Dwi Prasetyanto
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Trans Metro Bandung Koridor 2 Menggunakan Pendekatan Importance-Performance Analysis Ardi Suhendra; Dwi Prasetyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.59

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan kemajuan dan meningkatnya jumlah pengguna jasa transportasi, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, salah satunya adalah perusahaan Trans Metro Bandung (TMB). Penentuan tingkat kepuasan pengguna TMB koridor 2 dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna TMB koridor 2. Hasil dari kuesioner tersebut kemudian digambarkan dalam diagram kartesius Importance-Performance Analysis (IPA) serta nilai Customer Satisfaction Index (CSI) yang menunjukkan kepuasan pengguna secara keseluruhan. Diagram kartesius IPA menunjukkan bahwa atribut keamanan dan kenyamanan penumpang, kepedulian petugas terhadap penumpang, serta kebersihan di dalam bus adalah hal yang harus ditingkatkan oleh TMB koridor 2. Tingkat kepuasan pengguna secara keseluruhan ditunjukkan dengan nilai CSI sebesar 71,74% yang berarti pengguna masih belum puas dengan pelayanan TMB koridor 2.Kata kunci: Transportasi, kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, jasa transportasi massal. ABSTRACTAlong with the progress and the increasing number of transport services user, companies engaged in the transportation services required to improve the quality of its services, one of which is the Trans Metro Bandung (TMB) company. Determining the level of user satisfaction TMB corridor 2 is done by distributing questionnaires to TMB corridor 2 user. The results of the questionnaire are then illustrated in the Cartesian diagram Importance-Performance Analysis (IPA) and the value of Customer Satisfaction Index (CSI), which shows the overall user satisfaction. IPA Cartesian diagram shows that the attributes of safety and passenger comfort, care workers to passengers, as well as the cleanliness in the bus are things that should be improved by TMB corridor 2. The level of overall user satisfaction is shown with a CSI score of 71.74%, which means that users of TMB still has not been satisfied with the service corridor 2.Keywords: Transport, service quality, customer satisfaction, mass transportation services.
Penilaian Pelayanan Pengguna Jasa Terminal Bandar Udara Wiriadinata Tasikmalaya Readi Herdiansyah; Dwi Prasetyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 1: Maret 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i1.32

Abstract

ABSTRAKTerminal bandar udara merupakan suatu fasilitas penunjang perpindahan transportasi untuk menghubungkan moda transportasi darat dengan udara. Terminal Bandar Udara harus dapat melayani jumlah penumpang waktu sibuk. Standar pelayanan harus memadai persyaratan yang telah ditentukan. Kualitas pelayanan perlu dinilai dari sudut pandang pengguna jasa bandar udara. Penilaian kinerja dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap PM 178 2015. Untuk penilaian berdasarkan persepsi pengguna dilakukan kuesioner dan analisis dengan metode Importance and Performance Analysis. Tujuan dari penelitian ini yauntuk mengetahui kinerja operasional dan penilaian sudut pandang pengguna. Hasil analisis menunjukkan nilai tingkat pelayanan sebesar 12,77 - “D” Cukup sedangkan nilai untuk proses keberangkatan dan kedatangan sebesar 70 “C” Baik, fasilitas memberikan kenyamanan memperoleh nilai 100 “A” Istimewa, fasilitas nilai tambah memperoleh nilai 40 “C” Baik. Dari 43 atribut pertanyaan, hasil analisis menunjukkan kuadran A - 12 butir pertanyaan, B - 2 butir pertanyaan, C - 27 butir pertanyaan serta kuadran D - 2 butir pertanyaan.Kata kunci: tingkat pelayanan, kepuasan pengguna, PM 178 Tahun 2015, analisis kepentingan dan kinerja ABSTRACTAn airport terminal is a transportation support facility to connect land and air transportation modes. Airport terminals must be able to serve the number of passengers at busy times. Service standards must meet the specified requirements. Service quality needs to be assessed from the perspective of airport service users. Performance assessment is carried out by comparing the existing conditions to PM 178 2015. For the assessment based on user perceptions, questionnaires and analysis using the Importance and Performance Analysis method are carried out. The purpose of this study is to determine the operational performance and assessment of the user's point of view. The results of the analysis show that the service level value is 12.77 - "D" Enough while the value for the departure and arrival processes is 70 "C" Good, facilities providing comfort get a value of 100 "A" Special, value added facilities get a value of 40 "C" Good . Of the 43 question attributes, the results of the analysis show quadrant A - 12 questions, B - 2 questions, C - 27 questions and quadrant D - 2 questions.Keywords: level of service, user satisfaction, PM 178 2015, importance and performance analysis
Pengaruh Pelican Crossing terhadap Panjang Antrian dan Tundaan Kendaraan di Ruas Jalan Asia Afrika Kota Bandung Muhammad Reza Nugraha; Dwi Prasetyanto; Andrean Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.18

Abstract

ABSTRAKPelican crossing merupakan jenis penyeberangan yang dioperasikan oleh penyeberang jalan yang bertujuan memberikan keselamatan kepada penyeberang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis penyeberangan dan mencari pemodelan tundaan dan panjang antrian akibat pelican crossing di jalan Asia Afrika Bandung. Data penelitian ini adalah frekuensi penyeberangan, jumlah penyeberang, jumlah kendaraan terhenti, arus lalu lintas, tundaan dan panjang antrian kendaraan. Analisis penentuan jenis penyeberangan menggunakan perhitungan PV2  dan analisis pemodelan tundaan dan panjang antrian menggunakan regresi linier berganda. Dari perhitungan PV2 didapatkan hasil PV2=2,49*109 yang berarti termasuk kepada jenis penyeberangan pelikan dengan lapak tunggu. Model yang mewakili hubungan antara panjang antrian (Y) dengan jumlah kendaraan terhenti (X1) dan frekuensi penyeberangan (X2) adalah Y=2,201 + 3,203X1 + 3,510X2. Model yang mewakili hubungan antara tundaan  (Y) dengan variabel bebas yang sama adalah Y=0,709 + 2,656X1 + 7,645. Panjang antrian maksimum sebesar 78,072 meter dan tundaan maksimum sebesar 89,826 detik.Kata kunci: pelican crossing, panjang antrian, tundaanABSTRACTPelican crossing is a type of pedestrian cross which is operated by pedestrian with purpose is to give safety for the crosser. The aim of this study are to determine the type of crossing and find the model of delay and queue length because of pelican crossing at Asia Afrika Street Bandung. The data of this study are crossing frequency, amount of crossers, amount of stopped vehicle, traffic flow, delay and queue length vehicle. Analysis for the type of the crossing obtained by calculation of and analysis of model delay and queue length are use multiple regression. The result from the calculation of PV2  is PV2=2,49*109 which is the type of the crossing is pelican with protector. The represent model of relation between the queue length (Y) with amount of stopped vehicle  and crossing frequency (X2) is  Y=2,201 + 3,203X1 + 3,510X2.The represent model of relation between delay (Y) with same dependent variable is Y=0,709 + 2,656X1 + 7,645. The maximum queue length is 78,072 meters and the delay maximum is 89,826 seconds.Keyword: pelican crossing, the queue length, delay
Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki pada Skywalk Jalan Cihampelas Kota Bandung Ervin Kusmeilan; Dwi Prasetyanto; Andrean Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.28

Abstract

ABSTRAKSkywalk merupakan jalan yang dibangun di atas jalan Cihampelas dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kapasitas dan tingkat pelayanan pejalan kaki pada Skywalk Bandung. Analisis karakteristik dan kapasitas pejalan kaki didapat dengan menggunakan metode Greenshields dan analisis tingkat pelayanan pejalan kaki menggunakan perhitungan US HCM. Hubungan antar variabel karakteristik pejalan kaki dihubungkan dengan persamaan  Vs = 46,644 - 22,009D  untuk kepadatan dengan kecepatan, Q = 46,644D  – 22,009D^2  untuk kepadatan dengan arus dan Q = 2,119Vs – 0,0454Vs^2  untuk kecepatan dengan arus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kapasitas pejalan kaki jalan Skywalk sebesar 25 pejalan kaki/min/m. Tingkat pelayanan pejalan kaki di Skywalk Bandung termasuk dalam kategori tingkat pelayanan “F ” pada hari Sabtu 27 Mei 2017 saat kondisi macet dengan kondisi para pejalan kaki berjalan dengan arus yang sangat lambat dan terbatas karena sering terjadi konflik dengan pejalan kaki yang searah atau berlawanan.Kata kunci: karakteristik, kapasitas, tingkat pelayananABSTRACTSkywalk is a pedestrian street which is built on Cihampelas street with the aim of providing safety and comfort for pedestrians and street vendor. The purpose of this study is to determine the characteristics, capacity and level of pedestrian services on the Skywalk. Analysis of pedestrian characteristics and capacity is obtained by using Greenshields method and pedestrian service level analysis using US HCM calculation. Variable correlation of pedestrian characteristics connected by equation Vs = 46,644 – 22,009D  for density with speed, Q = 46,644D  – 22,009D^2  for density with flow and Q = 2,119Vs– 0,0454Vs^2  for speed and flow. The results of this study show that the capacity of pedestrian street Skywalk for 25 pedestrians/min/m. Level of pedestrian service on the Skywalk street in Bandung included in the “F” level of service on Saturday 27 May 2017 when jam condition by pedestrians condition walk with very slow and limited flow because frequent conflict between pedestrians  in the same direction or in opposite is often.Keywords: characteristics, capacities, level of service
Analisis Tingkat Kepuasan terhadap Kualitas Pelayanan Kereta Api Ekonomi Bandung Raya Galih Wijaksana Affandi; Dwi Prasetyanto; Andrean Maulana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.12

Abstract

ABSTRAKKualitas pelayanan menjadi salah satu indikator yang digunakan oleh banyak perusahaan jasa transportasi dalam menghadapi persaingan usaha, termasuk PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. Analisis tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan metode Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan. Hasil analisis setiap pelayanan yang telah diuji validitas & reliabilitas dan dinyatakan valid & reliabel kemudian dipetakan dalam diagram kartesius IPA serta nilai CSI untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa kereta api secara keseluruhan. Berdasarkan metode IPA Pelayanan tentang Kebersihan & Kerapihan Fasilitas Kereta, Kelengkapan Fasilitas Kereta, serta Kesopanan & Kejujuran Petugas dirasakan penting dan memuaskan oleh pengguna jasa. Berdasarkan metode CSI diperoleh nilai CSI sebesar 75,06% yang berarti bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh kereta api secara keseluruhan dirasa memuaskan oleh pengguna jasa.Kata kunci: kualitas pelayanan, tingkat kepuasan, tingkat kepentinganABSTRACTService quality becomes one of indicator which is used by many transportation service companies in business competition including PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Persero. The analysis of satisfaction and importance level based on Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) method used to find out the service quality. The analysis result has been tested by validity & reliability for each service which is valid & reliable and then plotted onto IPA cartesians diagram and CSI value to determine the satisfaction for whole train users. Based on IPA method, the service of Cleanliness & Neatness, Qualities & Services in Train Facilities, and Integrity & Respectful Officers are felt important and satisfy by train users. Based on CSI method, the CSI value is 75.06% which means that the service quality that has been given by whole of trains are satisfied by train users.Keywords: service quality, satisfaction level, importance level
Model Hubungan antara Angka Korban Kecelakaan Lalu Lintas dan Faktor Penyebab Kecelakaan pada Jalan Tol Purbaleunyi Virlia Dian Fridayanti; Dwi Prasetyanto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.123

Abstract

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan hasil dari kombinasi faktor-faktor penyebab  yang yang terdiri dari faktor manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel dominan dari beberapa faktor penyebab kecelakaan dengan memodelkan hubungan antara angka korban kecelakaan lalu lintas dengan variabel faktor penyebab kecelakaan di Jalan Tol Purbaleunyi pada tahun 2015–2017. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data sekunder yang terdiri dari data jumlah korban dan jumlah kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor-faktor penyebab kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda dengan melakukan uji linearitas dan uji korelasi terlebih dahulu. Uji linearitas digunakan untuk memastikan apakah data yang akan dianalisis dapat menggunakan analisis regresi linear atau tidak, sedangkan uji korelasi digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel baik antara sesama variabel bebas maupun antara variabel peubah bebas dengan variabel peubah tidak bebas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015–2017, variabel utama faktor kecelakaan diakibatkan oleh faktor manusia dan faktor kendaraan yaitu variabel mengantuk ( ) dan rem blong ( ).Kata kunci: Kecelakaan lalu lintas, faktor penyebab kecelakaan lalu lintas, regresi linear berganda. ABSTRACTTraffic accidents are the result of a combination of factors causes which consists of the human factor, vehicle, road, and environment. This study aims to determine the majority of the accidents variable of several factors that cause accidents by modeling the relationship between the numbers of traffic accident victims with variable factors causing the accident on Highway Purbaleunyi in 2015–2017. The data used in this study of secondary data consists of data on the number of victims and the number of accidents caused by factors that cause accidents. The method used in this research is multiple linear regression analysis to test the linearity and correlation test beforehand. Linearity test used to determine whether the data will be analyzed using linear regression analysis or not, whereas the correlation test was used to determine the relationship between both variables among the independent variables and the independent variables with the variable variable variable is not free. Based on the results of research conducted in 2015–2017, the main variable of the accident factor is caused by human factors and vehicle factors, which are variable drowsiness ( ) and brake failure ( ).Keywords: Traffic accidents, the causes of traffic accidents, multiple linear regression.
Studi Penggunaan Limbah Las Karbit Untuk Bahan Tambah Pada Perkerasan Laston Gradasi AC-WC Shezy Nurhayati; Dwi Prasetyanto; Rahmi Zurni
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.94

Abstract

ABSTRAKJalan merupakan prasarana transportasi yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya serta meningkatkan proses perkembangan ekonomi masyarakat. Seiring berkembangnya kendaraan semakin bervariasi mulai dari jenis kendaraan dan berat kendaraan, hal tersebut mengakibatkan lapisan perkerasan sering mengalami kerusakan, oleh karena itu diperlukan adanya penelitian perkerasan yang kuat menahan deformasi pada beban lalu lintas.Penelitian ini dilakukan pada Laston AC-WC menggunakan aspal pen 60 bercampur dengan limbah las karbit 2,5 % dan 5 %. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui parameter Marshall dari karakteristik beton aspal dengan jenis aspal yang berbeda. Hasil dari parameter Marshall didapat kadar aspal optimum (KAO) untuk aspal 0 % sebesar 6,6 %, aspal karbit 2,5 % didapat 6,7 %, dan untuk aspal karbit 5 % sebesar 6,8 %.Kata kunci : Limbah Las Karbit, Laston AC-WC, Bahan Tambah. ABSTRACTThe road is the infrastructure of transportation which connects an area to the others, then able to increase economic development. By increasing the number of vehicles, the projection plan of pavement could not be the reference, where the layer of pavement having decay considerably is the surface of the layer. Therefore, it is necessary to have a study of pavement which is able to sustain deformations regarding to loads of traffic.This research was conducted for Laston AC-WC using penetration 60 of asphalt mixing waste carbide of weild 2.5% and 5%. The purpose of this study is to understand the Marshall parameter as characteristic of the asphalt concretes and samples. The results of Marshall parameter showed that  the Optimum Asphalt Content, which was obtained were 6.6%;6.7%; and 6.8% for asphalt 0%; waste of carbide of weild 2.5% and 5%.Keywords : asphalt modification, waste carbide of weild, Laston AC-WC
Tingkat Pelayanan Check-In Counter Lion Air Di Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung Menggunakan Metode Antrian Angga Erlangga; Dwi Prasetyanto; Barkah Wahyu Widianto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.131

Abstract

ABSTRAK Maskapai Lion Air di Bandara Internasional Husein Sastranegara mempunyai 6 unit fasilitas check-in counter yang berfungsi untuk pelayanan tiket pesawat terkait dengan keberangkatan. Ketidaksesuaian antara waktu pelayanan dan waktu kedatangan mengakibatkan adanya antrian penumpang. Pada penelitian ini, metode antrian dapat digunakan untuk mengurangi waktu tunggu bagi penumpang di antrian berdasarkan PM No 49 2012. Hasil perhitungan memperlihatkan waktu menunggu penumpang dalam antrian untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 20 menit dan waktu pelayanan penumpang untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 2 menit 30 detik. Pada kondisi eksisting terdapat 3 unit fasilitas check-in counter untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya sementara berdasarkan hasil perhitungan KEP/77/VI/2005 jumlah kebutuhan check-in counter Lion Air untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya adalah 8 unit fasilitas dan berdasarkan hasil perhitungan FIFO adalah sebanyak 4 unit fasilitas. dan Surabaya, sementara berdasarkan hasil perhitunganKata Kunci : Waktu menunggu penumpang, waktu pelayanan, PM No 49 2012,   SKEP/77/VI/2005, FIFO.ABSTRACTLion Air airline in Husein Sastranegara International Airport has 6 check-in counters facilities that manage the tickets associated with the departure. Incompability between service time and waiting time for the arrival has caused queue. In the study, queuing method can be used to minimize time the existing queue based on PM No 49 2012. The calculation result shows the waiting time of the passengers in queues for Denpasar and Surabaya is more than 20 minutes and the service time of the passengers for Denpasar and Surabaya is more than 2 minutes 30 seconds. In the existing condition, there are 3 units of the check- in counter facility for destination city of Denpasar and Surabaya, while based on the calculation SKEP / 77 / VI / 2005 total demand for check- in counters Lion Air for destination city of Denpasar and Surabaya is 8 units of facilities and based on the results FIFO calculation is 4 units facility.Keywords : Waiting time of the passengers, Service time of the passengers, PM No 49 2012, SKEP/77/VI/2005, FIFO.