Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Curriculum Reform in Practice: Implementation of Kurikulum Merdeka in Islamic Religious Education at Sekolah Penggerak Ummul Khair; Hendra Harmi; Dewi Purnama Sari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.7681

Abstract

The Merdeka Curriculum is an Indonesian curriculum reform intended to increase school and teacher autonomy and to strengthen competency- and character-based learning. However, evidence on how this curriculum is enacted in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) at the elementary level remains limited. This study examined the implementation of PAI under the Merdeka Curriculum in a Sekolah Penggerak (Driving School) context at SD Negeri 02 Rejang Lebong. Using a qualitative descriptive case study design, data were collected from July to December 2024 through classroom observations, semi-structured interviews with four PAI teachers, the school principal, and selected students, and analysis of instructional documents (modules and lesson plans). Data were analyzed thematically following Braun and Clarke, supported by triangulation and member checking to enhance credibility. Findings indicate that teachers used increased curricular flexibility to prioritize essential and contextual PAI content based on initial diagnostic assessment and clearly stated learning objectives. Instruction commonly incorporated discussion, interactive explanation, reflective questioning, role play, Qur’anic reading practice, and value-based projects (e.g., charity and community service) to connect religious concepts with students’ lived experiences. Assessment emphasized continuous formative feedback through quizzes, portfolios, performance tasks, and observation of value enactment in daily behavior; remedial and enrichment activities were applied according to student needs. A recurring challenge concerned uneven parental support for reinforcing religious values at home. Overall, Merdeka Curriculum enactment in PAI fostered a student-centered and value-oriented learning environment that supported both understanding of Islamic teachings and character development, while highlighting the need for stronger school–family collaboration.
Pengembangan Modul Perkuliahan Sastra: Solusi Pembelajaran Efektif di Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup: Solusi Pembelajaran Efektif di Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup Ummul Khair; Siti Zulaiha; Clarisa Aurelia Putri
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Perkuliahan Apresiasi Sastra Berbasis Cerita Kearifan Lokal pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Curup. Pengembangan modul ini didasarkan pada kebutuhan akan bahan ajar yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa, serta kurikulum terbaru yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Selanjutnya, subjek penelitian yang diambil terdiri dari 5 dosen dan 20 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perencanaan desain modul, validasi ahli materi, bahasa dan media, serta uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap modul ajar apresiasi sastra yang memuat nilai-nilai kearifan lokal. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat layak. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata penilaian ahli materi sebesar 89%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%. Uji coba juga menunjukkan bahwa modul ajar apresiasi sastra ini efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman mahasiswa terhadap karya sastra lokal Bengkulu, seperti Danau Dendam Tak Sudah, Pesona Rejang dan Asal-usul Bengkulu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak dan efektif digunakan dalam perkuliahan. Modul ini juga mampu meningkatkan apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Penelitian ini ikut memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal di perguruan tinggi. Selanjutnya, penelitian ini juga dapat dijadikan referensi bagi pengembangan bahan ajar inovatif di bidang bahasa dan sastra Indonesia.