Articles
Medula Spinalis Belt (MSB) Sebagai Metode Dalam Menurunkan Tingkat Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Batu Bata Di Kelurahan Lawawoi Kabupaten Sidrap
Ika Triwati
Dewantara Journal of Technology Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59563/djtech.v1i2.52
Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian MSB terhadap penurunan nyeri penderita nyeri punggung bawah pada pekerja batu bata di Kelurahan Lawawoi Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan desain pra-test dan post-test dengan pemilihan sampel, dimana dalam penelitian ini akan melibatkan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, kemudian kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tersebut masing-masing akan dilakukan pre-test yaitu berupa pengukuran skala nyeri, kemudian untuk pemakaian alat MSB hanya di berikan pada kelompok perlakuan saja. Hasil hipotesis dengan menggunakan Uji Mann Whitney menunjukkan bahwa nilai rata-rata rank untuk kelompok intervensi lebih kecil dari nilai rata-rata rank kelompok kontrol untuk perubahan skala nyeri punggung masing-masing kelompok sampel yakni kelompok intervensi (8,00) lebih kecil dari kelompok kontrol (23,00). Hasil uji statistik menggunakan Mann-Whitney Test di dapatkan nilai p = 0,015. Nilai tersebut lebih besar dari α (0,05) yang artinya ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok yang di pakaikan alat Medula Spinalis Belt (intervensi) dengan kelompok yang tidak dipakaikan alat Medula Spinalis Belt (kontrol).
Manajemen Risiko di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar (HIRARC)
Ika Triwati
Dewantara Journal of Technology Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59563/djtech.v2i1.92
PT Maruki Internasional Indonesia adalah perusahaan furniture untuk budaya masyarakat Jepang yang disebut Butsudan. Butsudan berfungsi sebagai tempat untuk menghormati dan berkomunikasi dengan para leluhur yang telah wafat. Terdapat berbagai macam jenis dan tipe Butsudan, namun umumnya berbentuk lemari. Butsudan produksi PT Maruki Internasional Indonesia berasal dari bahan baku Kayu. Komposisi penggunaan material kayu adalah 40% kayu lokal dan 60% kayu import. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada pekerja bagian produksi yang terdiri dari bagian pra produksi : pengeringan kayu, pembagian jenis kayu, bagian produksi : pemotongan/pembelahan kayu, laminating, pembuatan rangka, dan pengecetan, bagian post produksi : pengecekan ulang dan sterilisasi, pengepakan. Berdasarkan hasil penilaian identifikasi bahaya menggunakan metode HIRARC di dapatkan hasil : Hazard yang paling tinggi oleh para pekerja yaitu terdapat pada beberapa factory, seperti Pada factory 1 – 3 merupakan tempat produksi dengan hazard tertinggi karena pada factory tersebut yaitu dilakukan proses pemotongan kayu menggunakan mesin. Sementara para pekerja tidak menggunakan APD yang lengkap, dimana setiap mesin yang ada juga menghasilkan tingkat kebisingan yang tinggi. Hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja terutama pada pendengaran setiap pekerja yang ada di factory 1 – 3.
Hubungan Sikap Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal terhadap Kinerja Karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar
Ika Triwati;
Hardianty Hardianty;
Syamsiar Russeng
Dewantara Journal of Technology Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59563/djtech.v2i2.133
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal terhadap kinerja karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu sikap kerja sebagai variabel independen, keluhan muskuloskeletal sebagai variabel intervening, dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar dengan nilai p = 0.036 dengan kekuatan hubungan 0.208. Selain itu juga didapatkan Ada hubungan antara sikap kerja dengan kinerja karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar dengan nilai p = 0.026 dengan kekuatan hubungan -0.207. Hal ini menunjukkan bahwa sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar, sehingga data penelitian ini dapat mnejadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan dunia industri di Indonesia, khususnya PT. maruki Internasional Indonesia Makassar.
Pelatihan Inovasi Makanan Tradisional Serabi Ragam Rasa (SERAGAM) Untuk Meningkatkan Daya Beli Masyarakat Desa Harapan
Ika Triwati;
Siti Fatimah
Madaniya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.78
Dalam rangka terciptanya peluang usaha kecil masyarakat yang bergerak di sektor ekonomi, Dosen Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo bersama mahasiswa melakukan workshop pelatihan pembuatan Serabi Ragam Rasa (SERAGAM) dengan menggunakan power point dan praktek pembuatan langsung kepada masyarakat Desa Harapan Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas inovatif mahasiswa dan masyarakat dalam rangka bereksperimen serta menemukan hasil karya yang bermanfaat dan tepat guna. Masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan SERAGAM (Serabi Ragam Rasa) ini diharapkan dapat menjadi permen favorit sehingga laris di pasaran dengan bentuk yang lucu dan menarik. Selain itu, masyarakat juga diharapkan termotivasi untuk mengembangkan SERAGAM (Serabi Ragam Rasa) untuk dijual di pasaran. Metode kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah untuk memberi penjelasan tentang pembuatan SERAGAM (Serabi Ragam Rasa), metode praktik untuk pelatihan (workshop) pembuatan SERAGAM (Serabi Ragam Rasa), dan metode diskusi untuk membahas tentang keberlanjutan usaha SERAGAM (Serabi Ragam Rasa). Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa workshop pembuatan SERAGAM (Serabi Ragam Rasa) yang dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 16 Januari 2021 di Desa Harapan Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara. Workshop ini dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap pra produksi dan tahap produksi, mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dari kegiatan ini, pelatihan dapat dilakukan sebanyak mungkin dan berkelanjutan dengan disertai pengembangkan dari materi pelatihan itu sendiri. Kegiatan pelatihan pembuatan SERAGAM (Serabi Ragam Rasa) sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan kreativitas khususnya ibu - ibu yang ada di Desa Mappedeceng yang notabene pekerjaan sehari-harinya Ibu Rumah Tangga, mereka bisa membuat peluang usaha di bidang ini.
Pengaruh Gerakan Stretching Terhadap Keluhan MSDs pada Petani Rumput Laut di Kelurahan Takkalala Kota Palopo
Ika Triwati
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan stretching terhadap keluhan MSDs pada petani rumput laut (perempuan) di Kelurahan Takkalala Dengan teknik penarikan sampel secara Purposive sampling sebanyak 45 responden dari 83 orang petani rumput laut dengan kriteria petani perempuan tetap dan berumur 30-45 tahun. Jenis penelitian yang digunakan studi eksperimen semu (Quasy eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap kerja seluruh responden yang berjumlah 45 orang (100%) berada pada sikap kerja tidak ergonomis seperti posisi jongkok dan membungkuk saat pembibitan dan penjemuran, yang dilakukan setiap hari pada jam (07.00 – 18.00). Disimpulkan bahwa Pemberian gerakan stretching 6 menit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan keluhan MSDs pada pekerja perempuan di Kelurahan Takkalala Kota Palopo dengan penurunan sebesar 0,694 dengan P Value = 0,000 dibandingkan dengan kelompok kontrol mengalami penurunan yang tidak signifikan, dengan penurunan sebesar 1,000 dengan P Value = 0,106, Pemberian gerakan stretching 9 menit memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan keluhan MSDs pada pekerja perempuan di Kelurahan Takkalala Kota Palopo dengan penurunan sebesar 1,000 dengan P Value = 0,004 dibandingkan dengan kelompok kontrol, Pengaruh gerakan stretching yang paling efektif pada penurunan keluhan MSDs pada petani rumput laut di Kelurahan Takkalala Kota Palopo adalah gerakan stretching 6 menit. Kata Kunci: Gerakan Stretching, MSDs, Petani Rumput Laut
Penerapan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Pekerjaan Survey Lokasi
Dewi Astuti Baco;
Irmayani Irmayani;
Ika Triwati
Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31963/jacee.v3i1.4183
Pekerjaan konstruksi adalah pekerjaan yang selalu dibutuhkan mengikuti perkembangan zaman dan akan selalu ada. Survey lokasi merupakan pekerjaan tahap awal yang dikerjakan saat melakukan pekerjaan konstruksi. Setiap pekerjaan konstruksi memiliki potensi kecelakaan kerja yang tidak dapat dihindarkan, namum dapat dicegah dengan menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri sesuai dengan kebutuhan dan fungsi di tempat kerja tersebut. Tidak terkecuali pada pekerjaan Survey Lokasi yang memiliki berbagai medan lokasi, baik pada potensi kecelakaan kondisi sering, sedang, parah maupun ekstrim. Potensi kecelakaan kerja tersebut terlebih dahulu dapat diidentifikasi dengan menerapkan matriks penilaian resiko dan pengendalian resiko K3. Setelah melakukan observasi lapangan maka dapat ditentukan dan diterapkan Alat Pelindung Diri yang digunakan di lokasi pekerjaan.
Analisis Hubungan Stress Kerja dengan Keluhan Muskuloskeletal terhadap Kinerja Karyawan PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar
Ika Triwati;
Hardianty;
Arman A
An Idea Health Journal Vol 2 No 02 (2022): JULY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53690/ihj.v2i02.104
This research is an analytic observational study which was examined with a cross sectional study design. The relationship between work stress and musculoskeletal complaints on the performance of employees of PT. Maruki International Indonesia Makassar has been analyzed. There are 3 variables in this study, work stress as the independent variable, musculoskeletal complaints as the intervening variable, and employee performance as the dependent variable. The results indicate that there is no significant correlation between work stress and musculoskeletal complaints measured in employees of PT. Maruki International Makassar with p value = 0.391 and correlation value of 0.087. The same results are also shown in the correlation of work stress with the performance of employees of PT. Maruki International Indonesia Makassar with p value = 0.272 and correlation value of -0.102. Therefore, it can be concluded that there is no correlation between work stress and musculoskeletal complaints on the performance of PT. Maruki International Indonesia Makassar.
Penerapan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perguruan Tinggi Vokasi
Ika Triwati;
Irhamni Nuhardin
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59563/singkerru.v3i2.204
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) merupakan kebijakan pemerintah dalam menjamin keselamatan dan kesehatan bagi pekerja. Berdasarkan undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, perlu adanya pengetahuan dan ketentuan tentang K3 untuk menghindari kemungkinan terjadinya risiko kecelakaan kerja. Penerapan K3 ini juga diperlukan agar dapat menggunakan alat, sarana, dan prasarana dengan aman dan efisien. ATI Dewantara Palopo merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang harapannya lulusan dapat menerapkan, mengembangkan, budaya profesional dalam bekerja. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman Mahasiswa (i) ATI Dewantara Palopo tentang pengenalan potensi bahaya dan pengendalian bahaya sebagai bekal dan pengetahuan dasar bagi mahasiswa (i) sebelum melaksanakan magang demi menjamin keselamatan dan kesehatan kerja, dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kampus. Sasaran dari kegiatan ini yaitu Mahasiswa (i) ATI Dewantara Palopo. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi berupa ceramah atau persentasi dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan sosialisasi dan evaluasi yaitu adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang penerapan K3 di tempat kerja. Berdasarkan kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa (i) ATI Dewantara Palopo mendapatkan edukasi terkait pengenalan potensi bahaya, pengendalian bahaya dan adanya peningkatan pemahaman terhadap penerapan K3 di tempat kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa (i) akan pentingnya melakukan penerapan K3.
Edukasi Pentingnya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium bagi Siswa SMK Analis Mandala Bhakti Palopo
Ika Triwati;
Siti Khaeratul Mukarramah;
Baso Amir
Abdimas Singkerru Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59563/singkerru.v2i2.342
Kegiatan praktikum di laboratorium sekolah menengah kejuruan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi apabila tidak disertai dengan pemahaman yang memadai mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keselamatan kerja di laboratorium serta mendorong terbentuknya budaya kerja yang aman. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara luring selama dua hari melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan siswa sebagai peserta utama, dengan pendekatan penyuluhan, penyampaian materi, diskusi partisipatif, serta evaluasi menggunakan kuesioner berbasis digital. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pencegahan kecelakaan kerja di laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui kenaikan skor kuesioner setelah kegiatan. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep keselamatan kerja serta mampu menjelaskan kembali prosedur keselamatan di laboratorium. Pada aspek kemampuan menjelaskan prosedur, terjadi pergeseran dari kategori belum memahami menjadi cukup memahami dan memahami. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran dan minat terhadap penerapan keselamatan kerja, yang ditandai dengan partisipasi aktif selama kegiatan serta respon positif terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kesiapan siswa dalam melaksanakan praktikum secara aman serta mendukung terbentuknya budaya keselamatan kerja di lingkungan sekolah. Pendekatan edukasi yang mengintegrasikan penyampaian materi dan keterlibatan aktif peserta terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap keselamatan kerja di laboratorium.
Peningkatan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi melalui Sosialisasi pada Panitia dan Tenaga Kerja Pembangunan Masjid Al-Hidayah Salolo Kota Palopo
Dewi Astuti Baco;
Ika Triwati
Abdimas Singkerru Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59563/singkerru.v3i1.344
Kegiatan konstruksi berbasis swadaya masyarakat memiliki potensi risiko kerja yang tinggi akibat belum optimalnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Kondisi ini juga terjadi pada proyek pembangunan Masjid Al-Hidayah Salolo Kota Palopo yang melibatkan panitia dan tenaga kerja tanpa sistem keselamatan kerja yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kerja konstruksi melalui sosialisasi dan pendampingan langsung di lokasi proyek. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup kegiatan sosialisasi melalui briefing sebelum pekerjaan dimulai, identifikasi bahaya dan penilaian risiko kerja melalui observasi lapangan, serta pendampingan penggunaan alat pelindung diri dan pengendalian risiko. Kegiatan ini melibatkan panitia proyek dan tenaga kerja konstruksi yang terbagi dalam kelompok pelaksana lapangan dan kelompok pendukung pekerjaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Tenaga kerja mampu mengidentifikasi berbagai potensi bahaya seperti tertusuk benda tajam, jatuh dari ketinggian, tersandung, kejatuhan material, dan terpotong alat kerja. Selain itu, terjadi peningkatan penggunaan alat pelindung diri serta perbaikan penataan lingkungan kerja. Data hasil identifikasi dan penilaian risiko juga berhasil disusun sebagai acuan dalam pengendalian risiko di lokasi proyek. Manfaat yang diperoleh meliputi peningkatan perilaku kerja yang lebih aman, pengurangan potensi kecelakaan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih tertib dan produktif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi dan pendampingan berbasis partisipatif mampu meningkatkan penerapan keselamatan kerja secara efektif pada proyek konstruksi swadaya. Keterlibatan langsung tenaga kerja dalam seluruh tahapan kegiatan menjadi faktor kunci dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku keselamatan kerja yang berkelanjutan.