Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis dan Indeks Nilai Penting Mangrove di Desa Tabulo Selatan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Yulinda R. Antu; Femy M. Sahami; Sri Nuryatin Hamzah
The NIKe Journal VOLUME 3 NOMOR 1, MARET 2015
Publisher : Faculty of Fishery and Marine Sciences - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.345 KB) | DOI: 10.37905/.v3i1.1310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman dan indeks nilai penting (INP) mangrove di Desa Tabulo Selatan Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan April sampai Desember 2014. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode line transek yang ditarik dari arah laut ke darat. Lokasi penelitian dibagi atas empat stasiun, dan pada setiap stasiun terdiri dari 3 plot pengamatan. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan Indeks Nilai Penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Tabulo Selatan terdapat 7 jenis mangrove yaitu Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Eksceocaria agallocha, dan Scypiphora hyhyllacea, dengan nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun 1 untuk semua tingkatan yaitu semai, pancang, tiang dan pohon, dengan kategori keanekaragaman sedang, dan nilai indeks keanekaragaman terendah terdapat pada stasiun 3 dengan kategori keanekaragaman rendah. Hasil analisis INP menunjukkan bahwa jenis yang memiliki INP tertinggi untuk tingkat semai adalah Ceriops tagal, tingkat pancang Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris, untuk tingkat tiang adalah Sonneratia alba dan Avicennia alba dan untuk tingkat pohon adalah Sonneratia alba. Kata kunci: Keanekaragaman, Indeks Nilai Penting, mangrove, Desa Tabulo Selatan
Studi Sosial Ekonomi Petani Rumput Laut (Chlorophyta) Di Desa Sejoli Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong Mukhlisnah Djalil; Silpani Sirullah; Erlansyah; Yulinda R. Antu; Emiliyan Mamuki
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.1853

Abstract

Seaweed cultivation is a fisheries subsector with high economic value and plays an important role in improving the welfare of coastal communities. Sejoli Village, Moutong District, Parigi Moutong Regency has great potential in developing Chlorophyta seaweed, but faces obstacles such as limited capital, simple cultivation technology, and weak communication between farmers. This study aims to determine seaweed farmers' social and economic conditions in Sejoli Village. The research method used is descriptive qualitative with 25 respondents, selected based on the criteria of active farmers. Data were obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation, then analyzed descriptively. The results show that socially, the majority of farmers are of productive age (21–50 years), predominantly male (92%), have basic education, and have strong social interactions through cooperation activities and farmer groups. Economically, business capital ranges from IDR 4,000,000 to IDR 20,000,000 per planting season, total production costs IDR 101,160,000, total revenue IDR 197,405,000, and net income IDR 96,245,000 per cycle.