Articles
Keabsahan Pemutusan Hubungan Kerja Karena Force Majeur Di Masa Pandemi Covid-19
Yayuk Sugiarti;
asri wijayanti
Justitia Jurnal Hukum Vol 4, No 2 (2020): Justitia Jurnal Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/justitia.v4i2.6187
Tidak ada yang mengharapkan terjadinya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara sepihak. Antara pekerja dan pengusaha selalu mengharapkan agar hubungan kerja dapat berlangsung selama-lamanya dengan suasana kondusif. Keadaan pandemic covid-19 telah memaksa kegiatan usaha melakukan perubahan syarat maupun cara kerja. Penanganan dan pencegahan penularan virus corona, telah memaksa pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan social. Perubahan cara kerja terjadi, misalnya mengurangi jumlah pekerja dalam waktu kerja tertentu. Ada yang menganggap kondisi pandemic covid-19 sebagai suatu keadaan memaksa (force majeur), sehingga mengakibatkan kerugian yang menjadikan pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak karena alas an force majeur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keabsahan dari pemutusan hubungan kerjan di masa pandemic covid-19 karena alasan force mejur. Penelitian ini adalah yuridis normative dengan pendekatan statute approach. Hasil dari penelitian ini adalah pandemic covid-19 tidak dapat dijadikan dasar alasan telah terjadinya force majeur, karena pandemic covid-19 bersifat sementara tidak selama-lamanya. Apabila pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak karena mengalami kerugian, harus tetap dibuktikan adanya kerugian berdasar analisis keuangan.dan memberikan hak-hak sesuai UU 13/2003. Kesimpulan yang didapat adalah pekerja yang diputus hubungan kerjanya karena alasan force majeur pada saat pandemic covid-tidak dapat dibenarkan dan harus tetap memberikan haknya sesuai UU 13/2003.
ASPEK HUKUM PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT LIMBAH PERUSAHAAN TAHU (STUDY KASUS DI KABUPATEN SUMENEP)
Yayuk Sugiarti
Jurnal Jendela Hukum Vol 7 No 2 (2020): JENDELA HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fh.v7i2.1072
Tahu merupakan makanan khas Indonesia yang merakyat dan sering dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, tahu yang dibuat dari endapan biji kedelai yang mengalami koagulasi, dari pengolahan tahu terdapat air-air yang menjadi limbah dalam industri pembuatan tahu. Produktivitas tahu oleh pelaku para usaha yang tersebar banyak terdapat dampak positif terhadap perekonomian rakyat dan terdapat dampak negatif terhadap lingkungan limbah tahu yang mencemari air yang menyerap kedalam tanah sehingga kualitas air sumur disekitar tempat pembuangan limbah tahu berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekitar pembuangan limbah. Perusahaan atau pabrik tahu yang melakukan produksi dan menghasilkan limbah sehingga mencemari lingkungan harus bertanggungjawab terhadap lingkungan dan masyarakat yang telah dirugikan oleh perusahaan atau pabrik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan dan bagaiamana bentuk pertanggungjawaban atau peranan pemerintah dalam mengatasi kasus tersebut.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA SADAR HUKUM DI DESA PATEAN KECAMATAN BATUAN
Yayuk Sugiarti;
Hidayat Andyanto
Jurnal Jendela Hukum Vol 8 No 1 (2021): JENDELA HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fh.v8i1.1337
Masyarakat desa pada umumnya memiliki tingkat kesadaran hukum yang rendah sehingga mengakibatkan adanya permasalahan hukum. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan mungkin adalah salah satu faktor tidak memahami hukum. Untuk mengatasi kurangnya pemahaman tentang hukum, maka rasanya perlu kiranya diperlukan adanya implementasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) secara efektif dan berkesinambungan sehingga masyarakat benar-benar memahami pentingnya hukum di desa Patean Kecamatan Batuan. Penelitian ini bertujuan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum sehingga nantinya masyarakat dapat mematuhi keberadaan hukum; serta mampu menumbuhkan kesadaran hukum di dalam masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku yang mengatur kehidupan sosial bermasyarakat. Data yang terdapat dalam penelitian ini, diperoleh dengan melalui tiga cara yaitu observasi, penyuluhan, dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode penelitian yuridis normatif yang memadukan aturan hukum yang ada dengan fenomena sosial di dalam masyarakat melalui pengamatan terhadap kegiatan keluarga sadar hukum di desa Patean Kecamatan Batuan.
PELAKSANAAN FUNGSI SOSIAL HAK ATAS TANAH DI PT. GARAM KABUPATEN SUMENEP
Sutrisni Sutrisni;
Yayuk Sugiarti
Jurnal Jendela Hukum Vol 6 No 2 (2019): JENDELA HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fh.v6i2.1557
Berdasarkan Undang-Undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, pada pasal 19 dinyatakan bahwa untuk menciptakan kepastian hukum Pertanahan, Pemerintah menyelenggarakan pendaftaran tanah. Atas tanah yang telah didaftarkan selanjutnya diberikan tanda bukti hak atas tanah, yang merupakan alat bukti yang kuat mengenai kepemilikan tanah. Dalam pendaftaran tanah, girik yaitu tanda bukti pembayaran pajakatas tanah dapat disertakan untuk proses administrasi. Girik, dengan demikian bukan merupakan tanda bukti kepemilikan hak atas tanah, namun semata-mata hanyalah merupakan bukti pembayaran pajak-pajak atas tanah. Dengan demikian, apabila di atas bidang tanah yang sama, terdapatklaim dari pemegang girik dengan klaim dari pemegang surat tanda bukti hak atas tanah (sertipikat), maka pemegang sertipikat atas tanah akan memilikiklaim hak kebendaan yang lebih kuat.
ANALISIS PASAL 1242 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA UNTUK TIDAK BERBUAT SESUATU SEBAGAI HAK DAN KEWAJIBAN DALAM PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM
Sutrisni Sutrisni;
Yayuk Sugiarti
Jurnal Jendela Hukum Vol 7 No 1 (2020): JENDELA HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fh.v7i1.1563
Suatu perjanjian dapat timbul karena adanya kesepakatan antara para pihak yang sepakat untuk melaksanakan perjanjian tersebut sebagaimana mestinya. Di dalam suatu perjanjian para pihak memiliki hak dan kewajiban yang harus dihormati dan dilaksanakan dengan baik. Apabila salah satu pihak tidak melaksanakan perjanjian yang telah disepakat, maka pihak tersebut melakukan wanprestasi. Untuk mengetahui pihak tersebut melakukan wanprestasi yaitu apabila tidak memenuhi prestasi sesuai waktu yang telah disepakati. Untuk memberikan peringatan terhadap pihak yang melakukan wanprestasi agar dapat segera memenuhi prestasi,yaitu dengan dilakukan peringatan tertulis secara resmi dan peringatan tertulis secara tidak resmi. Peringatan tertulis secara resmi dapat dilakukan melalui pengadilan negeri yang berwenang, sedangkan peringatan tertulis tidak resmi dapat dilakukan melalui surat tercatat,telegram,faksimile atau disampaikan secara langsung terhadap pihak yang bersangkutan.
DIVERSIFIKASI RASA DAN KEMASAN KRUPUK PARU UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN
Fatmawati Fatmawati;
Henny Diana Wati;
Yayuk Sugiarti
Jurnal ABDIRAJA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v1i1.634
Utilization of cattle lungs is not only served in the form of side dishes or lung empal. But in the hands of Yasmin women groups located in Kacongan Village and violet women groups located in Parsanga Village, cow lungs are transformed into savory and high economic value snacks so they can provide income in the family. These crackers are not only tasty and of high economic value, but also contain high protein which is very beneficial for the body. This is because protein is essential to play a role in the growth and formation of body tissues. Expected outputs are as follows: (1) The creation of a distinctive taste of cow's lung crackers, which is spicy and cheese-flavored, (2) The packaging of cow lung crackers that is more interesting and unique, (3) Making brands of cow lung crackers produced, and (4) Increased sales of cow lung crackers. The results of the activities showed the enthusiasm of the participants, so this indicated that this activity was exciting.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI WIRAUSAHA PENGOLAHAN BUAH SIWALAN DI DESA BANUAJU TIMUR KECAMATAN BATANG-BATANG
Yayuk Sugiarti;
Sutrisni Sutrisni
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v3i2.896
Pengabdian ini membahas adanya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan terhadap perempuan di desa Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang terkait adanya pengolahan buah siwalan menjadi makanan yang beragam (bervariasi) misalnya manisan sehingga lebih menarik dan mampu meningkatkan harga jual yang berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat serta mewujudkan desa mandiri.Tujuan adanya pengabdian kepada masyarakat ini pada akhirnya bagaimana kita memberdayakan perempuan dengan membentuk suatu organisasi yang didirikan oleh masyarakat melalui adanya pelatihan sehingga mereka mampu berpikir lebih luas bahwa untuk meningkatkan harga jual di pasar, buah siwalan tidak saja dijual dalam bentuk buah segar akan tetapi dapat diolah menjadi makanan yang mempunyai nilai jual pasar lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap pendapat masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan yaitu ceramah digunakan untuk menjelaskan tentang teori bermacam-macam pengolahan buah siwalan; metode praktek digunakan untuk mempraktekkan berbagai macam pengolahan buah siwalan menjadi manisan dll; serta metode diskusi dilakukan setelah pelatihan selesai sehingga kita mengetahui sejauh mana respon peserta terhadap kegiatan ini. Adanya pelatihan buah siwalan menjadi manisan ini, mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dengan mengembangkan kelembagaan masyarakat; meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengolah sumberdaya yang ada sesuai dengan kondisi sosial dan budaya yang seimbang dari aspek ekologis dan ekonomis; serta mampu menambah pendapatan mereka untuk kebutuhan sehari-hari dengan mengolah buah siwalan menjadi manisan.
Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Pembuatan Kepeng Waluh Guna Untuk Meningkatkan Perekonomian di desa Patean Kecamatan Batuan
Yayuk Sugiarti;
Sutrisni Sutrisni
Jurnal ABDIRAJA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v4i2.1155
Pemberdayaan perempuan merupakan usaha sistematis dan terencana untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Salah satu kegiatan pemberdayaan perempuan di desa Patean Kecamatan Batuan yaitu pelatihan pembuatan labu kuning menjadi kepeng (kepeng waluh). Adanya pemberdayaan ini dapat mendorong para perempuan di desa Patean untuk dapat membuka peluang usaha mengolah labu menjadi kepeng guna untuk meningkatkan perekonomian. Tujuan adanya pengabdian kepada masyarakat ini adalah Untuk memberikan pengetahuan berupa pelatihan mengolah labu kuning (waluh) menjadi kepeng untuk meningkatkan harga jual di pasar sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga di desa Patean Kecamatan Batuan. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan yaitu ceramah digunakan untuk menjelaskan tentang teori bermacam-macam tentang pengolahan labu kuning; metode praktek digunakan untuk mempraktekkan berbagai macam pengolahan labu kuning menjadi kepeng waloh; serta metode diskusi dilakukan setelah pelatihan selesai sehingga kita mengetahui sejauh mana respon peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Adanya pelatihan buah siwalan menjadi manisan ini, mampu Memberdayakan perempuan dengan cara melakukan pelatihan pengolahan mengolah labu kuning menjadi kepeng sehingga dapat mewujudkan desa mandiri dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa Patean Kecamatan Batuan.
PEMBATASAN PENGGUNAAN GADGET TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR OLEH ORANG TUA
Yayuk Sugiarti;
Hidayat Andyanto
Jurnal Jendela Hukum Vol 9 No 1 (2022): JENDELA HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/fh.v9i1.2051
Di era globalisasi saat ini, tentunya sangat mudah bagi kita untuk mencari informasi atau berkomunikasi satu sama lain menggunakan gadget. Karena kita memiliki gadget, kita lebih mudah untuk berinteraksi meski dalam jarak jauh, baik dengan saudara maupun teman. Hampir semua kalangan memilikinya baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Namun, gadget saat ini berdampak buruk, terutama bagi anak-anak. Dampak negatif dari penggunaan gadget adalah anak cenderung individualistis, sulit bergaul dan ketika kecanduan akan sangat sulit dikendalikan yang pada akhirnya otak anak sulit berkembang karena terlalu sering bermain game. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan dan mengawasi penggunaan gadget pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui dampak penggunaan gadget pada anak; memahami faktor-faktor yang mendukung dan menghambat orang tua dalam mengatasi perilaku anak dalam menggunakan gadget; dan Mengetahui dan memahami peran orang tua terhadap anaknya dalam penggunaan gadget. Data yang terdapat dalam penelitian ini diperoleh dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan lainnya sehingga mudah dipahami dan tentunya dapat diinformasikan kepada orang lain.”
Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Pembuatan Kepeng Waluh Guna Untuk Meningkatkan Perekonomian di desa Patean Kecamatan Batuan
Sugiarti, Yayuk;
Sutrisni, Sutrisni
Jurnal ABDIRAJA Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24929/adr.v4i2.1155
Pemberdayaan perempuan merupakan usaha sistematis dan terencana untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Salah satu kegiatan pemberdayaan perempuan di desa Patean Kecamatan Batuan yaitu pelatihan pembuatan labu kuning menjadi kepeng (kepeng waluh). Adanya pemberdayaan ini dapat mendorong para perempuan di desa Patean untuk dapat membuka peluang usaha mengolah labu menjadi kepeng guna untuk meningkatkan perekonomian. Tujuan adanya pengabdian kepada masyarakat ini adalah Untuk memberikan pengetahuan berupa pelatihan mengolah labu kuning (waluh) menjadi kepeng untuk meningkatkan harga jual di pasar sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga di desa Patean Kecamatan Batuan. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan yaitu ceramah digunakan untuk menjelaskan tentang teori bermacam-macam tentang pengolahan labu kuning; metode praktek digunakan untuk mempraktekkan berbagai macam pengolahan labu kuning menjadi kepeng waloh; serta metode diskusi dilakukan setelah pelatihan selesai sehingga kita mengetahui sejauh mana respon peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Adanya pelatihan buah siwalan menjadi manisan ini, mampu Memberdayakan perempuan dengan cara melakukan pelatihan pengolahan mengolah labu kuning menjadi kepeng sehingga dapat mewujudkan desa mandiri dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa Patean Kecamatan Batuan.