Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Inkubator Wirausaha Baru Agribisnis Peternakan dan Perikanan di Universitas Muhammadiyah Malang Adi Sutanto; Wahyu Widodo; Ahmad Yani; Suyatno Suyatno
Jurnal Dedikasi Vol. 7 (2010): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v7i0.481

Abstract

Inkubator Wirausaha Baru Agribisnis Peternakan dan Perikanan UMM telah melaksanakan kegiatan tahun II, beberapa kemajuan telah dicapai berkat dukungan dan para alumni yang telah mandiri dalam usaha serta mitra pengusaha. Tujuan utama dibentuknya Inkubator Wirausaha Baru Agribisnis Peternakan dan Perikanan UMM telah mampu mendorong berkembangnya minat dari mahasiswa peternakan dan perikanan serta alumni baru lulus untuk belajar berwirausaha hingga merintis usàha. Hal ini ditunjukkan oleh makin meningkatnya calon peserta inwub dari tahun I sebanyak 5 kelompok usaha menjadi 11 calon peserta inwub pada tahun II dan didanai sebanyak S kelompok usaha.Pelaksanaan inwub tahun II dimulai pada bulan April 2010 dan berakhir bulan Oktober 2010, dengan usaha yang telah diperluas baik bidang peternakan maupun perikanan. Dari 5 kelompok usaha yang ada, 3 kelompok usaha akan melanjutkan kegiatan usahanya dan tetap mendapatkan pendampingan dari inwub UMM baik terkait dengan bimbingan teknis maupun peningkatan sumber daya manusia kelompok usaha serta penyempurnaan dan penguatan kelembagaan kelompok usaha. Rekomendasi keberlanjutan program kegiatan Inwub tahun III sebagai berikut: 1. Meningkatkan SDM kelompok-kelompok usaha wirausaha baru melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan. 2. Calon Wirausaha baru tidak hanya pada mahasiswa tingkat akhir dan alumni baru lulus, tetapi diberi kesempatan yang sama kepada mahasiswa — mahasiswa semester III s/d V, guna memberikan pengalaman usaha secara dini. 3. Inwub memperluas bidang usaha guna memberikan kesempatan kepada semua mabasiswa UMM yang memiliki minat yang baru untuk merintis usaha.
INKUBA INKUBATOR TOR WIRAUSAHA BARU AGRIBISNIS PERUNGGASAN DI UNIVERSIT UNIVERSITAS AS MUHAMMADIY MUHAMMADIYAH AH MALANG Wahyu Widodo
Jurnal Dedikasi Vol. 6 (2009): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v6i0.782

Abstract

Masalah utama yang dikeluhkan para mahasiswa dan alumni JurusanPeternakan adalah masa tunggu yang terlalu lama, disisi lain alumni sendirikurang percaya diri dalam memulai atau merintis usaha mandiri. Untuk itulahJurusan Peternakan UMM sebagai lembaga yang bertanggungjawab penuh dengananak didiknya telah memformat untuk mencetak lulusan sarjana peternakan yangprofesional di bidang kewirausahaan melalui Inkubator Wirausaha BaruPerunggasan.Tujuan utama yang ingin dicapai dalam program Inkubator Wirausaha AgribisnisPerunggasan adalah menciptakan Usaha Kecil Menengah di bidang agribisnisperunggasan yang mandiri khususnya bagi para mahasiswa yang masih aktif danlulusan baru sarjana peternakan.Tingkat keberhasilan program Inkubator Wirausaha Agribisnis PerunggasanUMM diukur dari peningkatan jumlah usaha baru bagi mahasiswa aktif di bidangperunggasan di dalam kampus (in wall) dan luar kampus (out wall).INWUB Perunggasan di Jurusan Peternakan tahun I di mulai pada awal bulan April2008 dan berakhir bulan Oktober 2008 ini diikuti oleh 3 kelompok usaha mahasiswa.Hasil evaluasi dari tahun pertama, maka perlu penyempurnaan pelaksanaan kegiatanINWUB tahun ke II sebagai berikut :1. Menyempurnakan bentuk pola kemitraan antara Inti (lembaga INWUB besertaalumni pengusaha) dan plasma (mahasiswa dan alumni yang baru lulus )melalui peningkatkan pelayanan jasa tidak hanya pinjaman modal, pelatihannamun juga menyediakan sarana lainnya seperti obat-obatan, pakan, bibit danpemasaran hasil.2. INWUB perlu memperluas bidang usaha tidak terkotak hanya perunggasannamun semua ternak bisa dijangkau oleh lembaga INWUB3. Peserta INWUB kedepan tidak terbatas pada mahasiswa tingkat akhir namunjuga semua tingkatan semester, semakin dini mahasiswa ikut INWUB semakinlama mereka mendapat pengalaman usaha.4. Mengoptimalkan fungsi kandang, RPA dan Pabrik mini pakan ternak sertafasilitas lainnya untuk usaha yang dibina dosen melalui u-Uji ataupunmahasiswa usaha melalui PKMK.Rekomendasi kelanjutan program kegiatan INWUB Tahun ke 2 sebagai berikut:1. Menjalin kerjasama dengan perusahaan ataupun alumni yang terkait sepertipabrik pakan unggas dan obat obatan untuk kontrak pembelian di awal baikbibit, pakan maupun obat-obatan, dengan demikian peserta INWUB tidak lagimembeli bibit ,pakan dan obat obat di pengecer (Poultry Shop) namun cukupdengan Lembaga INWUB Jurusan peternakan.2. Menjalin kerjasama dengan alumni yang sudah berhasil dalam usaha peternakandengan peserta INWUB, dengan demikian pembelian pakan, bibit dan obatobatan akan di suplai oleh alumni.3. Melatih kemampuan peserta INWUB dalam menyusun ransum sendiri ataumencampur pakan pabrik dengan ransum buatan sendiri.4. Memperbanyak jumlah kelompok usaha sebagai Peserta INWUB.5. Memperluas bidang usaha tidak hanya perunggasan namun multi-disiplinerdan lintas fakultas6. Mengembangkan dana INWUB melalui Unit Usaha jasa Industri Pakan,industri Rumah potongan Ayam dan Olahannya serta usaha budidaya ayampedaging dan ternak lainnya.Kata Kunci: Inkubator Wirausaha Baru, Agribisnis Perunggasan
Pengaruh Pemanasan Sekilas pada Telur Ayam Konsumsi terhadap Daya Tahan Penyimpanan Wahyu Widodo
Buletin Peternakan Vol 11, No 2 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (2) September 1987
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v11i2.1793

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
EFEKTIFITAS SENAM KAKI DALAM MENINGKATKAN SIRKULASI TUNGKAI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Wahyu Widodo; Ahmad Muzaky
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 5 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.958 KB)

Abstract

Data Internatonal Diabetes Federation (IDF) tingkat prevalensi global penderita DM pada tahun 2014 sebesar 8,4 % dari populasi penduduk dunia dan diperkirakan pada tahun 2035 jumlah insiden DM akan mengalami peningkatan menjadi 55% (592 juta). Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap penderita diabetes mellitus tentang pencegahan luka kaki diabetik. Metode penelitian dilakukan quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pretest postest. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang menjadi anggota prolanis tahun 2017 sebanyak 68 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling mendapatkan sampel penelitian sejumlah 29 orang. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bragolan Purwodadi pada bulan Mei-Juli 2017. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Sphygmomanometer dan stetoscope yang diukur pada kondisi pre dan post intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired t test. Hasil penelitian ada perbedaan rata-rata sirkulasi darah sebelum dan setelah dilakukan senam kaki pada pasien Diabetes Melitus (p value: 0,0001). Bagi perawat hendaknya dapat membuat prosedur tetap senam kaki kepada pasien diabetes melitus secara teratur 3-5 kali seminggu sesuai dengan status kesegaran jasmani pasien karena dapat meningkatkan sirkulasi darah kaki dan dapat mencegah kaki diabetik. Kata kunci: senam kaki, diabetes, sirkulasi tungkai ABSTRACT Internatonal Diabetes Federation (IDF) data on the global prevalence rate of DM patients in 2014 amounted to 8.4% of the world population and it is estimated that in 2035 the number of incidents of DM will increase to 55% (592 million) among people. Foot exercises are activities or exercises carried out by patients with diabetes mellitus to prevent injuries and help blood circulation in the legs. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of health education on increasing the knowledge and attitudes of people with diabetes mellitus about prevention of diabetic foot injuries. The research method was quasi-experimental using the one group pretest posttest design. The population of this study was diabetes mellitus patients who became prolanis members in 2017 as many as 68 people. The sampling technique in this study was purposive sampling getting a sample of 29 people. The study was conducted at the Bragolan Purwodadi Health Center in May-July 2017. Data was collected using a Sphygmomanometer and stethoscope measured in pre and post intervention conditions. Data analysis was performed by paired t test. The results of this study were differences in the average blood circulation before and after foot exercises in patients with Diabetes Mellitus who were treated (p value: 0,0001). For nurses, they should be able to make regular foot gymnastics procedures for patients with diabetes mellitus regularly 3-5 times a week according to the patient's physical fitness status because it can improve blood circulation of the foot and can prevent diabetic foot. Key words: foot exercise, diabetes, leg circulation
PERAN DAN FUNGSI DPD RI DALAM RANGKA MENUJU SISTEM BIKAMERAL YANG EFEKTIF MELALUI AMANDEMEN UUD 1945 KE-5 Wahyu Widodo
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v1i2.1462

Abstract

An important aspect in the process of Indonesia's transition to democracy is in the field of constitutional reforms set out in the 1945 Constitution amendment One of the important change is in the form of a new state agency called the Regional Representative Council (DPD). Since the amendment, Indonesian parliamentary system has changed from a system of unicameral to a bicameral system. Manifestations of this institution has awakened hope that the local community problems of the region can be fought at the national level. However, if the note functions, powers and duties set out in Article 22 D the 1945 Constitution and Act 22 of 2003 concerning the composition and position of the MPR, Parliament, DPD and local parliament, then raised a lot of assumptions that are functions of the Regional Representative Council can represent regional interests. DPD is not only serves as a counseling board autonomy, does not serve as the country's legislature adopts a bicameral. Amendments to the Constitution of 1945 is the main road to strengthen the position of this institution as the legislature to assist the Parliament.
POI'ULASI KALONG Dl KEBUN RAYA BOGOR DAN PERMASALAHANNYA Wahyu Widodo
ZOO INDONESIA No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i14.2401

Abstract

Abstrak
STRATEGI PERGURUAN TINGGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA Wahyu Widodo; Maryadi Maryadi
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i2 Juli.463

Abstract

?é?á The globalication are demans the increasing quality of the human resources so that they are able to play an active and productive role by taking the education in all fields and levels into the first priority. The hight learning institution as on institution which develops vision and mission to promote the human resource has the main role and strategie position. The logical consequence of this is that university must be able to carry out and to complete that vision and mission successfully, so that the quality of the human resources can increase significantly which is in accordance wich the demand development of the era, which can accommodate the kocal initiatives, nasional interest and global funcsion. ?é?á ?é?á Kata ?óÔé¼ÔÇ£ kata kunci : Era global, Partisipasi Pendidikan, Kebijakan, Strategi
KINERJA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK DALAM KERANGKA RESOSIALISASI NAPI ANAK Wahyu Widodo
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 2 Juli (2010): MIL
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i2 Juli.464

Abstract

Dimanapun yang namanya anak, adalah sosok manusia tidak hanya merupakan harapan orangtua yang melahirkannya, tetapi juga merupakan generasi muda, yang peran sertanya sangat dharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan Negara. Bertitik tolak dari eksistensi anak yang demikian, maka pertumbuhan dan perkembangan anak patut dijaga dan diperhatikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak sedikit lubang ?óÔé¼ÔÇ£ lubang yang potensial menjebak anak untuk ke dalam suasana kehidupan yang ?óÔé¼?ôsuram?óÔé¼?ô. Tidak sedikit contoh yang ditujukan terhadap hal ini. Meningkatnya frekuensi tindak pidana yang dilakukan oleh anak merupakan gambaran nyata tidak sedikit anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang terjerumus ke dalam kehidupan yang suram. Terhadap anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang sudah terkanjur melakukan tindak pidana ini, tidak jarang sedikitnya mengalami depresi, karena frustasi dan adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaanya. Oleh karena dibutuhkan suatu upaya kompehensif untuk mengembalikan anak ?óÔé¼ÔÇ£ anak yang sudah terlanjur melakukan tindak pidana (kejahatan) ke dalam kehidupan semula. Anak yang melakukan kejahatan bukan Karen ia memiliki sifat jahat, karena keadaan anak tersebut yang tidak stabil akibat keadaan yang datang dari anak maupun lingkungan sekitar. Bagi anak yang melewati sitem peradilan pidana, ia mendapat perlakuan khusus melalui tahap pelaksanaan pidana, perhatian terhadap ini tak pernah berhenti walaupun sampai saat ini. Pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak belum dilakukan secara terpadu oleh system peradilan pidana, penangnan pembinaan anak masih terkesan masih merupakan tanggungjawab Lembaga Pemasyarakatan saja. Dan pelaksanaan pembinaan narapidana anak pada prakteknya masih mengabaikan hak ?óÔé¼ÔÇ£ hak anak. Untuk masa yang akan datang perlu kerjasama pihak Lembaga Pemasyarakatan dengan pihak swasta, setelah anak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan dengan bekal ketrampilan dan keahlian, pihak swasta telah menerima anak sebagai tenaga sesuai dengan keahlianya. Bertitik tolak uraian di atas dengan mengambilan Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) sebagai obyek yang pantas dan memegang peranan penting dalam melakukan resosialisasi napi anak, tulisan ini akan menguraikan dan mendeskripsikan kinerja Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) di dalam melakukan pembinaan untuk tujuan resosialisasi napi anak. Kata ?óÔé¼ÔÇ£ kata kunci : Kinerja, LPA, Resosialisasi, Napi, Anak
STATUS ANAK LUAR KAWIN Wahyu Widodo; sapto budoyo
MAJALAH LONTAR Vol 24, No 03/08 (2010)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v24i03/08.465

Abstract

banyak sekali peristiwa yang terjadi dalam sebuah kehidupan. Bagisn dari cerita hidup adalah berawal dari sebuah keluarga. Penting sekali peran kejluarga untuk menjadi dalam kehidupan. Oleh karna nya asal usul dan silsilah dari sebuah keluarga hendaknya diketahui oleh masing-masing anggota keluarga. hal ini tidak hanya untuk mengetahui garis keturunan akan tetaoi juga untuk menyelasaikan maslah hukum yang akan terjadi dalam sebuah keluarga. Perkawinan adalah ikatan lahir batinantar pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga(rumahtangga) yang bahasia dan kekal mendasarkan ketuhanan yang maha esa. Dimanapun yang namanya anak adalah sosok manusia yang tidakhanya merupakan harapan orangtua yang melahirkan. tetapi juga merupakan generasi muda yang peran sertanya diharapkan dalam kelanjutan pembangunan bangsa dan negara. Anak merupakan anggota keluarga dia berhak mendapatkan hak-hak nya dalam sebuah keluarga. anak luar kawin yaitu keturunan yang tidak didasarkan atau suatu perkawinan yang sah, sehingga ada perbedaan hak antara anak sah dengan anak luar kawin. Anak luar kawin dapat memperoleh akta kelahiran, akan tetapi dalam akta tersebut hanya terdapat nama dari ibunya.kata kunci": Status anak, perkawinan
WUJUD KENYAMANAN BELAJAR SISWA, PEMBELAJARAN MENYENANGKAN, DAN PEMBELAJARAN BERMAKNA DI SEKOLAH DASAR Wahyu Widodo
Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam Vol 14 No 2 (2016): (OKTOBER 2016)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning in primary schools are planned and practicedby the teacher. Nevertheless, the rate remains the quality of thelearning of the students. The quality of students' learningassessed based on fulfillment of the comfort element oflearning, learning fun and meaningful learning. Conveniencestudent learning can be realized with a class that is clean; classlighting was good; Comfortable room temperature (around 25º-28ºC); and ergonomic seating arrangement; the use ofinstrumental music; Low noise level class; classroom discipline;and structuring the learning community (student-teacher-parent)who support the learning process. Enjoy learning can berealized with the use of scientific approach, learning throughdistraction humor, and group learning method. Meaningfullearning can be realized through organizing theme, content andlearning materials are solid; preparation of teaching materialsthat are practical and attractive; use a scientific approach; useposter simple sentences; teachers' teaching skills; and theapplication of authentic assessment.