Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MALARIA DENGAN PEMILIHAN TERAPI DAUN SUBANG-SUBANG DI KEPULAUAN ENGGANO Fathnur Sani K; Agung Giri Samudra; Nurwani Purnama Aji
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 4 No 1 (2020): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v4i1.275

Abstract

the population of Indonesian in 20 provinces in Indonesian was infectes with malaria. In the Enggano Islands, malaria outbreaks are still a fairly large disease in community. This research was conducted in three villages in Enggano namely: Malakoni, Meok and Apoho Village. Respondents were randomly taken, amounting to 40 families, where the data taken is primary data that is data taken directly from community through questionnaires and interviews. The data uses bivariate analysis which is Chi Square. The results of the research that have been carried out can be concluded that there is a significant relationship (p<0,05) between the level of knowledge of malaria and the use of eardrops as an antimalarial drug. The better community’s knowledge, the more people will understand about malaria and the choice of therapy to choose from. The results also showed that 25% of the people in the Enggano Island used subang-subang leaf (Scaevola taccada) therapy treat malaria.
Efek Kombinasi Ektrak Etanol Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata) Dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Ureum dan Kreatinin pada tikus wistar yang Diinduksi Streptozotocin Nurwani Purnama Aji; Moch Saiful Bachri; Nurkhasanah Nurkhasanah
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Akademi Farmasi Prayoga
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.662 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat kekurangan produksi insulin oleh pankreas yang menyebabkan tingginya konsentrasi glukosa dalam darah, sehingga terjadi kerusakan pada pembuluh darah di ginjal yang dapat menimbulkan gangguan pada filtrasi glomerulus, dimana kerusakan ini dilihat dari peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ektrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dan ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata) dalam mencegah peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada tikus Wistar yang diinduksi streptozotocin. Tikus dibagi menjadi 8 kelompok yang terdiri dari kelompok 1 (tikus normal), kelompok 2 (Hiperglikemik), kelompok 3 (ekstrak etanol daun kelor), kelompok 4 (Ektrak etanol herba sambiloto), kelompok 5 (Kombinasi 1,5:1,5), kelompok 6 (Kombinasi 2:1), dan kelompok 7 (Kombinasi 1:2) kelompok 8 (Gliclazid). Penelitian dilakukan selama 28 hari, parameter yang diamati adalah kadar ureum dan kreatinin pada hari prainduksi, hari ke-14 dan hari ke -28. Hasil penelitian penunjukkan ektrak etanol daun kelor dan ekstrak etanol herba sambiloto dapat menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus Wistar yang berbeda signifikan terhadap kontrol normal dan kontrol negatif (P>0,05), tetapi tidak berbeda signifikan antar perlakuan (P<0,005), dimana pada kelompok 7 kombinasi 1:2 menurunkan kadar ureum menjadi 49,58±4,38 dan kreatinin 1,45±0,17 (P<0,05). Pemberian kombinasi ektrak etanol daun kelor dan herba sambiloto dapat mencegah peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada tikus Wistar yang diinduksi STZ.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS) aji, nurwani purnama
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.510

Abstract

Luka sayat merupakan suatu keadaan yang terjadi karena kerusakan  pada jaringn kulit akibat adanya trauma benda tajam seperti Pedang, kapak tajam, pisau dan silet. diIndonesia memiliki tanaman yang dapat membantu mengobati luka salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai penyembuhan luka yaitu daun miana, dengan kandung metabolit skunder yang dapat berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri sebagai antispetik dengan jalan merusak permebealitas dinding sel.            Ekstrak etanol daun miana diperoleh dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian ekstrak dibuat dalam 3 kosentrasi yaitu 20%, 40%, 80%. Dan dilakukan pengujian terhadap efektivitasnya pada luka sayat pada hewan kelinci sebanyak 5 ekor. Semua kelinci disayat sepanjang 1 cm, luka sayat diolesi ekstrak etanol daun miana sebanyak 2 kali sehari, pengamatan dilakukan setiap hari selama 7 hari.            Hasil penelitian menunjukkan luka yang dioleskan ekstrak etanol daun miana mengalami penyempitan luka, menutup mulai hari ke tiga. Hasil uji statistic menunjukkan efek ekstrak etanol daun miana signifikan terhadap penyembuhan luka pada kelinci yaitu ekstrak etanol daun miana dengan kosentrasi 80%.
VARIASI KONSENTRASI SARI BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus) DENGAN PENAMBAHAN SARI DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) TERHADAP FORMULASI SEDIAAN PERMEN JELLY dharmayanti, luky; aji, nurwani purnama
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.493

Abstract

Permen jelly merupakan permen yang memiliki tekstur yang kenyal dan lembut. Pemanfaatan buah Okra(Abelmoschus esculentus) masih terbatas karna masyarakat kurang menyukai lendir yang terdapat dalam buah Okra. Pada penelitian ini dibuatlah permen jelly dari sari Okra dan pemanis alami sari daun stevia yang bernilai jual tinggi sehingga nantinya masyarakat akan mulai menyukai buah Okra.Sari Okra hijau dengan pemanis sari stevia diformulasikan dengan variasi konsentrasi sari Okra yaitu F0, F1, F2, F3 (0, 40, 45, 50 %) sari Okra dan sari stevia dibuat dengan metode infundasi.Hasil penelitian pembuatan permen jelly Okra pada uji organoleptik memiliki warna yang berbeda, pH permen jelly 4,64-5,03 yang cendrung ke asam yang disebabkan penambahan asam sitrat. Uji kekenyalan formula yang terbaik adalah F2 karena memiliki jarak rentang peling pendek tetapi mempunyai kekerasan yang tidak mudah putus. Berdasarkan uji hedonik formula yang paling banyak disukai adalah F0 dan F1. Sari buah Okra (Abelmoschus esculentus) dapat diformulasikan menjadi permen jelly yang baik.
Pengujian Efektivitas Salep Ekstrak Daun Lempipi (Pergularia brunoniana Wight & Arn.) Sebagai Agen Antiinflamasi Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Aji, Nurwani Purnama; Puspitasari, Resi
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon pertahanan tubuh untuk melawan agen penyebab kerusakan sel pada suatu organisme, ditandai dengan adanya pembengkakan, kemerahan, nyeri, panas dan sakit. Daun lempipi (Pergularia brunoniana Wigh&Arn.) mengandung berbagai senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan steroid. Senyawa flavonoid memiliki efek yang mampu menghentikan pembentukan dan pengeluaran zat-zat yang menyebabkan inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi pada salep ekstrak etanol daun lempipi (Pergularia brunoniana Wigh&Arn.) terhadap penurunan edema kulit punggung mencit yang diinduksi dengan karagenan 3%. Maserasi merupakan metode yang digunakan dalam ekstraksi daun lempipi (Pergularia brunoniana Wigh&Arn.) menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan salep dengan 3 konsentrasi yang berbeda yaitu 2%, 3% dan 4%. Sebagai pembanding kontrol positif digunakan salep betametashone. Penentuan efek antiinflamasi dilakukan dengan menggunakan jangka sorong untuk mengukur tebal lipatan kulit punggung mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak etanol daun lempipi (Pergularia brunoniana Wigh&Arn.) dapat diformulasikan dalam bentuk salep serta efektif dalam menurunkan edema. Pada konsentrasi 2%, 3%, dan 4%, terjadi penurunan tebal lipatan masing-masing sebesar 18%, 21%, dan 22%. Efektivitas pada konsentrasi 4% hampir sebanding dengan salep betamethasone 23%.
Pengaruh Aktivitas Krim Serbuk Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kelinci Jantan (Orygtolagus cuniculus) Aji, Nurwani Purnama; Lestari, Gina; Sari, Fievi Mayang
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.101-108

Abstract

Four o'clock flower plant (Mirabilis jalapa L.) is empirically used in traditional medicine, one of which can help in healing wounds caused by incisions, where this four o'clock flower plant contains flavonoids, alkaloids, saponins and tannins. This study aims to determine whether four o'clock seed powder cream can help in healing cuts. This study is an experimental study, where this research looks at the percentage of healing on the incision wound on the back of male rabbits (Oryctolagus cuniculus) for 7 days after treatment, this treatment consists of 5 treatment groups, namely positive control (Betadin), negative control (cream base), and 3 concentrations of four o'clock flower powder cream with a concentration of 5%, 7.5% and 10% with 5 repetitions, the treatment was carried out twice a day in the morning and evening for 7 days. The results showed that the treatment that provided the best effectiveness in providing healing to the cut wound was the positive control (Betadine cream) with a percentage of 96.85% followed by the group with a dose variation of four o'clock flower seed powder cream with a dose variation of 10% with a percentage of 92.08% with significant (p<0.005).
Antioxidant Activity Test Of Miana Leaf Ethanol Extract Using Dpph Method (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Aji, Nurwani Purnama; Noviyanty, Yuska; Rahmawati, Rahmawati
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The miana plant is an ornamental plant that has a purple color with a single leaf type, the purple color in the miana plant is an indicator of the presence of anthocyanin pigments which have antioxidant activity, with the activity possessed so that this plant can be used as a plant that can help overcome disorders in cells due to free radicals , so the purpose of this study was to determine the antioxidant activity contained in miana leaves (Coleus scutelleroides (L.) Benth).The sample in this study used miana leaves (Coleus scutelleroides (L.) Benth). The extraction method uses the maceration method with 96% ethanol and then evaporated with a rotary evaporator. Then the miana leaf extract was subjected to qualitative tests and continued quantitative tests in the form of antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method by Uv-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm.The results of the qualitative test of the ethanol extract of miana leaves contain antioxidant compounds characterized by a change in color from purple to yellow and the quantitative test has the potential for antioxidant activity which is classified as strong, with an IC50 value of 54.39 µg/mL.
UJI PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK ESKTRAK ETANOL DAUN LEMPIPI (Gymnema inodorum (Lour) Decne.) aji, nurwani purnama; Monicha, Ana Hikma
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i2.864

Abstract

Daun lempipi (Gymnema inodorum (Lour.) Decne.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai agen biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun lempipi sebagai dasar pengembangan sediaan farmasi. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dianalisis dengan uji parameter spesifik berupa kandungan flavonoid, saponin, tanin, serta identifikasi organoleptis, sedangkan parameter non spesifik mencakup kadar air dan pH. Hasil uji parameter spesifik menunjukkan bahwa ekstrak memiliki warna cokelat kehijauan, bau khas tanaman, rasa pahit, serta kandungan flavonoid 1,45%, saponin 3,22%, dan tanin 2,87%. Uji parameter non spesifik menunjukkan kadar air sebesar 7,12% yang masih sesuai persyaratan stabilitas ekstrak, serta pH pada rentang 5,8–6,1 yang memenuhi standar keamanan sediaan farmasi topikal. Dengan demikian, ekstrak etanol daun lempipi telah memenuhi kriteria parameter spesifik dan non spesifik yang baik. Standarisasi ini penting untuk menjamin kualitas, keamanan, serta konsistensi ekstrak sebelum diformulasikan lebih lanjut. Hasil penelitian ini memperkuat potensi daun lempipi sebagai bahan aktif dalam pengembangan obat herbal modern, khususnya pada sediaan topikal.
Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Terhadap Outcome Klinis Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) Di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Januari-Oktober 2024 sintya dawam; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus yang terjadi karena adanya virus dengue dan disebabkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti merupakan salah satu penyakit menular yang disebut Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini di Indonesia terjadi peningkatan pada tahun 2024. Diberikan pengobatan suportif dan simptomatik yang tepat dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien. Tujuannya mengetahui antara hubungan rasionalitas penggunaan obat antipiretik-analgesik dan terapi cairan terhadap outcome klinis suhu badan dan jumlah trombosit pasien rawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional mendekati cross sectional dan diambil datanya secara retrospektif. Sampel yang diteliti sebanyak 100 pasien selama periode Januari-Oktober 2024. Rasionalitas penggunaan obat pada penelitian ini mendapatkan hasil tepat diagnosis 99%, tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat antipiretik-analgesik 92% dan terapi cairan 100%, tepat dosis antipiretik-analgesik 95% dan terapi cairan 85%, tepat lama pemberian obat 99%, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, tepat pasien, dan tepat informasi sebanyak 100%. Analisis rasionalitas penggunaan obat antipiretik-analgesik terhadap suhu badan dengan uji chi-Square mendapatkan hasil p 0,017 (p<0,05), artinya memiliki hubungan yang signifikan. Sedangkan rasionalitas penggunaan terapi cairan terhadap jumlah trombosit dengan uji chi-square mendapatkan hasil p 0,021 (p<0,05), artinya memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Rasionalitas, Outcome Klinis, Antipiretik- Analgesik, Terapi Cairan
Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Kelinci Jantan Dhea Nur Andina; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4591

Abstract

Luka bakar derajat II menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit yang menuntut penanganan yang cepat dan tepat, baik untuk mempercepat pemulihan maupun mencegah timbulnya infeksi. Tanaman lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) diketahui kaya akan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin, yang masing-masing berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menilai sejauh mana gel yang diformulasikan dari ekstrak etanol daun lempipi mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus), sekaligus mencari tahu konsentrasi manakah yang memberikan hasil paling optimal. Metode yang diterapkan berbentuk eksperimental, dengan membagi subjek penelitian ke dalam beberapa kelompok perlakuan: kelompok kontrol positif yang diberi Bioplacenton®, kelompok kontrol negatif yang hanya diberi basis gel tanpa kandungan zat aktif, kelompok yang diberi ekstrak daun lempipi tanpa proses formulasi gel, serta tiga kelompok gel ekstrak dengan konsentrasi berbeda, yaitu 2,5% (F1), 5% (F2), dan 7,5% (F3). Data berupa diameter luka yang diukur pada hari ketujuh selanjutnya diuji secara statistik memakai One-Way ANOVA, dan bila ditemukan perbedaan yang bermakna, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Dari hasil uji One-Way ANOVA, terlihat adanya perbedaan yang bermakna secara statistik di antara kelompok-kelompok yang diuji, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 42,764 dan nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05). Sementara itu, hasil uji lanjut Tukey HSD mengungkap bahwa kelompok F3 dengan konsentrasi 7,5% tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p = 0,793) ataupun kelompok yang hanya diberi ekstrak lempipi (p = 0,541). Sebaliknya, kelompok F3 justru menunjukkan perbedaan yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif, F1, maupun F2 (p ≤ 0,05). Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi gel ekstrak etanol daun lempipi dengan konsentrasi 7,5% merupakan pilihan yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.