Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL SWARNABHUMI

ANALISIS KUALITAS DAN PENGELOLAAN MATAAIR DI SEKITAR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI (PLTP) DESA SIKUNANG, KECAMATAN KEJAJAR, KABUPATEN WONOSOBO Heri Setianto
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.359 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v1i1.818

Abstract

ABSTRAKPemantauan kualitas air sangat penting untuk dilakukan karena mataair yang dikonsumsi masyarakat diduga telah mengalami pencemaran. Pencemaran diduga berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga PanasBumi yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk yang mengandalkan mataair di sekitar pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis kualitas mataair di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (2) Mengetahui pengelolaan pemanfaatan mataair yang ada di Desa Sikunang. Penelitian deskriptifdigunakan untuk mendiskripsikan kualitas air dari mataair serta menggambarkan bentuk aktivitas pengelolaan air yang dilakukan oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Sensus mataair dalam penelitian ini berjumlah 10 mataair. Penentuan responden dengan menggunakan Proporsional Random Sampling terhadap 70 masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Sikunang. Wawancara mendalam melibatkan narasumber dengan sistem snowbolling, dengan mencari informan kunci. Hasil penelitian (1) Kualitas mataair di Desa Sikunang masih berada pada kondisi yangnormal dilihat dari sifat fisika dan kimia, sedangkan kualitas mataair berdasarkan kondisi biologis berada pada kondisi yang kurang baik karena berada di bawah ambang batas aman, tidak terjadi pencemaranpada mataair yang disebabkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berada di Desa Sikunang. (2) Pengelolaan mataair di Desa Sikunang masih bersifat sangat sederhana dari segi sarana danprasarana, kelembagaan, pembiayaan, dan aspek peraturannya. Pengelolaan mataair di Desa Sikunang lebih mengedepankan fungsi sosial dari pada fungsi ekonomi dan lingkungan. Fungsi sosial yangdimaksud antaralain kerja sama, saling menghormati, gotong royong, kebersamaan, serta mengedepankan kepentingan bersama dalam pengelolaan mataair.Kata kunci: Kualitas Mataair, Pengelolaan Mataair, Daerah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI MIGRASI SIRKULER DI DESA INDRAPURA KECAMATAN MUARA SUGIHAN KABUPATEN BANYUASIN Siti Evi Karunia Wati; Heri Setianto
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.309 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v4i2.3211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai migrasi sirkuler yang terjadi di desa Indrapura Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Penelitian menggunakan responden sebanyak 20 anggota masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% masyarakat melakukan migrasi sirkuler dikarenakan upah kerja yang didapat kecil atau sedikit di desa, 70% alih fungsi sawah menjadi perkebunan, 45% tidak memiliki keahlian khusus. Selain itu 100% masyarakat mengatakan dampak adanya migrasi sirkuler yang dilakukan masyarakat yakni tidak dapat berperan aktif dalam masyarakat.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwasanya persepsi masyarakat Desa Indrapura akan tetap melakukan migrasi sirkuler dikarenakan beberapa faktor seperti upah kerja di desa lebih kecil, alih fungsi sawah menjadi perkebunan dan tidak memiliki keahlian khusus. Karena itu sebagian masyarakat tidak dapat berperan serta dalam membangun desa. 
ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN HIDROLOGI (Studi Kasus Daerah Kos Di Sekitar Universitas PGRI Pelembang) Heri Setianto; Septian Kurnia
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.35 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i1.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan hidrologi daerah kos-kosan disekitar kampus Universitas PGRI Palembang. Penelitian merupakan penelitian deskriptif, yaitu untuk membuat gambaran mengenai kondisi lingkungan hidrologi pada daerah kos di sekitar kampus Universitas PGRI Palembang sehingga dalam penelitian mengandalkan data primer berupa data uji sampel dan data survai. Dari penelitian yang ada dapat disimpulkan bahwa kondisi hidrologi daerah penelitian sebagian besar berada pada kondisi yang kurang baik seperti penggunaan lahan yang sebagian besar berupa bangunan permanen, kondisi drainase yang buruk, kondisi sanitasi yang kurang memadai serta kualitas air yang berada dibawah ambang batas kondisi perairan yang sehat.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN SAWIT DI DESA NUNGGAL SARI KECAMATAN PULAU RIMAU KABUPATEN BANYUASIN Mega Nuraini; Ramanata Disurya; Heri Setianto
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v6i1.4505

Abstract

Kesesuaian Lahan adalah kemampuan suatu lahan untuk pengelompok tertentu berdasarkan kesesuaian untuk penggunaan tertentu. Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang memiliki sebaran cukup luas dan dapat berkembang pada tanah-tanah kering maupun tanah-tanah di area pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit. penelitian ini di lakukan di Desa Nunggal Sari Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin data yang dikumpulkan dan digunakan oleh peneliti adalah data dari observasi lapangan, data adminitrasi Desa Nunggal Sari, data peta jenis tanah Desa Nunggal Sari, data peta penggunaan lahan Desa Nunggal Sari dan data peta DAS Desa Nunggal Sari. penelitian ini menggunakan metode deskriptif Kualitatif, sedangkan analisis menggunakan analisis overlay. Hasil penelitian ini didapat dari peta kesesuaian lahan sawit yang berada di Desa Nunggal Sari Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin yang memiliki jenis tanah Glei dan perkembangan tanaman kelapa sawit Di Desa Nunggal Sari tergolong kedalam kategori cukup sesuai karena berdasarkan dari hasil pengamatan lapangan produktifitas kelapa sawit mencapai 1,5-2  Ton/Bulan/Hektar.
IDENTIFIKASI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR DI KELURAHAN 5 ULU, KOTA PALEMBANG Robby Robby; Heri Setianto; Eni Heldayani
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i1.5936

Abstract

Kearifan lokal merupakan pengetahuan lokal masyarakat yang diperoleh secara turun menurun yang diwujudkan dalam bentuk perilaku adaptitasi terhadap lingkungan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan nilai-nilai Kearifan Lokal masyarakat Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota palembang  dalam menghadapi banjir berdasarkan Kearifan Lokal. Data yang digunakan peneliti adalah data dari observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, metode penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan analisis data mengunakan model interaktif. Hasil penelitian didapatkan bahwa kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi banjir di Kelurahan 5 Ulu terdiri dari bentuk-bentuk dan nilai dalam kearifan lokal menghadapi banjir. Bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat Kelurahan 5 Ulu seperti pengetahuan lokal secara tekstual yang dimana masyarakat memperkirakan bulan kapan akan terjadi banjir serta masyarakat Kelurahan 5 Ulu mempertahankan bentuk asitektur tradisional berupa rumah panggung dan rumah rakit yang dapat beradaptasi terhadap lingkungan serta dapat terhindar dari bahaya banjir, sedangkan nilai kearifan lokal masyarakat Kelurahan 5 Ulu seperti adanya kegiatan gotong royong masyarakat dengan melakukan pembersihan lingkungan dalam mengantisifasi banjir dan cerita mitologi masyarakat legenda antu banyu ketika terjadi banjir.