Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat terhadap Makam Mbah Kopek di Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen (Kajian Folklor) Akhmad Fadli
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 4 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.692 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah tentang asal usul Desa Waluyo yang dibangun oleh Mbah Kopek, mendeskripsikan prosesi ritual dalam pemanggilan arwah Mbah Kopek dan mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap keberadaan makam Mbah Kopek di Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.  Instrumen dalam penelitian yaitu peneliti sendiri sebagai informan serta menggunakan kamera dan perekam sebagai sumber instrumen dengan didukung oleh sumber berupa buku-buku mengenai persepsi yang relevan dengan penelitian. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.  Berdasarkan hasil penelitian, dahulunya Desa Waluyo merupakan hutan belantara. Hutan tersebut dibangun oleh Mbah Kopek hanya dengan mengkibaskan selendang kemudian selendang tersebut dapat membakar hutan belantara tersebut.  Prosesi pemanggilan arwah Mbah Kopek dilakukan dengan tiga tahap, yaitu menyiapkan sesaji, memohon izin dan pemberitahuan dan yang terakhir prosesi masuknya arwah Mbah Kopek ke dalam mediator.  Persepsi masyarakat terhadap keberadaan makam Mbah Kopek menimbulkan pro dan kontra. Ada masyarakat yang menyetujui keberadaan makam tersebut, ada masyarakat yang biasa saja dengan keberadaan makam tersebut bahkan ada masyarakat yang tidak menyetujui keberadaan makam tersebut.   Kata kunci: folklor, persepsi, makam Mbah Kopek  
Peranan Filsafat Pendidikan dalam Pemecahan Problematika Pendidikan Islam Kholid, Ihyaul; Akhmad Fadli
Jurnal Keislaman Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v8i2.547

Abstract

Abstract Educational philosophy plays a crucial role in addressing complex and multidimensional educational issues. Educational problems such as moral degradation, identity crises, and irrelevant learning systems require in-depth consideration of the values, goals, and direction of education. Educational philosophy serves as a normative and critical foundation for building a humanistic and transformative education system. This paper aims to explore the contribution of educational philosophy to analyzing and providing solutions to educational problems in Indonesia. The method used is a literature review with a reflective qualitative approach. The results of this study indicate that the application of educational philosophy can strengthen the direction, values, and meaning of Islamic education policies and practices.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP TERBITNYA AKTA JUAL BELI (AJB) PADA TANAH YANG MASIH BERSERTIFIKAT ATAS NAMA PIHAK KETIGA DAN DALAM PENGUASAAN PIHAK RENTENIR, STUDI KASUS DARI PERSPEKTIF KORBAN Muh Saeful Bahri; Ahmad Muhaimin Aziz; Gagah Kencana; Akhmad Fadli
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1426

Abstract

This study examines the issuance of three Deeds of Sale and Purchase (Akta Jual Beli/AJB) for subdivided land plots of 100 m² each, registered under the names of Maujud, Surya, and Bari, and executed by a single seller named H. Lili in Teras Village, Carenang Sub-District, Serang Regency, Banten Province. However, verification at the Land Office revealed that the master land certificate covering an area of 600 m² remains registered under Arwi as the original owner and has never been legally transferred to the seller. Furthermore, the original certificate is held by a moneylender as collateral for the seller’s personal debt. This situation raises significant legal issues concerning the validity of the deeds, the authority of the Land Deed Official (PPAT), and legal protection for good-faith buyers. This research employs a juridical-empirical method with a normative approach, supported by direct interviews with the affected buyers. The findings indicate that the issued deeds contain both formal and substantive legal defects due to the failure to fulfill the legal requirements for the transfer of land rights as stipulated in Government Regulation No. 24 of 1997, Government Regulation No. 37 of 1998 in conjunction with Government Regulation No. 24 of 2016, and the Indonesian Civil Code. Moreover, the PPAT is considered negligent in verifying the juridical and physical data of the land, thereby potentially subject to administrative, civil, and criminal liability.