Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Development of Islamic Education Learning Tools Based on E-Learning to Enhance Students Digital Literacy Muchlis Muchlis; Gunawan Gunawan; Muhammad Irwansyah; Magfirah Perkasa; Erni Suryani
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2022): June
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.763 KB) | DOI: 10.33394/jk.v8i2.4433

Abstract

The purpose of this research is to develop islamic education learning tools based on e-learning that valid, practical and effective to use. The type of research is research and development by adopting the Thiagarajan development model, which consists of 4 stages, namely defining, designing, developing and disseminating. The research instruments used in this study were validation sheets and learning outcomes tests using the Jamboard application. Analysis of the data used in this study (1) By conducting a feasibility analysis on the e-learning learning module, Student Activity Sheet (LKM) and student learning outcomes tests. Based on the results of the validation, the overall learning tools in the form of e-learning modules for Islamic religious subjects, LKM and learning outcomes tests are generally declared valid. The details of the module validation scores are generally very valid (M = 3.62), the LKM is generally declared valid (3.31) and the learning outcomes test is declared to be (M = 3.43). (2) conducting trials on e-learning and LKM learning modules. The learning tools developed can be said to be valid because the development process is based on a strong theoretical rationale and has internal consistency so that the teaching materials have high reliability and consistency, so that it can be used to enhance students’s digital literacy.
TINJAUAN MAKNA SAINS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muchlis Muchlis
PELANGI: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.674

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas perspektif Islam tentang makna sains. Ada beragam pendapat tentang makna sains, namun dalam tulisan ini ingin memperjelas bagaimana Islam memaknai sains. Dengan ada kajian tentang sains dalam pandangan agama Islam, maka menjelaskan kembali kepada kita bahwa segala ilmu pengetahuan (sains) itu bersumber dari Al-Qur’an. Hal ini dapat ditemukan beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang proses penciptaan sains tersebut. Dengan adanya Islamisasi sains tersebut juga menyadarkan kembali para ilmuan dan saintis agar mampu menghasilkan sains yang selaras dengan ajaran Islam. Metode pengumpulan data dalam tulisan ini adalah studi pustaka. Sumber data dalam tulisan ini adalah buku dan literatur lainnya yang memiliki kaitan. Tulisan ini menyajikan fakta bahwa sains tidak bertentangan dengan Islam, hal ini dibuktikan beberapa ayat dalam al-Quran yang berbicara tentang alam (sains) yang dengan demikian mempertegas dan memperjelas bagaimana Islam memaknai sains.
UPAYA GURU MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSA KATA BAHASA ARAB MELALUI METODE MENYANYI DI MTS NURUL JIHAD KOTA BIMA Muhammad Amin; Ilham Ilham; Muchlis Muchlis
Al-Af'idah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/al-afidah.v6i1.890

Abstract

Kosakata adalah salah satu komponen penting dalam pembelajaran Bahasa arab dengan adanya permasalahan siswa dalam menguasai kosakata Bahasa arab sehingga dilakukan analisis upaya guru meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa arab dengan metode menyanyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab melalui metode menyanyi pada siswa kelas VII MTs Nurul Jihad Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ni adalah selurus siswa MTs Nurul Jihad Kota Bima, sampelnya siswa kelas VII MTs Nurul Jihad Kota Bima. metode pengumpulan data dengan metode wawancara, metode observasi dan dokumentasi. Kemudian untuk menganalisa data digunakan analisis deskriptif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode menyanyi di MTs Nurul Jihad Kota Bima dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai kosakata dalam bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat dari hafalan nyanyian yang mana lirik lagunya sudah di ganti dengan kosakata bahasa Arab.
TINJAUAN MAKNA SAINS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muchlis Muchlis
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.674

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas perspektif Islam tentang makna sains. Ada beragam pendapat tentang makna sains, namun dalam tulisan ini ingin memperjelas bagaimana Islam memaknai sains. Dengan ada kajian tentang sains dalam pandangan agama Islam, maka menjelaskan kembali kepada kita bahwa segala ilmu pengetahuan (sains) itu bersumber dari Al-Qur’an. Hal ini dapat ditemukan beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang proses penciptaan sains tersebut. Dengan adanya Islamisasi sains tersebut juga menyadarkan kembali para ilmuan dan saintis agar mampu menghasilkan sains yang selaras dengan ajaran Islam. Metode pengumpulan data dalam tulisan ini adalah studi pustaka. Sumber data dalam tulisan ini adalah buku dan literatur lainnya yang memiliki kaitan. Tulisan ini menyajikan fakta bahwa sains tidak bertentangan dengan Islam, hal ini dibuktikan beberapa ayat dalam al-Quran yang berbicara tentang alam (sains) yang dengan demikian mempertegas dan memperjelas bagaimana Islam memaknai sains.
MENCEGAH PORNOGRAFI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Muchlis Muchlis
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 1 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v1i2.47

Abstract

Pornografi adalah masalah yang keberadaannya sudah tidak dapat dipungkiri lagi di Indonesia. Meskipun kenyataannya bahwa banyak umat Muslim di Indonesia. Berbagai cara yang dilakukan untuk menyebarkan pornografi ini melalui banyak media, seperti: media elektronik, media cetak, melalui berbagai situs di internet, bahkan ironisnya buku-buku pelajaran yang menjadi pelajaran siswa di sekolah pun sudah beberapa kali terungkap disisipkan dengan pornografi. Akibatnya perilaku pornoaksi seakan sudah bukan hal yang dianggap suci lagi bagi sebagian besar pelajar di Indonesia. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka akan dapat menumbuhkan sikap yang dapat menjurus ke arah pelecehan seksual di kalangan siswa yang tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan tujuan pendidikan pada umumnya dan khususnya Islam itu sendiri.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KHR. ABDULLAH BIN NUH Ismail Syakban; Muchlis Muchlis
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 5 No. 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran pendidikan KH.Raden Abdullah Bin Nuh yang merupakan salah satu ulama Jawa Barat dan termasuk tokoh pembaharu pendidikan Islam yang berhasil mengembangkan lembaga pendidikan non-pemerintah (swasta), dan mengembangkan lembaga pendidikan formal dan non-formal.Gagasan dan pemikiran pendidikan KHR. Abdullah Bin Nuh secara implisit dapat ditelusuri dari berbagai karya tulis seta akrivitasnya. Dari berbagai judul buku yang ditulisnya tersebut secara eksplisit tidak ada yang berjudul pendidikan dalam arti ilmu pendidikan, yang dijumpai dalam buku tersebut adalah nilai-nilai luhur yang harus ditanamkan kedalam jiwa masyarakat.Dengan demikian, Abdullah Bin Nuh dapat dikatakan sebagai praktisi pendidikan, yaitu orang yang mengabdikan seluruh jiwa dan raganya untuk mendidik masyarakat. Pemikiran pendidikan KHR. Abdullah bin Nuh lebih mengutamakan akhlak (tasawuf). Hal ini terwujud dari berbagai pengalaman dan pendalaman berbagai disiplin ilmu.karya Al- Ghazali banyak memberikan ide dalam menerbitkan gagasan-gagasan konsep pendidikan KHR.Abdullah Bin Nuh. Ini terbukti dengan nama-nama lembaga pendidikan diantaranya: Pesantren Al-Ghazali, Majlis Ta?lim Al-Ihya yang keduanya berada di kota Bogor. Beliau juga menterjemahkan beberapa kitab karangan Al-Ghazali seperti: Minhajul „abidin, sebagian dari kitab Ihya „ulumuddin, serta materi yang menjadi bahan kajian mengkhususkan merujuk kitab Al-Ghazali.
MATERI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS Muchlis Muchlis
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1064

Abstract

PendidikaMempelajari sejarah kehidupan Rasulullah SAW akan terus menarik karena seluruh aspeknya bernilai pendidikan. Di antara aspek yang menarik itu adalah hadis nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim atau yang lebih dikenal dengan hadis Jibril. Kajian ini bertujuan membahas Hadis Jibril yang bersinggungan langsung dengan proses pembelajaran dalam perspektif pendidikan, yaitu materi pendidikan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Peneliti mencatat semua temuan secara umum pada setiap pembahasan penelitian yang didapatkan dalam literatur-literatur dan sumber-sumber,mengumpulkan buku/kitab secara bertahap. Data-data yang ada dianalisis dengan menggunakan pendekatan hermeneutik dengan teknik analisis data menggunakan content analysis, kemudian mengkaji, mempelajari, dan mencatat literatur yang ada kaitannya dengan fokus kajian. Hasil Kajian menunjukkan bahwa Materi pendidikan yang terdapat dalam hadits Jibril antara lain: materi iman, materi islam/fikih, materi akhlak, dan materi tanda-tanda hari kiamat.
TINJAUAN MAKNA SAINS DALAM PERSPEKTIF ISLAM Muchlis Muchlis
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v3i2.674

Abstract

Tulisan ini mencoba mengulas perspektif Islam tentang makna sains. Ada beragam pendapat tentang makna sains, namun dalam tulisan ini ingin memperjelas bagaimana Islam memaknai sains. Dengan ada kajian tentang sains dalam pandangan agama Islam, maka menjelaskan kembali kepada kita bahwa segala ilmu pengetahuan (sains) itu bersumber dari Al-Qur’an. Hal ini dapat ditemukan beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang proses penciptaan sains tersebut. Dengan adanya Islamisasi sains tersebut juga menyadarkan kembali para ilmuan dan saintis agar mampu menghasilkan sains yang selaras dengan ajaran Islam. Metode pengumpulan data dalam tulisan ini adalah studi pustaka. Sumber data dalam tulisan ini adalah buku dan literatur lainnya yang memiliki kaitan. Tulisan ini menyajikan fakta bahwa sains tidak bertentangan dengan Islam, hal ini dibuktikan beberapa ayat dalam al-Quran yang berbicara tentang alam (sains) yang dengan demikian mempertegas dan memperjelas bagaimana Islam memaknai sains.