Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI JARAK TANAM DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN, KOMPONEN HASIL DAN HASIL TANAMAN WIJEN (Sesamum indicum L.) VARIETAS SUMBERREJO-1(Sbr-1) Nugroho Wahyu Widodo; Achmad Faqih
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v10i2.8589

Abstract

The results of this experiment can be seen the effect of the combination of spacing and phosphate fertilizer on the growth and yield of sesame (Sesamun Indicum L), Varieties Sumberrejo-1. The experiment was carried out in Mekarjaya Gantar Village, Indramayu - West Java, in July - November 2021. The experimental method was Randomized Block Design (RAK) with a combination pattern, with two treatments repeated three times, namely the combination treatment of phosphate fertilizer application (100 kg/ha, 150 kg/ha, 200 kg/ha) with spacing treatments (25 cm x 50 cm, 25 cm x 60 cm, and 25 cm x 70 cm). The experimental data were processed using linear model statistical tests, analysis of variance, and Scott-knot cluster further test analysis. The correlation between treatment with growth components and sesame yield was used Product Moment correlation coefficient. The experimental results showed: (1) The combined treatment of distance and phosphate showed plant height at 14 HST, leaf number at 14 HST, and seed weight per clump, but did not affect plant height at 28 HST and 42 HST, leaf number at 28 HST. and 42 HST, stem diameter, root compaction, leaf area index, plant growth rate, fruit number per clump, fruit number per plot, fruit weight per cluster, fruit weight per plot, 1000 seeds, and seed weight per plot ( 2) The highest seed weight of each plot was produced by a combination of treatments F, which was 25 x 60 cm and phosphate 200kg/ha with an average weight of 1.03 kg (together with 1,715 tan/ha), (3) There was a significant correlation between plant height and leaf number at 28 HST and 42 HST with seed weight of each plot in the strong category. However, there was no significant correlation between plant height and leaf number at 14 HST with seed weight in each plot with weak and simple categories.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL TAHU (Kasus di Desa Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon) Achmad Faqih; Eli Kurniati; Tety Suciati
Paradigma Agribisnis Vol 2, No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2234

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Pada bulan Mei 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Return Cost Ratio (R/C Ratio), (2) Break Even Point (BEP), (3) Return of Investment (ROI) usaha industri kecil tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Satuan analisis penelitian adalah industri kecil yang melaksanakan usaha tahu. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden menggunakan daftar pertanyaan, dan data sekunder diperoleh dari instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskrptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha industri kecil tahu di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, layak untuk diusahakan dilihat dari: (1) Nilai R/C 1,46 berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (2) Nilai BEP Produksi 26 kg/produksi, sedangkan tahu yang dihasilkan 27,5 kg/produksi berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (3) Nilai BEP Harga Rp 11.251 per papan-, sedangkan harga jual Rp.24.000 per papan berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (4) Nilai ROI sebesar 49% sedangkan bunga bank yang berlaku 1% per bulan berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Analisis, Kelayakan usaha, Industri tahu.
KOMUNIKASI PERTANIAN PADA ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI (Kasus Di Gapoktan Nyi Mas Baduran di Desa Suranenggala Kulon Kecamatan Suranenggala Kab.Cirebon) Achmad Faqih
Paradigma Agribisnis Vol 1, No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1496

Abstract

63KOMUNIKASI PERTANIAN PADA ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI(Kasus Di Gapoktan Nyi Mas Baduran di Desa Suranenggala Kulon Kecamatan SuranenggalaKab.Cirebon)Ahmad FaqihProdi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Swadaya Gunung DjatiEmail : afaqih39@yahoo.comABSTRAKKomunikasi merupakan hal terpenting dalam suatu kegiatan penyuluhan agar terciptanya kondisiyang diharapkan dari kegiatan penyuluhan tersebut, dalam proses penyuluhan dibutuhkan keahlian danketerampilan berkomunikasi bagi seorang penyuluh dalam mensosialisasikan program-program yangingin dijalankan. Para pelaku penyuluhan dituntut bekerja keras dan peka terhadap masyarakat. Tujuanutama dari penyelenggaraan penyuluhan adalah bagaimana menanamkan pada diri masyarakat agardapat mandiri dan berani mencoba sesuatu yang baru tanpa harus terpaku pada pengetahuan danpengalaman yang didapat dari orang tua atau masyarakat sekitar sehingga dapat menghapuskan rasaketergantungan kepada pelaksana penyuluhan selaku pembimbing.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) pengaruh bentuk komunikasi interpersonal,komunikasi kelompok dan komunikasi massa yang dilakukan oleh penyuluh pertanian terhadap tingkatadopsi inovasi teknologi pascapanen. (2) Untuk mengetahui bentuk komunikasi penyuluhan pertanianyang tepat agar tercapainya adopsi inovasi teknologi pascpapanenPenelitian ini dilaksanakan di Gapoktan Nyi Mas Baduran di Desa Suranenggala KulonKecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017sampai Februari 2018. Metode dan jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptifdengan teknik survey. Teknis pengumpulan data yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancaradan kuesioner, dan data sekunder yang diperoleh dari data yang diperoleh dari studi kepustakaan dandata dari instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian.Hasil analisis regresi linier berganda (1) Variabel Komunikasi Interpersonal berpengaruh nyataterhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pascapanen, dengan hasil uji regresi linier berganda yangmemiliki nilai sig = 0,002 yang artinya 0,002 < 0,05 dan mempunyai nilai B = 0,691. (2) VariabelKomunikasi kelompok berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pascapanen,dengan hasil uji regresi linier berganda yang memiliki nilai sig = 0,043 yang artinya 0,043 < 0,05 danmempunyai nilai B = 0,62. (3) Variabel Komunikasi Massa berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsiinovasi teknologi pascapanen, dengan hasil uji regresi yang memiliki nilai sig = 0,003 yang artinya0,003 < 0,05 dan memiliki nilai 0,877. (4) Variabel komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok,dan komunikasi massa berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pascapanen padidengan hasil analisis persamaan regresi linier berganda, yaitu : Y = (-1.042) + 0.691 𝑋1 + 0.620 𝑋2 +0.877 𝑋3.
Analisis komoditas unggulan sektor pertanian Achmad Faqih
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 4 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020211242

Abstract

One of the steps to inventory/identify regional economic potential is to identify potential, mainstay and superior products of the region in each sub-sector. This research was conducted to find out what commodities are the leading sectors of agriculture in Indramayu Regency as well as changes and shifts in the basic commodities of the agricultural sector in Indramayu Regency. This study uses quantitative descriptive research methods. The research sample consisted of 31 districts. The object of this research is data on the development of agricultural commodities in the Department of Agriculture, Indramayu Regency. The data used in this study is secondary data, namely data on agricultural sector commodity production in Indramayu Regency during the 2015-2019 period. The results showed that: the main commodities of Indramayu Regency in its sub-sector were food crops, namely superior rice in 28 sub-districts, superior green beans in nine districts, peanuts, cassava and sweet potatoes. In four sub-districts, maize and soybeans are superior in three sub-districts, besides that the growth of rice, mango, jackfruit and papaya commodities in Indramayu Regency is included in the advanced or progressive group because of its positive value.
Pengembangan Desa Wisata Pengolahan Ikan dan Madu di Desa Citengah Kabupaten Sumedang Achmad Faqih; Endang Sutrisno
Bandung Conference Series: Economics Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Special Issue: Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD)
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcses.v4i2.12509

Abstract

Abstract. Citengah Village is an agricultural and agro-tourism area. One of the village's leading potentials is the tea and coffee plantation sector commodities. On average, each family head has land use rights of 0.5 hectares and the average annual production is 200 tons with a price per kg of Rp. 1,500. The tourism sector has potential that also needs to be developed into a regional tourist area. Because the location of the village only has a distance of approximately 8 km from the city center of Sumedang, and is supported by 15 potential tourist attractions. The method of writing the article used is descriptive qualitative, describing and explaining the state of development of Citengah Village through community participation in order to achieve an independent village, especially through agritourism. The results of the activities include training on village superior products such as honey jelly, honey milk candy, honey fried bread, and processed chips. In addition, stunting counseling and increasing community digital literacy through knowledge of the use of SmartWatch in the SIMURNI, WAKEPO, and JKN Mobile programs. Abstrak. Desa Citengah merupakan daerah agraris dan agrowisata. Salah satu potensi unggulan desa yakni komoditi sektor perkebunan teh dan kopi. Rata-rata setiap kepala keluarga memiliki hak guna usaha lahan 0,5 Ha dan produksi rata-rata setiap tahun sebanyak 200 ton dengan harga per kg Rp. 1.500. Sektor pariwisata memiliki potensi yang juga perlu dikembangkan menjadi kawasan wisata regional. Karena lokasi desa hanya memiliki jarak kurang lebih 8 km dari pusat kota Sumedang, dan didukung 15 obyek wisata potensial. Metode penulisan artikel yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, menggambarkan dan memaparkan keadaan pembangunan Desa Citengah melalui partisipasi masyarakat demi tercapainya desa yang mandiri, khususnya melalui agrowisata. Hasil kegiatan antara lain pelatihan produk unggulan desa berupa jelly madu, permen susu madu, roti goreng madu, dan olahan kripik. Selain itu, dilakukan penyuluhan stunting dan peningkatan literasi digital masyarakat melalui pengetahuan penggunaan SmartWatch dalam program SIMURNI, WAKEPO, dan JKN Mobile.
KOMUNIKASI PERTANIAN PADA ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI (Kasus Di Gapoktan Nyi Mas Baduran di Desa Suranenggala Kulon Kecamatan Suranenggala Kab.Cirebon) Achmad Faqih
Paradigma Agribisnis Vol 1 No 1 (2018): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v1i1.1496

Abstract

63KOMUNIKASI PERTANIAN PADA ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI(Kasus Di Gapoktan Nyi Mas Baduran di Desa Suranenggala Kulon Kecamatan SuranenggalaKab.Cirebon)Ahmad FaqihProdi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Swadaya Gunung DjatiEmail : afaqih39@yahoo.comABSTRAKKomunikasi merupakan hal terpenting dalam suatu kegiatan penyuluhan agar terciptanya kondisiyang diharapkan dari kegiatan penyuluhan tersebut, dalam proses penyuluhan dibutuhkan keahlian danketerampilan berkomunikasi bagi seorang penyuluh dalam mensosialisasikan program-program yangingin dijalankan. Para pelaku penyuluhan dituntut bekerja keras dan peka terhadap masyarakat. Tujuanutama dari penyelenggaraan penyuluhan adalah bagaimana menanamkan pada diri masyarakat agardapat mandiri dan berani mencoba sesuatu yang baru tanpa harus terpaku pada pengetahuan danpengalaman yang didapat dari orang tua atau masyarakat sekitar sehingga dapat menghapuskan rasaketergantungan kepada pelaksana penyuluhan selaku pembimbing.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) pengaruh bentuk komunikasi interpersonal,komunikasi kelompok dan komunikasi massa yang dilakukan oleh penyuluh pertanian terhadap tingkatadopsi inovasi teknologi pascapanen. (2) Untuk mengetahui bentuk komunikasi penyuluhan pertanianyang tepat agar tercapainya adopsi inovasi teknologi pascpapanenPenelitian ini dilaksanakan di Gapoktan Nyi Mas Baduran di Desa Suranenggala KulonKecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017sampai Februari 2018. Metode dan jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptifdengan teknik survey. Teknis pengumpulan data yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancaradan kuesioner, dan data sekunder yang diperoleh dari data yang diperoleh dari studi kepustakaan dandata dari instansi atau lembaga yang berkaitan dengan penelitian.Hasil analisis regresi linier berganda (1) Variabel Komunikasi Interpersonal berpengaruh nyataterhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pascapanen, dengan hasil uji regresi linier berganda yangmemiliki nilai sig = 0,002 yang artinya 0,002 < 0,05 dan mempunyai nilai B = 0,691. (2) VariabelKomunikasi kelompok berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pascapanen,dengan hasil uji regresi linier berganda yang memiliki nilai sig = 0,043 yang artinya 0,043 < 0,05 danmempunyai nilai B = 0,62. (3) Variabel Komunikasi Massa berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsiinovasi teknologi pascapanen, dengan hasil uji regresi yang memiliki nilai sig = 0,003 yang artinya0,003 < 0,05 dan memiliki nilai 0,877. (4) Variabel komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok,dan komunikasi massa berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi inovasi teknologi pascapanen padidengan hasil analisis persamaan regresi linier berganda, yaitu : Y = (-1.042) + 0.691 𝑋1 + 0.620 𝑋2 +0.877 𝑋3.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL TAHU (Kasus di Desa Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon) Achmad Faqih; Eli Kurniati; Tety Suciati
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2234

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Pada bulan Mei 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Return Cost Ratio (R/C Ratio), (2) Break Even Point (BEP), (3) Return of Investment (ROI) usaha industri kecil tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Satuan analisis penelitian adalah industri kecil yang melaksanakan usaha tahu. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden menggunakan daftar pertanyaan, dan data sekunder diperoleh dari instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskrptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha industri kecil tahu di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, layak untuk diusahakan dilihat dari: (1) Nilai R/C 1,46 berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (2) Nilai BEP Produksi 26 kg/produksi, sedangkan tahu yang dihasilkan 27,5 kg/produksi berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (3) Nilai BEP Harga Rp 11.251 per papan-, sedangkan harga jual Rp.24.000 per papan berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (4) Nilai ROI sebesar 49% sedangkan bunga bank yang berlaku 1% per bulan berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Analisis, Kelayakan usaha, Industri tahu.
The Effect of Dolomite-Enriched Manure on Improving Low pH Soil in Pakcoy Cultivation Rahmawati; Nurjanah, Eva; Fathurrahman, Ariez; Faqih, Achmad
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acidic soil is one of the major constraints in the cultivation of horticultural crops, including pakcoy (Brassica rapa L.), as low soil pH can hinder nutrient absorption and root development. This study aimed to evaluate the effect of goat manure enriched with dolomite lime on improving soil chemical properties and enhancing the growth and yield of pakcoy grown in low-pH soil. The research was conducted in Cisantana Village, Cigugur Subdistrict, Kuningan Regency, using a randomized complete block design (RCBD) with a single factor consisting of five treatments and five replications. The treatments included: A (control), B (10 tons/ha of goat manure), C (10 tons/ha of goat manure + dolomite), D (20 tons/ha of goat manure), and E (20 tons/ha of goat manure + dolomite). Observed parameters were plant height, number of leaves, root volume, fresh plant weight, edible weight, relative growth rate, final soil pH, and organic carbon content. Data were analyzed using analysis of variance followed by the Scott–Knott test. The results showed that the application of goat manure combined with dolomite significantly improved soil pH and enhanced the growth and yield of pakcoy. Treatment E produced the best results in most measured parameters. Therefore, the integration of goat manure and dolomite lime is an effective strategy for ameliorating acidic soils and sustainably boosting pakcoy productivity.
Influencing Factors Interest of Young Farmers (Millennials) in The Agricultural Sector in Lebakwangi District, Kuningan Regency Fauzi, Muhammad Salman Alfarisi; Rahman, Fakhri Nur; Farhan, Muhammad; Faqih, Achmad; Fauzi, Nurul Arifah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i11.1174

Abstract

Kuningan Regency is an area that has abundant natural resource potential, both the wealth of water resources and the potential for agricultural land that is still productive (fertile). Lebakwangi District is one of the areas of Kuningan Regency that has significant agricultural potential. However, the interest of the younger generation in the agricultural sector is still considered low. This study aims to examine the impact of internal factors (motivation and personality) and external factors (family economic conditions and government policies) on the interest of millennial farmers in Lebakwangi District. This research was carried out in Lebakwangi District, Kuningan Regency. The research was carried out from May to June 2025. The method used was a descriptive quantitative approach with a simple random sampling technique for 82 respondents, as well as multiple linear regression analysis using SPSS 27. The results showed that simultaneously these four factors had a significant effect on the interest of young farmers (R² = 0.538). Partially, motivation and personality have a significant influence, while family economic conditions and government policies have no significant effect individually. The results of this study show that strengthening internal factors is the main key in increasing the interest of the younger generation in agriculture. This research is expected to be the basis for formulating a strategy for the development of millennial farmers to maintain the sustainability of the agricultural sector in the region.
Effect of Fermented Tofu Industrial Wastewater and Coconut Water Enriched with Em4 on the Growth of Water Spinach (Ipomoea Reptans Poir) Hidayatullah Az Zuhry, Syarif; Royyan, Royyan; Faqih, Achmad
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 11 (2025): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v4i11.1176

Abstract

Tofu wastewater, a by-product of tofu production, can reach volumes up to ten times that of the processed soybeans. This waste contains organic compounds like proteins, carbohydrates, and fats, as well as essential minerals such as nitrogen, phosphorus, and potassium, which benefit plant growth but pose environmental risks if untreated. Fermenting this wastewater with the EM4 bioactivator and coconut water—rich in growth hormones and minerals—produces a nutrient-rich, eco-friendly liquid organic fertilizer (LOF). This fertilizer serves as an alternative to chemical fertilizers often misused by farmers. This study evaluates the use of fermented tofu wastewater and coconut water as LOF for growing land spinach (Ipomoea reptans), chosen for its high consumption and easy cultivation. Results show that applying this fermented mixture significantly affects growth parameters, including stem diameter, fresh weight, number of nodes, leaf area, plant height (at 21 and 28 days), and number of leaves (at 14, 21, and 28 days). The best growth was observed in treatment F6 (40% tofu wastewater fermentation), though it did not exceed the positive control. These findings suggest that fermented tofu wastewater and coconut water enriched with EM4 have potential as sustainable liquid organic fertilizers that promote plant growth while reducing tofu industry waste.