an at PPTQ Al-Hasan Ponorogo provided a new method for maintaining the credibility and authenticity of the students' memorization.
PENGEMBANGAN MADRASAH PERSPEKTIF BLUE OCEAN STRATEGY MTs ALISLAM JORESAN PONOROGO Mufid Ahsan Rofiqi; Nur Kolis
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2020): EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.963 KB) | DOI: 10.62775/edukasia.v1i2.23

Abstract

Abstrak: One of the institutions is MTs Al-Islam Joresan which has experienced an increase in interest over a period of 4 years, when several institutions are competing to slam prices, is considered successful in carrying out its strategy.The researcher wants to know the MTs Al Islam strategy when it is read qualitatively descriptive with a blue ocean strategy (BOS) perspective. First, what is the formulation and implementation of BOS? Second, what is the focus of the institution if seen from the principles of ERRC (eliminate, reduce, raise, create)? Based on the data collected and analyzed, it can be seen that the first MTs Al-Islam Institutions have carried out the strategy formulation stage and implemented it according to the perspective of the Blue Ocean Strategy. Second MTs Al-Islam institutions have carried out the principles of Eliminate, reduce, and raise, and have not implemented the principle of create. Abstrak: Salah satu lembaga MTs Al-Islam Joresan yang mengalami kenaikan peminat selama kurun waktu 4 tahun, disaat beberapa lembaga berlomba membanting harga, dianggap sukses menjalankan strateginya. Penelitian kualitatif ini ingin menganalisis strategi MTs Al Islam dalam mengembangkan madrasah dengan perspektif blue ocean strategy (BOS), yang meliputi syarat perumusan dan fokusya dalam perpektif BOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga MTs Al-Islam telah memenuhi syarat Blue Ocean strategy; yaitu: fokus pada kurva lembaganya, divergensi( gerak menjauh dari persaingan), serta memiliki motto yang memikat (Merawat Tradisi Dan Merespon Modernisai). Lembaga MTs Al-Islam telah melakukan tahapan perumusan strategy serta meng-implementasikan nya menurut perspektf Blue Ocean Strategy. lembaga MTs Al-Islam telah melakukan prinsip Eliminate, reduce, dan raise, serta belum menjalankan prinsip create.
Kebijakan Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia Oktiya Hayyu Liyandani; Nur Kolis
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2021): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v2i2.44

Abstract

Abstract: Islamic Religious Education in Indonesia has developed since the Dutch colonial era. At that time Islamic education was carried out halaqah between “kyai” and “santri”. In the land of Islamic education institutions are called “pawiyatan”, which contains ki ajar and cantrik. All religious lessons are derived from the study of the yellow book. In the current era of Islamic Religious Education has been recognized as a sub-part of national education, but in public schools Islamic religious education every week is only given 2 hours of lessons, so religious education especially about ethics and morals does not have much effect on the formation of the religious character of students. This research uses a library research approach with data retrieval through investigation of books, literature, notes, and reports related to research problems to be solved. Therefore, this research is only limited to the discussion of Islamic Education Policy in Indonesia. Abstrak: Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia telah berkembang sejak masa kolonial Belanda. Pada masa tersebut pendidikan islam dilaksanakan secara halaqoh antara kyai dan santri. Ditanah jawa lembaga pendidikan islam disebut dengan pawiyatan, yang didalamnya terdapat ki ajar dan cantrik. Semua pelajaran agama bersumber dari kajian kitab kuning. Pada era sekarang Pendidikan Keagamaan Islam telah diakui menjadi sub bagian dari pendidikan nasional, namun di sekolah negeri pendidikan agama Islam setiap minggunya hanya diberikan 2 jam pelajaran, sehingga pendidikan agama terutama tentang etika dan akhlak tidak terlalu berpengaruh terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan pengambilan data melalui penyelidikan terhadap buku, literatur, catatan maupun laporan yang berhubungan dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Oleh karena itu, penelitian ini hanya dibatasi pada pembahasan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia.
Kepemimpinan Pembelajaran Guru Penggerak Dalam Program Merdeka Belajar Binti Masruroh; Nur Kolis
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. 01 (2024): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v4i01.3030

Abstract

The Ministry of Education's policy of Merdeka Belajar Guru Penggerak as a manifestation of the government's efforts to improve the quality of learning which is oriented towards improving the process and learning outcomes of students, so the strategic step taken is to provide education and training for teachers in the form of professional development through training and mentoring that focuses on learning leadership in the transformation of the educational ecosystem to realize the profile of Pancasila students. The initial condition of understanding of teachers in Garuda Kindergarten and Tunas Bangsa PKK Kindergarten does not understand the meaning and competence of learning leaders which is the focus of training and mentoring organized by the Ministry of Education and teachers do not fully understand the meaning of independent learning and the use of the environment and so far training for teachers has been centralized on the role of supervisors so that the meaning of independent learning is still very limited. The objectives of this study are: 1) to find out the characteristics of the learning leadership of the driving teacher in the independent learning program, 2) to find out the competence of the driving teacher and 3) to see the impact of the driving teacher's learning leadership for Garuda Kindergarten and PKK Tunas Bangsa Kindergarten. The method used in this research is a qualitative method with a multisite study research type. Data collection was done through interviews, observation, and documentation. While data analysis techniques through data collection, data condensation, data presentation, and conclusion making. The results of the study show: 1) The learning leadership of the lead teacher in Garuda Kindergarten and Tunas Bangsa PKK Kindergarten has the ability to set goals, utilize strategic resources, be able to assist in planning and evaluating teaching, promote the education unit and participate in learning and teacher development and ensure an environment that supports teacher development, 2) the lead teacher in Garuda Kindergarten and Tunas Bangsa PKK Kindergarten mastered the core competencies of the lead teacher program direction, namely developing self and others, leading learning, leading school management, and leading school development, 3) the learning leadership of the lead teacher in Garuda Kindergarten and Tunas Bangsa PKK Kindergarten has a good impact on the implementation of the independent learning independent play curriculum in accordance with the objectives of early childhood education.
Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Gerakan Literasi di MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Arif Zein Rifai; Nur Kolis
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 5 No. 1 (2025): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v5i01.3172

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi manajerial kepala madrasah dalam gerakaan literasi sekolah, penerapan kompetensi manajerial dalam pengelolaan gerakan literasi dan dampak dari kompetensi kepala madrasah terhadap pengelolaan gerakan literasi. Penelitian ini dilakukan di MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian Analisis data dalam menggunakan triagulasi data yang dimulai dari reduksi data, data display (penyajian data dalam bentuk uraian sinkat) dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu 4 kompetensi manajerial yang dimiliki kepala madrasah dalam tahap persiapan, pelaksanaa, pemantauan atau evaluasi dan tindak lanjut berdasarkan kompetensi manajerial kepala madrasah menurut Permendiknas No. 13 Tahun 2007. Dalam penerapan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam pengelolaan gerakan literasi terdapat pengeloaan persiapan melalui rapat koodinasi, pembentukan tim literasi, penyediaan sarana dan prasarana dan sosialiasi, pengelolaan pelaksanaan terdapat kegiatan pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran, pengelolaan pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh kepala madrasah, tim litersi dan guru, pengelolaan tindak lanjut adanya laporan terhadap wali siswa, sanksi dan apresiasi. Dampak dari kompetensi manajerial dalam pengelolaan gerakan literasi yakni peningkatan motivasi membaca dan prestasi siswa serta tim literasi progam kerjanya lebih terencana, terarah, terkelola dan terpantau.