Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Juridical-Sociological study of land pawn : a normative study in Patilanggio district Nasrullah Nasrullah
Jurnal Hukum Volkgeist Vol 5 No 1 (2020): DECEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/volkgeist.v5i1.701

Abstract

The practice of land pawning in Patilanggio district still keeps the provisions of the applicable laws and regulations. So that it is more likely to harm the pledge grantor which is not based on the principle of helping. Although the community realizes that pawning land is harm for them, this is still done by residents as the last solution to meet urgent needs. This practice has become a habit and it is normal for community and never be a problem between the land pawner and the land pawn recipient. In disputing resolution between the grantor and the recipient, is by way of deliberation, involving the village head or only by deliberation between the pawner and the pawn recipient. Keywords: Pawner, recipient, Patilanggio
Penerapan Asas Pemisahan Horisontal dalam Kepemilikan Tanah di Kabupaten Pohuwato Rustam Rustam; Nasrullah Nasrullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4972

Abstract

Hasil penelitin ini menunjukan 1). Praktek kepemilikan tanah terpisah dengan kepemilikan tanaman kelapa dikabupaten pohuwato sejalan dengan konsep asas pemisahan horisontal dimana pemilik tanah dapat berbeda dengan pemilik benda (tanaman, bangunan) yang melekat diatas tanah. Hanya saja di butuhkan pengaturan secara jelas sebagaimana konsep HGU, HGB, Hak Pakai yang terdapat dalam UUPA. 2). Kosep hukum yang ditawarkan dalam penelitian ini dalam rangka memberikan kepastian hukum dan memberikan perlindungan hukum kepada pemilik tanah dan pemilik benda (tanaman Kelapa) yang melekat diatas tanah maka diperlukan suatu konsep hukum yakni, adanya perjanjian tertulis antara pemilik tanah dan pemilik benda (bangunan, tanaman) yang melekat diatas tanah terkait batas waktu, perlu adanya identitas tersendiri bagi benda yang melekat diatas tanah untuk diterbitkan sertifikat sebagai alat bukti yang sah dan kuat, diperlukan lembaga tersendiri untuk pendaftaran benda yang melekat diatas tanah, dan perlu dibuatkan PERDA tentang pendaftaran tanah dan benda yang melekat diatas tanah.
Perlindungan Hukum Terhadap Penduduk Transmigran dalam Penguasaan Hak Atas Tanah Nasrullah Nasrullah; Irwan Irwan; Rasdianah Rasdianah
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 9 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v9i3.12899

Abstract

This study aims to analyze the legal protection of transmigrant communities in the control of land rights in Pohuwato Regency and to identify legal issues affecting land tenure security. The urgency of this research lies in the persistence of land disputes and legal uncertainty in transmigration areas despite the existence of legal frameworks governing land rights protection. Unlike previous studies that primarily focused on the validity of land transactions, transmigrants’ perceptions of transmigration policies, or socio-ecological aspects of transmigration, this study comprehensively examines the relationship between legal protection of transmigrants’ land rights and land governance problems. This research employs an empirical normative method using statutory, case, and sociological approaches. Data were collected through literature review and field research and analyzed qualitatively. The findings reveal that legal protection for transmigrants’ land rights has been normatively regulated; however, its implementation remains ineffective due to disharmonized land policies, weak intersectoral coordination, and uncertainty in land administration. These conditions are reflected in land disputes between local communities and transmigrants, the absence of compensation for land affected by dam construction, transactions involving transmigration land, discrepancies between transmigration and forest area mapping, overlapping land certificates, abandoned land, and unclear land rights status. The study concludes that stronger interagency coordination and harmonization of land policies are essential to enhance the effectiveness of legal protection for transmigrants’ land rights. The novelty of this research lies in identifying recurring patterns of land-related legal issues in transmigration areas and demonstrating their linkage to policy disharmony and weaknesses in land governance.     Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap penduduk transmigran dalam penguasaan hak atas tanah di Kabupaten Pohuwato serta mengidentifikasi permasalahan hukum yang memengaruhi kepastian hak atas tanah mereka. Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya berbagai konflik dan ketidakpastian pertanahan di kawasan transmigrasi meskipun perlindungan hak atas tanah telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada keabsahan jual beli tanah, persepsi transmigran terhadap kebijakan transmigrasi, atau aspek sosial-ekologis transmigrasi, penelitian ini mengkaji secara komprehensif hubungan antara perlindungan hukum hak atas tanah transmigran dengan persoalan tata kelola pertanahan. Penelitian menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan sosiologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum hak atas tanah transmigran secara normatif telah tersedia, namun implementasinya belum efektif akibat disharmonisasi kebijakan pertanahan, lemahnya sinkronisasi lintas sektor, dan ketidakpastian administrasi agraria. Kondisi tersebut tercermin dalam sengketa tanah antara masyarakat lokal dan transmigran, ketiadaan ganti rugi atas tanah terdampak pembangunan bendungan, jual beli tanah transmigrasi, perbedaan pemetaan kawasan transmigrasi dan kawasan hutan, tumpang tindih sertifikat, penelantaran tanah, serta ketidakjelasan status hak atas tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi dan harmonisasi kebijakan pertanahan menjadi prasyarat utama efektivitas perlindungan hukum hak atas tanah transmigran. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi pola permasalahan hukum pertanahan transmigrasi yang berakar pada disharmonisasi kebijakan dan tata kelola pertanahan.
Peningkatan Kesadaran Hukum melalui Penyuluhan Hukum terhadap Pelajar SMK 1 Marisa di Kabupaten Pohuwato Irwan Irwan; Nasrullah Nasrullah; Hardiyanto P. Limonu; Halisma Amili
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1 April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/ejppm.v3i1.1366

Abstract

Kesadaran hukum adalah kemampuan individu untuk memahami dan menaati aturan hukum sebagai bagian dari kehidupan sosial. Artikel ini membahas pentingnya peningkatan kesadaran hukum bagi pelajar sebagai upaya preventif terhadap pelanggaran hukum seperti perundungan dan tawuran. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan hukum di SMK 1 Marisa, Kabupaten Pohuwato. Tujuan utamanya adalah membentuk pemahaman hukum sejak dini agar siswa mampu menghindari perilaku melanggar hukum dan turut menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tertib. Melalui kegiatan Penyuluhan hukum di SMK 1 Marisa, diharapkan agar pelajar dapat memahami bentuk pelanggaran hukum yang sering terjadi sekolah dan sangsi pidananya bila melakukan perbuatan tersebut sehingga dapat melahirkan kesadaran hukum bagi pelajar. Legal awareness is the ability of individuals to understand and obey legal rules as part of social life. This article discusses the importance of increasing legal awareness for students as a preventive measure against legal violations such as bullying and brawls. This activity is carried out through legal counseling at SMK 1 Marisa, Pohuwato Regency. The main objective is to form an understanding of the law from an early age so that students are able to avoid unlawful behavior and help create a safe and orderly learning environment.  Through the Legal Counseling activity at SMK 1 Marisa, it is hoped that students can understand the forms of legal violations that often occur in schools and the criminal sanctions for committing these acts so that it can create legal awareness for students.