Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Radar Control for Detecting Rat Pests Using ESP 32 Based on Cloud Computing Irgi Maulana Hadi; Muhamad Riyad Ariwibowo
Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika) Vol 14, No 3 (2026): Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/voteteknika.v14i3.138362

Abstract

The rapid advancement of Internet of Things (IoT) technology has created significant opportunities to improve monitoring and control systems in the agricultural sector. One of the major challenges faced by farmers is rat pest infestation, which significantly reduces crop productivity and causes economic losses. Conventional pest control methods are often ineffective because they do not provide continuous and real-time monitoring. Therefore, this study aims to develop an ESP32-based pest detection radar integrated with IoT technology to support remote monitoring and improve agricultural pest management. This research employed the Research and Development (R&D) method, including system design, hardware implementation, software integration, and performance evaluation. The proposed system utilizes a PIR AM312 sensor to detect object movement and an HC-SR04 ultrasonic sensor to measure the distance of detected objects. Detection data are processed by the ESP32, transmitted to Firebase Realtime Database, and displayed on an Android application developed using MIT App Inventor. System testing was conducted between 7:00 PM and 9:00 PM under field conditions. The results demonstrate that the developed system successfully detected moving objects within a distance range of 16–186 cm. Ultrasonic sensor testing achieved an average error rate of 2.83% and an average accuracy of 97.17%, indicating reliable distance measurement performance. Detection data were successfully transmitted and displayed in real time through the Android application, with communication delays ranging from 1.20 to 3.56 seconds. The integration of PIR sensing, ultrasonic distance measurement, servo-based radar scanning, Firebase, and MIT App Inventor enables users to monitor object presence, distance, and direction remotely in real time. The system consumed 1.34 W of power, demonstrating its suitability for continuous monitoring applications. Overall, the developed system provides an effective IoT-based solution for real-time pest detection and monitoring in agricultural environments.
Optimasi Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Sistem Perangkap Tikus Menggunakan Manajemen Daya Faiz Firmansyah; Muhamad Riyad Ariwibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.948

Abstract

Pertanian padi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan, namun produktivitasnya masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya serangan hama tikus sawah yang dapat menyebabkan kerusakan tanaman secara signifikan. Metode pengendalian tikus secara konvensional masih memiliki keterbatasan dalam efektivitas, keamanan lingkungan, dan ketergantungan terhadap sumber energi eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi utama pada sistem perangkap tikus otomatis melalui penerapan manajemen daya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi tahap perancangan, pembuatan, implementasi, dan pengujian sistem. Sistem yang dikembangkan terdiri atas panel surya berkapasitas 30 Wp, Solar Charge Controller, baterai 12V 35Ah, inverter, serta unit perangkap tikus otomatis. Pengumpulan data dilakukan selama 10 hari pada area persawahan Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, dengan pengukuran setiap satu jam mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perangkap tikus berbasis PLTS mampu beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik PLN. Daya yang dihasilkan sistem berada pada rentang 48–78 Watt dengan tegangan relatif stabil pada 12–13 Volt, sedangkan perubahan arus menjadi faktor utama yang memengaruhi variasi daya listrik. Penerapan manajemen daya mampu menjaga ketersediaan energi untuk mendukung operasional sistem secara berkelanjutan. Kesimpulannya, integrasi PLTS dan manajemen daya dapat menjadi solusi teknologi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk mendukung sistem pengendalian hama tikus otomatis pada lahan pertanian dengan keterbatasan akses listrik.
Optimasi Efisiensi Motor Induksi 3 Fasha melalui Pemodelan dan Simulasi Berbasis Matlab Sutria Sutria; Muhamad Riyad Ariwibowo
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v5i3.951

Abstract

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan pada sektor industri karena memiliki konstruksi sederhana, keandalan tinggi, dan kemampuan operasi yang baik. Namun, perubahan kondisi tegangan, frekuensi, dan pembebanan dapat memengaruhi efisiensi kerja motor akibat meningkatnya rugi-rugi daya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengoptimalkan efisiensi motor induksi tiga fasa berbasis Variable Frequency Drive (VFD) dan Pulse Width Modulation (PWM) menggunakan MATLAB/Simulink, serta menentukan kombinasi parameter operasi terbaik untuk meningkatkan kinerja motor. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi model Asynchronous Machine tiga fasa berkapasitas 7,5 kW dengan variasi tegangan 380 V dan 400 V, frekuensi 50 Hz dan 60 Hz, serta variasi beban mekanis. Optimasi dilakukan melalui penyesuaian parameter internal motor berupa resistansi stator (Rs), resistansi rotor (Rr), dan induktansi bocor stator serta rotor (Lls dan Llr). Hasil simulasi menunjukkan bahwa optimasi parameter internal mampu meningkatkan efisiensi motor dibandingkan parameter standar MATLAB. Efisiensi tertinggi diperoleh pada kondisi tegangan 380 V, frekuensi 60 Hz, dan beban 20 N.m dengan nilai sebesar 82,35%. Sebaliknya, kondisi tegangan berlebih 400 V menyebabkan penurunan efisiensi akibat peningkatan rugi-rugi inti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan VFD-PWM dan optimasi parameter internal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan efisiensi energi motor induksi tiga fasa.