Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Komunikasi Interpersonal Pendidik Dalam Meningkatkan Kepribadian dan Etika Peserta Didik di SMK Negeri 2 Palu: Implementation of Interpersonal Communication Educators in Improving the Personality and Ethics of Learners in SMK Negeri 2 Palu Nurlaila Al Aydrus; Zakaria; Ifkan
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 17 No 1: Januari 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v17i1.2173

Abstract

Operasional dari penelitian ini adalah pendidik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabanya dalam upaya membentuk peserta didik yang berkepribadian dan beretika pendidik menerapkan komunikasi interpersonal sebagai bentuk dari upaya membentuk peserta didik yang memiliki kepribadian baik dan memiliki etika. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kepribadian, etika, serta moral peserta didik. Peningkatan pengetahuan disini tidak lepas dariprestasi belajar, dalam hal ini adalah peserta didik yang berprestasi yang disertai dengan kepribadian, etika serta moral yang baik yang akhirnya dapat menumbuhkan sikap kepribadian serta beretika. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian kualitatif yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran yang secara individual maupun kelompok. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui pendekatan dan desain penelitian yang menitik-beratkan kepada kegiatan penelitian di lokasi objek dalam melakukan penelitian yang ada, dengan tujuan untuk memperoleh data ilmiah yang bersifat alamiah dan tidak menimbulkan hipotesis yang sifatnya menduga-duga berbagai hal yang menyangkut implementasi komunikasi interpersonal pendidik dalam meningkatkan kepribadian dan etika peserta didik di SMK Negeri 2 Palu. Hasil penelitian ini, merujuk bahwa dalam upaya menciptakan peserta didik yang berprestasi pendidik menggunakan komunikasi interpersonal (komunikasi tatap muka) terhadap peserta didik, sehingga dengan mudah pendidik mengetahui langsung keadaan peserta didiknya baik kepribadian, etika, perilaku sosial, maupun aktivitasnya dalam berinteraksi dilingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi lembaga pendidikan khususnya kepala sekolah, pendidik dan peserta didik dalam proses implementasi komunikasi interpersonal pendidik dalam meningkatkan kepribadian dan etika peserta didik di SMK Negeri 2 Palu, dengan komunikasi interpersonal pendidik akan lebih mudah mengetahui keadaan peserta didiknya dalam berkomunikasi, serta mudah menilai sifat, menilai pendapat, sikap, dan perilaku yang khas yang berbeda-beda dari masing-masing peserta didik.
Peran Muhammadiyah dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia: Muhammadiyah's Role in the Development of Islamic Education in Indonesia Nurlaila Al Aydrus; Nirmala; Adhriansyah A.Lasawali; Abdul Rahman
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 17 No 1: Januari 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v17i1.2174

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses yang berkesinambungan guna menumbuh kembangkan peserta didik kearah kesempurnaan berdasarkan fitrahnya. Maka dari itu, pendidikan yang dilaksanakan harus seimbang dalam mempelajari ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama sehingga ilmu pengetahuan yang dipelajari selaras dengan kaidah – kaidah agama. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah adanya kenyataan di lapangan yang menunjukkan diantara sekian banyak sekolah- sekolah yang didirikan baik oleh pemerintah maupun swasta pada dasarnya lebih menekankan pada tatanan pengetahuan dan keterlampiran semata dan cenderung mengesampingan pengetahuan agama (islam) adalah dalam artian pendidikan keagamaan hanya dijadikan sebagai pelengkap kurikulum saja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode historis dengan harapan agar peneliti dapat mengkaji perkembangan pendidikan Muhammadiyah dari masa awal berdirinya hingga sekarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa menelaah dan mengesploitasi buku-buku, dokumen –dokumen, internet dan sumber-sumber lain yang relefan. Hasil penelitian ini diantaranya menyimpulkan bahwa menurut Muhammadiyah pendidikan adalah suatu keniscayaan (harus ada) dan Muhammadiyah juga berannggapan bahwa pendidikan yang harus dilaksanakan adalah pendidikan yang holistic yakni memadukan atau menyeimbangkan antara pengetahuan ke islaman dengan pengetahuan umum sehingga menghasilkan manusia yang cerdas dalam keilmuan dan memiliki karakter (barakhlak manusia) maka dari itu Muhammadiyah menyelenggarakan pendidikan yang lebih modern yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Pendidikan Moral Kids Zaman Now dalam Lingkungan Keluarga: Moral Education of Kids Today in the Family Environment Mansur; Rina Purnamawaty; Nurlaila
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i1.3233

Abstract

Akhir-akhir ini di Indonesia semarak dengan sebutan" Kids Zaman Now", tidak hanya di kalangan anak muda akan tetapi juga di kalangan anak-anak kecil yang masih di bawah umur. Munculnya perangkat informasi dan komunikasi memberikan pengaruh besar bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi anak-anak di bawah umur yang tak dapat di pisahkan dengan dunia maya. Hal ini dapat merusak moral penerus bangsa Indonesia di zaman sekarang, banyak anak-anak masih di bawah umur yang telah melanggar Norma bahkan mereka tidak malu memviralkan kelakuan buruk mereka di dunia maya. Pendidikan moral merupakan serangkaian prinsip dasar moral dan keutamaan sikap serta watak yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang dewasa. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya pengawasan sehingga anak-anak salah bergaul dan salah langkah, serta cepat terpengaruh oleh kebudayaan yang kurang bagus. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data di kajian pustaka. Dalam hal ini penulis mengadakan pengumpulan buku, artikel, data internet maupun jurnal yang memiliki relevansi dengan pokok kajian penulis. Untuk menghadapi problematika Kids Zaman Now, yang diperlukan adalah peran keluarga dalam mendidik anak dan pengawan yang baik. Hal ini akan membuat anak zaman sekarang menjadi anak yang tidak ketinggalan zaman (sains dan teknologi) juga menjadi anak yang berakhlakul karimah.
GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Nurlaila Al-Aydrus
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v15i1.2046

Abstract

Islam is lifelyhood system that leads people to understand the reality of life. Islam is also a global structure revealed from Allah as rahmatan li al-‘Alamin. Concequencely, Allah created human beings (men and women) as His representation (Khalifah) in this world which have responsibilies to save and stabilze nature as well as to save human civilization. Therefore, both women and men have equal and comprehensive roles as human beings. Gender theory and concept seem easy and is difficult to apply as they need procedures and support from community, if gender is a principa choice for balancing individual roles in the global community. The survey results show that although the public's perception of gender equality is still weak, it is widely practiced and accepted in society. This is demonstrated by the realization of equal rights for children in education, equal division of household tasks between boys and girls, freedom to make decisions and express opinions, as well as freedom to make decisions within the family. Gender equality in the family is a good thing for society as long as it does not conflict with human nature and religious values ​​prevailing in society.