Mangrove ecosystems are coastal ecosystems with significant potential to enhance community economies, as they provide essential livelihood resources for coastal populations. This study aims to assess the feasibility of mangrove ecosystems in improving the economic conditions of coastal communities in Boalemo Regency. The research employed field observations and surveys through questionnaires, along with field documentation, to evaluate the ecological and economic aspects of mangroves. Data analysis included the Important Value Index (IVI), mangrove diversity index, economic value assessment, and Multi-Dimensional Scaling (MDS) to determine feasibility based on sustainability criteria. The ecological condition of mangroves in Boalemo Regency shows high density, with 65,800 seedlings/ha, 6,030 saplings/ha, and 2,300 trees/ha. The highest frequencies were recorded for Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, and Sonneratia alba, while mangrove cover was dominated by Sonneratia alba and Rhizophora stylosa. The diversity index was high in seedling and sapling categories and moderate in trees. The economic value of mangroves is derived from direct utilization of stems, leaves, fruits, and fisheries products such as shrimp, crabs, fish, and shellfish. Overall, mangrove ecosystems in Boalemo Regency are moderately sustainable in supporting community economic development. Keywords: Mangrove Ecology, Community Economy, Mangrove Feasibility Abstrak. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat. Ekosistem mangrove berperan sebagai sumber kebutuhan hidup masyarakat pesisir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan ekosistem mangrove sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Boalemo. Metode penelitian ini yaitu observasi dan survei lapangan melalui penyebaran kuesioner serta dokumentasi lapangan mengenai penilaian ekologi dan ekonomi mangrove. Analisis data yang digunakan yaitu analisis INP, indeks keanekaragaman mangrove, nilai manfaat mangrove dan analisis Multi-Dimensional Scaling (MDS) untuk penilaian kelayakan berdasarkan kriteria keberlanjutan. Kondisi ekologi mangrove di Kabupaten Boalemo memiliki kerapatan tinggi, yakni semai 65.800/hektar, pancang 6.030/hektar dan pohon 2.300/hektar. Frekuensi tertinggi dimiliki oleh jenis Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, dan Sonneratia alba. Tutupan mangrove didominasi oleh jenis Sonneratia alba dan Rhizophora stylosa. INP tertinggi untuk semai Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, dan pohon Ceriops decandra. Indeks keanekaragaman tinggi pada kategori semai dan pancang dan keanekaragaman sedang pada kategori pohon. Pemanfaatan ekosistem mangrove merupakan nilai ekonomi yang dihasilkan dari pemanfaatan langsung ekosistem mangrove melalui hasil pemanfaatan batang, daun, buah mangrove dan pemanfaatan perikanan udang, kepiting, ikan dan kerang-kerangan. Ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Boalemo memiliki nilai kelayakan ekologi yang cukup berkelanjutan dalam menunjang perekonomian masyarakat. Kata kunci: Ekologi Mangrove, Ekonomi Masyarakat, Kelayakan Mangrove