Retno Setyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PUBLIC DISPLAY OF AFFECTION SEBAGAI BENTUK EKSISTENSI DIRI REMAJA PENGGUNA FACEBOOK Retno Setyaningsih
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2015): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 10 NO. 1 April 2015
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.10.1.66-82

Abstract

Media sosial memberikan peluang besar bagi remaja untuk membangun dan mengelola jaringan pertemanan, termasuk di dalamnya hubungan romantis. Konflik dorongan untuk otonom dengan aturan orang tua seolah terselesaikan dengan hadirnya media sosial. Facebook memberi ruang bagi remaja untuk menunjukkan identitas dirinya. Namun luasnya pertemanan, seringkali muncul ketegangan untuk mengelola hubungan yang sudah ada. Ketegangan besar terjadi dalam hubungan romantis, karena ada kebutuhan yang besar untuk mengumumkantentang keberadaan sebuah komitmen atau ikatan kasih sayang, yang sering dikenal dengan public display of affection (PDA). Seberapa penting PDA dilakukan, mengapa, dan bagaimana dampaknya mencoba diijawab dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan gounded yang melibatkan 10 orang remaja usia 18-20 tahun. Penelitian ini mampu memberikan penjelasan tentang dinamika hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi PDA dan dampak yang dirasakan pada audiens. Kebutuhan akan eksistensi dan popularitas, pengaruh teman sebaya, tekanan pasangan dan kepercayaan diri yang rendah mendorong PDA. Sedangkan norma keluarga dan religius menghambat PDA. PDA yang belebihan dirasa tidak pantas diunggah pada ranah publik. Remaja perlu mempertimbangkan hal ini.  Kata kunci: media sosial, facebook, hubungan romantis
MEMAHAMI HUBUNGAN KEBUTUHAN UNTUK POPULER DAN KETERBUKAAN DIRI (SELFDISCLOSURE) PADA PENGGUNA FACEBOOK: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Retno Setyaningsih
Proyeksi: Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2016): JURNAL PSIKOLOGI PROYEKSI VOL. 11 NO. 1 April 2016
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp.11.1.93-104

Abstract

Facebook menyediakan fasilitas bagi penggunanya untuk mengelola kesan mengenai identitas yang ditampilkan. Media sosial ini juga menyediakan jaringan pertemanan yang besar, sehingga seseorang yang ingin populer dalam jaringan tersebut terdorong untuk membuka informasi diri sebanyak-banyaknya. Seolah tanpa memikirkan risiko, pengguna Facebook sangat aktif membuka diri melalui unggah status, foto atau video. Oleh karena itu muncul pertanyaan, bagaimana dinamika hubungan antara  kebutuhan untuk populer dengan keterbukaan diri pengguna Facebook. Jawaban itu coba ditelusuri melalui telaah literatur pada 5 studi empiris (2 diantaranya mengambil sampel orang Indonesia). Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa beberapa teori dipakai sebagai dasar pembangun hipotesis, seperti uses and gratification theory dan social enhancement dan social compensation hypothesis. Kebutuhan untuk populer merupakan prediktor yang baik untuk keterbukaan diri pengguna Facebook dalam berbagai konteks. Dinamika hubungan tersebut didiskusikan dalam tulisan ini Kata kunci: media sosial, facebook, need for popularity, self-disclosure