Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : density journal

KAJIAN ARAHAN PEMANFAATAN RUANG PESISIR DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN KABUPATEN KOTABARU Kiky Permana Setiawan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i1.560

Abstract

Kondisi ekosistem di wilayah Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kabupaten Kotabaru yang meliputi Kecamatan Pulau Laut Barat, Pulau Laut Kepulauan dan Kecamatan Pulau Sembilan memiliki potensi pariwisata khususnya ekosistem terumbu karang, mangrove dan biota-biota yang dilindungi seperti penyu dan triton (sejenis moluska), sehingga diperlukan pengaturan atau arahan ruang khususnya untuk kegiatan pariwisata agar tidak merusak ekosistem pesisir yang harus dijaga dan dilindungi. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah Melakukan analisis kesesuaian arahan pemanfaatan ruang pariwisata di KKP Kabupaten Kotabaru. Batasan wilayah penelitian adalah Kawasan Konsevasi Berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Kotabaru sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan Wisata Pulau Laut Barat-Selatan dan P. Sembilan sebesar 22.099 ha. Kesesuaian pariwisata pesisir adalah wisata Pantai 190 (Ha), Wisata Mangrove 21 Ha, Wisata Snorkling 500 Ha, Wisata Selam 2.223 Ha dengan sebaran di Pulau Batuadang, Pulau Birah-birahan, Pulau Cinta, Pulau Danauwan, Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, Pulau Kerumputan, Pulau Kunyit, Pulau Marabatuan, Pulau Ondong, Pulau Payung-Payungan, Pulau Sarang dan Teluk Tamiang. Sedangkan untuk wisata pantai berupa wisata berjemur, wisata jogging, wisata hiking, wisata sand play, wisata camping dan foto hunting tersebar di Pulau Batuadang, Pulau Birahbirahan, Pulau Danauwan, Pulau Kerasian, Pulau Kerayaan, Pulau Kunyit, Pulau Payung-Payungan, Pulau sarang, Tanjung Tengah, Tanjung Ujung, Teluk Karu dan Teluk Tamiang
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS RTRW KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Kiky Permana Setiawan; Andi Achmad Priyadharma; Muhammad Yusuf Ridhani; Miftahul Ridhoni
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.872

Abstract

Perubahan pada aspek eksternal yang perlu diakomodir dalam RTRW karena pelaksanaan pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai bagian integral dari pembangunan regional dan nasional pada hakekatnya merupakan suatu proses yang bersifat integratif baik dalam tataran perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian yang dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pada aspek internal ditandai dengan perkembangan wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sedemikian pesat, dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan dan pertanian yang menuntut upaya perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian pembangunan dari segala sektor yang ada secara sinergis, berkesinambungan dan pro lingkungan. Perencanaan tata ruang wilayah yang berlandaskan pada daya dukung dan daya tampung lingkungan akan menjaga tekanan-tekanan eksternalitas maupun internal yang mempengaruhi terhadap perkembangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah ke arah yang semakin terkendali. Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 11 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyusunan, Peninjauan Kembali, Revisi, dan Penerbitan Persetujuan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang dijelaskan bahwa dalam proses penyusunan alternatif konsep rencana tata ruang wilayah berdasarkan prinsip optimasi pemanfaatan ruang wilayah kabupaten (ruang darat, ruang laut, ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi) sesuai dengan analisis lingkungan hidup dan/atau mempertimbangkan rekomendasi perbaikan hasil pelaksanaan KLHS. Metode penelitian dilakukan dalam tiga tahap meliputi analisis bio-ekoregion, analisis pemanfaatan ruang, dan analisis pengaruh. rekomendasi hasil penelitian menyepakati perbaikan muatan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program berdasarkan hasil perumusan alternatif, serta memformulasikan tindak lanjut pendukung sebagai konsekuensi dilaksanakannya kebijakan, rencana, dan/atau program
ANALISIS KETIMPANGAN EKONOMI DAN FISIK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Dian Anggraini; Muhammad Yusuf Ridhani; Kiky Permana Setiawan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1008

Abstract

Ketimpangan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam pembangunan ekonomi saat ini. Ketimpangan muncul karena tidak adanya perbedaan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Kondisi demografis ini dapat mencakup perbedaan tingkat pertumbuhan dan struktur penduduk, perbedaan tingkat kesehatan dan pendidikan. Salah satu ukuran keberhasilan pembangunan suatu daerah adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana kegiatan perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada periode tertentu. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau setiap kategori dari tahun ke tahun adalah laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketimpangan ekonomi dan fisik kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ditetapkan bahwa tujuan penelitian dari rumusan masalah adalah untuk menganalisis tingkat ketimpangan ekonomi dan fisik di wilayah tersebut.