Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN METODE INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH WANAGADING KECAMATAN BOLANO LAMBUNU Dwi Kristiani; Normawati Normawati; Muh. Rizal Masdul
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.376 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.933

Abstract

Studi Skripsi ini mengenai penerapan metode penyelidikan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa pada subyek perilaku agama di Madrasah Aliyah (MA) Wanagading di distrik Bolano Lambunu, terkait dengan masalah utama dalam Skripsi ini yang menyatakan bagaimana metode penyidikan untuk meningkatkan perilaku pembelajaran siswa pada subjek iman di Madrasah Aliyah (MA) Wanagading? Dan bagaimana dampak dari penerapan metode penyelidikan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa pada subjek iman perilaku di MA Wanagading?Keywords: metode permintaan, kegiatan belajar, behaviroura; iman.
KORELASI PELAKSANAAN SHOLAT DHUHA TERHADAP KONSISTENSI SHOLAT WAJIB DI MADRASAH ALIYAH MUHAMAMMADIYAN NUNU PALU Israwati Mw. Ali; Normawati Normawati; Muhammad Hilal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.677 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.934

Abstract

Sholat merupakan ibadah wajib yang harus di lakukan oleh setiap muslim yang sudah akhir balig .Dengan melaksanakan sholat hati akan terasa lebih tentram serta damai karena kita akan merasa lebih dekat dengan Allah Swt. Melaksanakan sholat wajib maupuns holats unnah itu adalah bentuk perwuju dan komunikasi kita terhadap Allah Swt. Selain sebagai penghubung antara manusia dengan PenciptaNya, sholat juga dapat dijadikan media untuk membentuk akhlakul karima yang sangat perlu untuk diajarkan kepada anak-anak salah satunya dengan membiasakan melakukan ibadah sholat sunnah dhuha yang dilakukan setiap  hari di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu membuat peserta didik jadi terbaisa dalam melakukan ibadah wajib maupun sunnah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaiamana proses pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yang mana,variabel dalam penelitian  ini  yaitu sholat dhuha (X) dan sholat wajib vaiabel (Y). Teknik dalam pengumpulan  data ini menggunakan observasi, angket/kusioner dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang penulis telah lakukan, Kegiatan sholat dhuha diMadrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu cukup terlaksana dengan baik dan terarah, kegiatan ini tidak hanya sekedar sholat saja namun peserta didik tidak langsung bergegas dari masjid, melainkan memperbaiki posisi untuk mendegarkan kajian-kajian tersebut. Sholat dhuha di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu adalah pengganti dari apel pagi yang biasa dilakukan disekolah-sekolah lain. Rumusan masalah Kedua diketahui setelah melakukan berbagai macam uji yang terdapat dalam lampiran, bahwa korelasi pelaksanaan sholat dhuha terhadap konsistensi sholat wajib diMadrasah Aliyah Muhammadiyah Nunu Palu sangat berkorelasi karena hasil dari semua uji yang dilakukan menunjukan adanya signifikan. Dan hasil uji terakhir menunjukan bahwa  75,0% dari 30 responden memiliki tingkat konsistensi sholat wajib yang tinggi dan 25,0% dari 30 responden memiliki tingkat yang rendah dalam konsistensi sholat wajib. Kata kunci: Pelaksanaan Sholat Dhuha, Konsistensi Sholat Wajib
UPAYA GURU DALAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 MOMUNU Siskawati Mansyur; Colle M. Said; Normawati Normawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.905 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.935

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai para guru dalam mengembangkan disiplin untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran dalam bidang keislaman (gradestudenst) pertama SMP Negeri 1 Momunu. Topik diskusi adalah deskripsi dari teanhers ' effotrs dan implikasi.Untuk memusnahkan masalah ini, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan sumber data primure dan secondari. Teknik pengumpulan data pengguna adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis usingdata pikir pengurangan data, presentasi data, data verifikasi dan menggambar cocninklusi. Peneliti juga membuat tahapan penelitian sebagai referensi dalam mengkuras proses penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para teachers'adalah (a) seorang students'personality sehingga mereka dari Self-Awarenes dengan memberikan nasihat agama dan memberikan pemahaman tentang subyek pendidikan Islam (b) membuat agama Islam aturan sebagai upaya untuk membentuk students'disiplin, siswa belajar memerintah yang baik dan mencegah kejahatan (c) memberikan pelatihan dan habituasi berulang kali, yaitu pelatihan, siswa untuk mempraktekkan materi dalam proses pembelajaran, sehingga siswa aktif dalam belajar dan (d) memberikan imbalan dan hukuman sebagai jauh untuk membentuk disiplin siswa. Para guru memberikan penghargaan dalam bentuk pujian para siswa yang berperilaku dan memberikan hukuman kepada siswa bandel dan dapat dilakukan pelanggaran. Impilifikasi adalah (a) ada students'compliance untuk mengikuti proses pembelajaran dan willingnes dan keterlibatan siswa untuk berpartisipasi dalam segala bentuk kegiatan belajar yang dilakukan oleh guru ((b) siswa dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dan mulai untuk dapat mempraktekkan pokok bahasan agama dalam kegiatannya yang dipandu dan diarahkan kepada guru PAI dan (c) memiliki implikasi bagi guru yang mencoba merancang kegiatan belajar agar topi itu menarik siswa (d) siswa anthusiatic dalam proses pembelajaran yang berpartisipasi yang dirancang oleh guru (e) siswa menyelenggarakan dan dapat mempraktekkan Pai materi yang disampaikan oleh guru. Kata kunci: disiplin, kegiatan belajar dan Pendidikan Islam
PERAN GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MEREKONSTRUKSI KONSEP DIRI PESERTA DIDIK DI KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BIAU KABUPATEN BUOL Sukma A. Bilgais; Normawati Normawati; Adhriansyah A. Lasawali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 2 No. 1: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.684 KB) | DOI: 10.56338/jks.v2i1.939

Abstract

          Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui deskripsi Peran Guru Aqidah Akhlak daalam Merekontruksi Konsep Diri Peserta Didik Di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Kabupaten Buol dan untuk mengetahui implikasi Peran Guru Aqidah Akhlak daalam Merekontruksi Konsep Diri Peserta Didik Di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Kabupaten Buol. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan tujuan untuk mengetahui Peran Guru Aqidah Akhlak dalam Merekontruksi Konsep Diri Peserta Didik Di Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Kabupaten Buol.          Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Guru Aqidah Akhlak dalam merekontruksi konsep diri peserta didik di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Buol sebagai berikut: 1) selalu membimbing siswa-siswi untuk membentuk konsep diri yang positif dalam hal ini berperilaku dengan baik, mengingatkan jika mereka melakukan perbuatan yang tidak baik dan cara mengembangkan konsep diri peserta didik yaitu dengan cara: Self-apprasial, reaction and response, roles you palay-role taking, reference groups dan berfikir negatif 2) selalu berusaha berusaha memeberikan contoh yang baik bagi siswa agar para siswa memberikan feedback yang baik pula dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi Peran Guru Aqidah Akhlak dalam merekontruksi konsep diri peserta didik di kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Biau Buol yaitu Peran guru Aqidah Akhlak dalam merekontruksi konsep diri siswa di kelas VII Madrasah Tasanawiyah Negeri Biau Buol kabupaten sudah terlihat jelas dalam kesehariannya disekolah, baik dalam bidang ibadah maupun bidang Aqidah. Dalam bidang ibadah seperti shalat berjamaah, memabaca al-Quran, hafalan al-Quran, dan sering mengikuti kajian Islam merupakan contoh-contoh kegiatan yang sudah biasa dilakukan oleh siswa secara rutin. Sedangkan dalam bidang Aqidah, seperti mengucapkan salam baik bertemu dengan guru maupun sesama siswa, menghormati dan mematuhi setiap nasehat baik berupa perintah maupun larangan yang diberikan oleh guru maupun dari sekolah. Kata Kunci              : Peran Guru, Rekonstruksi, Konsep Diri
Analysis of the Learning Process in High School During the Covid-19 Pandemic: Case Study in Palu City Normawati Normawati; Mansur Mansur
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.4926

Abstract

during the COVID-19 pandemic. The author conducts a case study of Palu City high school students (SMA). The government has set limits on human mobility to halt the development of the COVID-19 pandemic, which could negatively impact the learning process of students. The COVID-19 pandemic affects kids' educational process, which students in Palu City are also experiencing. Learning occurs both offline and online during the COVID-19 pandemic. This relates to the government's policy on learning during the COVID-19 pandemic. This study employs a qualitative technique in conjunction with a literature review. The author draws on secondary data sources from 25 national journal articles published between 2019 and 2021 to examine the techniques and patterns of learning during the COVID-19 pandemic. The findings of this study indicate that: 1) High school students in Palu City use the Blended Learning system to suit their learning demands during the pandemic by integrating offline and online platforms. 2) The Blended Learning approach has not been used to the full extent possible in the learning process of Palu City's high school pupils. 3) Students do not fully participate in the blended learning process. 4) Inadequate assistance resources available during the online learning process. 5) The practice of teaching high school pupils online through social media platforms such as WhatsApp (WA).