Muqowim Muqowim
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Contextualization Of Sayyid Idrus Bin Salim Al-Jufri's Thoughts On Religious Moderation In Institut Pendidikan Al-Khairaat Palu Syarifa Abdul Haris; Muqowim Muqowim; Radjasa Radjasa
Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/progresiva.v10i2.12599

Abstract

Indonesia is a country with a diversity of ethnics, cultures, languages, and religions that make it a multicultural nation. It leads Indonesia vulnerable to conflicts because of the differences in the ways of thinking. Thus, religious moderation through Islamic Values of Wasatiyyah (NISWA) is expected to be a solution to this problem. Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri is one of the reformers in Central Sulawesi (Indonesian: Sulawesi Tengah) that engaged in education. By employing descriptive-analytic method, it can be inferred that Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri is a moderate figure. His thoughts manifested on his remarkable work, Institut Pendidikan Alkhairaat, keep growing up to now. The concept of Religious Moderation by Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri through Islamic values implemented in Education Institute Alkhairaat, heretofore, is following NISWA, are tawasuth, tawazun, tasamuh, musawah, islah, syura, i’tidal, aulawiyah, tahadlur, tathawur, ibtikar, and muwathanah.
Upaya Guru dalam Membiasakan Karakter melalui Pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Ma’arif Seka Andrean; Muqowim Muqowim
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 10, No 1 (2020): JANUARI - JUNI
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v10i1.3634

Abstract

Proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru seharusnya bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efesien. Kegiatan belajar mengajar juga sebaiknya ditujukan kepada pembiasaan nilai­nilai karakter untuk berkembangnya kepribadian seorang murid. Penelitian ini bertujuan mengetahui tentang upaya guru dalam membiasakan karakter peserta didik melalui pembelajaran Aqidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi yang subjeknya berupa pendidik dan peserta didik. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian yaitu upaya guru dalam memberikan pembiasaan karakter pada peserta didik melalui pembelajaran aqidah akhlak, dapat diterapkan dengan teknik yaitu: memberikan penjelasan mengenai karakter, memberikan pembiasaan terhadap anak agar terbiasa melakukan tingkah laku yang berkarakter, proses pembelajaran yang dilakukan berlangsung secara interaktif, memilih dan mengembang tehnik belajar mengajar yang mempunyai kesempatan paling besar agar tujuan dalam proses belajar mengajar dapat tercapai, dan menambah kegiatan dengan mengaplikasikan tingkah laku dan sikap yang berkarakter.
Pendekatan Student Centered Learning dalam Menanamkan Karakter Disiplin dan Mandiri Anak di TK Annur II Novi Cynthia Yusnita; Muqowim Muqowim
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 5, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.5.2.%p

Abstract

Kedisiplinan dan kemandirian seorang anak akan lebih berkembang apabila ada upaya untuk mengembangkan kedua karakter tersebut. Sebab yang sering terjadi adalah anak cenderung datang terlambat ke sekolah dan tidak dapat mengembalikan mainan seperti semula pada tempatnya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendekatan Student Centered Learning dalam Menanamkan Karakteri Disiplin dan Mandiri pada Anak di TK Annur II. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan fakta-fakta yang sesuai dengan kejadian atau peristiwa tanpa menggunakan perhitungan. Teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilakukan oleh anak. Kemudian wawancara dilakukan dengan tanya jawab kepada guru dan orang tua. Lalu dokumentasi dilakukan untuk mengabadikan kegiatan anak untuk dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan student centered learning guru mampu menanamkan karakter disiplin dan mandiri pada anak dengan adanya kerja sama antar guru dan orang tua
Pengintegrasian Nilai-Nilai Keislaman Dengan Pembelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Pada Siswa Sekolah Dasar Vifta Agnia Utami; Muqowim Muqowim
JEMARI (Jurnal Edukasi Madrasah Ibtidaiyah) Vol 2 No 2 (2020): July Edition
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jemari.v2i2.665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan integrasi nilai-nilai keislaman dengan mata pelajaran TIK (Tekonologi Informasi dan Komunikasi) pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis yang bersifat library research. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan literatur-literatur atau data penelitian yang berupa kepustakaan. Data-data diperoleh melalui buku-buku dan jurnal-jurnal yang terakreditasi. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan beberapa temuan bahwa teknologi informasi dan komunikasi memiliki memiliki dampak positif dan negative bagi peserta didik, dan sebagai upacaya pencegahan terjadinya dampak negative, penulis menawarkan solusi yaitu dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan nilai-nilai keislaman. Kata kunci: Teknologi informasi dan komunikasi, Nilai-nilai keislaman.
Pengembangan kreativitas dan berpikir kritis pada anak usia dini melalui metode pembelajaran berbasis STEAM and loose part Zakiyatul Imamah; Muqowim Muqowim
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.479 KB) | DOI: 10.24090/yinyang.v15i2.3917

Abstract

STEAM is a new innovation in the era of disruption in the world of education. which is an integrative thematic learning, scientific approach and technology-based, STEAM method is a unit of learning to improve critical and creative thinking skills that can be carried out by all educational fields including early childhood education, and this STEAM learning method uses loose-based media parts which are used to stimulate children's creativity. The purpose of this study is to develop the learning process using STEAM and loose part based learning methods. And to increase creativity and critical thinking in children is characterized by children able to solve problems and be able to make connections with the surrounding environment. Using a loose part based STEAM learning method that is able to develop creativity and critical thinking of children. Children's creativity can be seen from how to play, explore and have creative thinking skills and fluent, critical thinking skills that we can see in analyzing a problem, can explore in detail and systematically.
Character Education for Teenagers in the Era of Society 5.0 Thomas Lickona's Perspective Muzawir Munawarsyah; Hujjatul Fakhrurridha; Muqowim Muqowim
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.984

Abstract

This research explores the relevance of Thomas Lickona's concept of character education in the context of Era Society 5.0. This research collects and analyses various relevant literature using a qualitative research method with a library research type. The data obtained includes books, articles, and other literature on character education and Era Society 5.0. The results show that Era Society 5.0, which emphasizes collaboration between technology and humans, requires strengthening moral values to ensure technology positively impacts social life. Thomas Lickona identified three main elements in character education: knowing the good, loving the good, and acting the good. These elements emphasize the importance of moral knowledge, moral feelings, and moral behaviour, which are interconnected and need to be applied in daily life. The implementation of character education in Era Society 5.0 must integrate technology with moral values through a comprehensive approach, involve all elements of society, and create a learning environment that supports the development of good character. This research concludes that Lickona's concept of character education is very relevant and can be applied effectively in Era Society 5.0 to form individuals with strong characters who can utilize technology wisely.
Reintegration of Islamic Education: New Direction for the Transformation of Madrasah Education Muhammad Azzami; Sangkot Sirait; Muqowim Muqowim
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5931

Abstract

This study explores strategies for transforming madrasah education through the reintegration of Islamic education to align foundational Islamic principles with contemporary educational needs. A qualitative approach was employed, utilizing a literature review and conceptual analysis to examine the assumptions underlying Islamic education and their contribution to the fragmentation of its core values. The findings indicate that the reintegration of Islamic education requires three key approaches: ideological criticism, historical analysis, and the adoption of a reintegration paradigm. These approaches provide a framework for presenting Islamic knowledge holistically, avoiding transformations that lack direction or merely reflect current realities. By integrating these approaches, madrasah education can maintain its foundational connection to Islamic principles while addressing modern challenges. This strategy offers a pathway to revitalizing Islamic education in a way that is both relevant and faithful to its core values. The proposed reintegration strategy provides a roadmap for transforming madrasah education, fostering a holistic approach that preserves its ideological roots and equips it to navigate contemporary realities effectively.