Fibria Conytin Nugrahini, Fibria Conytin
Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surabaya Jl. Sutorejo Nomor 59 Surabaya 60113 Telp 031.3811966

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Optimalisasi penataan Koridor Kota dengan Pasar Malam Saat dan Sesudah Covid-19 Berbasis Kesehatan Perkotaan: Studi Kasus jalan Kejawan Putih Tambak Surabaya Fibria Conytin Nugrahini; Miftakhul Huda
AGREGAT Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v7i2.15661

Abstract

Kejawan Putih Tambak Surabaya merupakan koridor dengan karakteristik adanya aktifitas pedagang kaki pada pasar malam nya dan koridor ini berbatas pagar perumahan mewah. Menjadi salah satu jalur yang menjadi jalan utama bagi warga di kawasan perbatasan dari arah Mulyosari menuju perumahan di kawasan Keputih. Selain masalah kesenjangan dengan perumahan mewah yang pagarnya membatasi koridor, masalah lainnya di koridor adalah kemacetan lalu lintas karena adanya aktivitas pasar malam pada sabtu dan minggu yang memadati jalan pasar malam di kedua hari tersebut. Adanya kemacetan di waktu terjadinya pasar malam diperparah dengan penyempitan jalan di ujung utara koridor. Tidak adanya jalur pedestrian atau jalur pejalan kaki di koridor menyebabkan fungsi jalan menjadi tempat bebas untuk pengunjung pasar. Beberapa hal tersebut diatas selama ini belum dapat diselesaikan ditambah di era pandemi covid-19 serta setelah pandemi untuk mengantisipasi masalah kesehatan kota. Artikel ini menyajikan analisa masalah koridor melalui elemen desain kota dari Kevin Lynch dari sudut pandang kesehatan kota-kota dalam era dan sesudah pandemi covid-19. Analisa Optimalisasi Pradesain penataan koridor kota disajikan dalam makalah ini dari segi desain kota beserta gambar pra desainnya.
AERODYNAMIC HIGH-RISE BUILDING IN STRUCTURAL REVIEW AND DESIGN INTEGRATION Nugrahini, Fibria Conytin
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v6i1.761

Abstract

Tall buildings that have aerodynamic characteristics are tall buildings that can respond to wind flow and lateral loads that occur on the upper structure of the building. Obstacles in understanding the structural systems in tall buildings often become obstacles for architecture students so design integration cannot be achieved, especially in tall buildings with aerodynamic shapes. Therefore, it is necessary to analyze how the structural patterns that form aerodynamic buildings can be realized using case studies in Indonesia and abroad. The method used in this research is a literature review and analysis with a review of aerodynamic building designs and structures in three building case studies in Indonesia and abroad. It is hoped that by understanding aerodynamic building structural systems, students will be able to combine creativity with their structural systems. Conversely, understanding the structural system can produce design creativity to create an integration of the design and structural system. From the literature review and analysis, it is found that aerodynamic tall buildings have a structural system obtained from twister-shape processing with a composite structural system and a core system. As well as the diagrid system which usually uses a steel diagrid structure system and a core structure system. The core system is still the main reference because its use is more efficient in terms of costs and work methods.
Bambu sebagai Material Berkelanjutan Erba (Earthquake-Resistant Bamboo Architecture) Bhudi, Mattin Kusuma; Nugrahini, Fibria Conytin; Zuraida, Zuraida; Rofi'i, Rofi'i
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.3601

Abstract

Indonesia memiliki kondisi geografis kepulauan dan dilewati oleh kawasan ring of fire, sehingga sering terjadi bencana gempa bumi. Dengan demikian kondisi tersebut memerlukan penerapan rancangan bangunan tahan gempa. Seperti yang diterapkan pada gempa yang terjadi di Lombok Utara. Dengan menerapkan bangunan tahan gempa RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) dengan material beton pre-fabrikasi. Namun, muncul berbagai persoalan utamanya penolakan rumah dengan sistem tersebut dikarenakan masyarakat memiliki traumatik terhadap bangunan dengan material beton. Berdasarkan  permasalahan tersebut didapati bahwa rumah dengan sistem RISHA dinilai kurang diminati, sehingga masyarakat meminta diberikan dana untuk membangun rumah sendiri menggunakan material lokal. Material lokal yang digunakan ialah bambu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif khususnya menganalisis data hasil observasi, wawancara dan didukung oleh analisis desktiptif dari studi literatur serta metode kuantitatif untuk menguji hasil analisis data kualitatif dengan uji coba material bambu dan struktur bangunan dengan material bambu, untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. ERBA (Earthquake-Resistant Bamboo Architecture) merupakan sebuah  metode yang dapat diimplementasikan dengan parameter seperti jenis material, standar struktur, kondisi lokasi penelitian dan potensi gempa sehingga mendapatkan hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang ada pada lokasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah metode rancangan ErBa sebagai solusi kebutuhan rumah tahan gempa yang murah dan mudah.
Penerapan Metode Time Cost Trade Off untuk Optimasi Biaya dan Waktu pada Pengaruh Redesign Struktur Bawah (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Klinik Utama Mata Jec Java @Pasuruan Tahap 1) Doris Zhaputro, Moch. Aldy; Darjanto, Helmy; Conytin Nugrahini, Fibria
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v3i2.24621

Abstract

ABSTRACT An implementation period of construction projects would usually often experience the risk of delays in the project schedule. It can be caused by various obstacles that occur in the field even though the project has begun with careful planning and scheduling. The delay has a direct result in increasing the duration of implementation and also the cost of implementing the project. One way to overcome these delays is to implement acceleration in implementation so that the project can achieve the target as planned. However, it must also be accompanied by consideration of financing factors in order to achieve minimum costs with quality standards that remain achieved. This acceleration can be done, one of which is by adding working hours (overtime). This research took a case study on the construction project of the JEC Java @Pasuruan Eye Clinic Main Clinic Building which experienced obstacles in foundation work, causing delays in project implementation. To overcome the problem of delay, the acceleration of the time needed would be calculated. The method that will be used is the Time Cost Trade-Off, in which the duration of the work is compressed to get a more profitable project implementation period in terms of time (duration), cost, and income. This research implemented the Crashing Program by using an alternative method of adding working hours (overtime). Crashing was carried out on a critical trajectory obtained from the results of network planning analysis in Microsoft Project 2016. The results showed that by applying the Time Cost Trade-Off method with the alternative of adding 4 hours of work (overtime), the optimal duration of the project was 91 days with an optimal cost of Rp 2,072,972,561. Keywords: Time Cost Trade-Off, Program Crashing, Addition of Working Hours.
Penerapan Metode Time Cost Trade Off untuk Optimasi Biaya dan Waktu pada Pengaruh Redesign Struktur Bawah (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Klinik Utama Mata Jec Java @Pasuruan Tahap 1) Doris Zhaputro, Moch. Aldy; Darjanto, Helmy; Conytin Nugrahini, Fibria
Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology Vol 3 No 2 (2024): Journal of Manufacturing in Industrial Engineering & Technology
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mine-tech.v3i2.24621

Abstract

ABSTRACT An implementation period of construction projects would usually often experience the risk of delays in the project schedule. It can be caused by various obstacles that occur in the field even though the project has begun with careful planning and scheduling. The delay has a direct result in increasing the duration of implementation and also the cost of implementing the project. One way to overcome these delays is to implement acceleration in implementation so that the project can achieve the target as planned. However, it must also be accompanied by consideration of financing factors in order to achieve minimum costs with quality standards that remain achieved. This acceleration can be done, one of which is by adding working hours (overtime). This research took a case study on the construction project of the JEC Java @Pasuruan Eye Clinic Main Clinic Building which experienced obstacles in foundation work, causing delays in project implementation. To overcome the problem of delay, the acceleration of the time needed would be calculated. The method that will be used is the Time Cost Trade-Off, in which the duration of the work is compressed to get a more profitable project implementation period in terms of time (duration), cost, and income. This research implemented the Crashing Program by using an alternative method of adding working hours (overtime). Crashing was carried out on a critical trajectory obtained from the results of network planning analysis in Microsoft Project 2016. The results showed that by applying the Time Cost Trade-Off method with the alternative of adding 4 hours of work (overtime), the optimal duration of the project was 91 days with an optimal cost of Rp 2,072,972,561. Keywords: Time Cost Trade-Off, Program Crashing, Addition of Working Hours.
Kajian Perilaku dan Interior Restoran Cepat Saji di Pusat Perbelanjaan Vippy Dharmawan; Fibria Conytin; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4597

Abstract

Hubungan antara manusia dan lingkungan di ruang publik cenderung bersifat environmental determinant. Suatu hubungan dimana faktor lingkungan lebih berpengaruh dalam pembentukan perilaku manusia daripada faktor-faktor internal di dalam dirinya. Hubungan seperti itu juga berlaku di ruang publik seperti restoran cepat saji yang sekarang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa di ruang publik restoran, perilaku pengunjung cenderung dipengaruhi oleh tata letak meja, view, dan privasi. Namun belum diketahui apakah perilaku serupa juga terlihat pada restoran cepat saji. Kajian ini mendeskripsikan pola-pola perilaku pengunjung dan elemen-elemen interior yang mempengaruhi perilaku tersebut pada sebuah restoran cepat saji McDonald yang terletak di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis kualitatif yang berbasiskan pendekatan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek interior yang dominan dalam membentuk perilaku pengunjung adalah pola penataan perabot dan dinding kaca yang hampir meliputi seluruh ruang makan restoran. Adapun aspek lain yang juga mempengaruhi perilaku adalah density atau kepadatan pengunjung.
PENGARUH VEGETASI TERHADAP KENYAMANAN THERMAL GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Aisyah Brilliana; Fibria Conytin Nugrahini; Zuraida; Nurul Fitria Marina
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi merupakan elemen penting dalam desain arsitektur di iklim tropis yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika sajap. Namun, berperan dalam meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Kenyamanan thermal dalam suatu gedung merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dan kesehatan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh vegetasi terhadap kondisi termal di lingkungan Gedung Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengukuran lapangan pada beberapa titik berbeda yang memiliki tingkat vegetasi bervariasi. Analisis menggunakan  inputan dari data  kuantitatif  Thermal Control Tool dari Center for the Built Environmet (CBE), yang merupakan perangkat lunak  berbasis website. CBE akan meminta data kenyamanan thermal dengan perhitungan nilai PMV antara lain data suhu udara, kelembaban udar,  kecepatan angina, rata-rata metabolism tubuh serta data level pakaian yang digunakan. Predicted Mean Vote (PMV) merupakan metode pengukuran yang memperkirakan respon manusia (pengguna gedung) terhadap kondisi thermal sekitarnya berupa sensasi thermal. Sensasi termal didasarkan pada standar ASHRAE yaitu +3 hot (panas), +2 warm (hangat), +1 slightly warm (agak hangat), 0 neutral (netral), -1 slightly cool (agak sejuk), -2 cool (sejuk), dan -3 cold (dingin). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Gedung F yang dikelilingi oleh vegetasi menunjukkan suhu yang lebih rendah dan kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Gedung Laboratorium Terpadu.maka dapat disimpulkan keberadaan vegetasi di sekitar bangunan terbukti efektif dalam menurunkan suhu mikroklimat dan meningkatkan kenyamanan termal lingkungan kampus.