Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Media Pembelajaran Animasi 2D (Motion Graphic) Pada Mata Kuliah Praktikum Fotografi Dasar Rika Oktarina Dwiflora; Ervi Cofriyanti
CogITo Smart Journal Vol 7, No 2 (2021): Cogito Smart Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31154/cogito.v7i2.315.204-214

Abstract

Media pembelajaran merupakan suatu hal yang penting untuk mendukung proses belajar mengajar. Animasi 2D berbasis Motion Graphic dapat digunakan untuk mendukung proses mengajar yang lebih efektif, fleksibel, menarik serta mudah dipahami. Maka dari itu, dengan dibuatnya penelitian tentang Pembuatan Media Pembelajaran Animasi 2D berbasis Motion Graphic pada mata kuliah Praktikum Fotografi Dasar Materi Pengenalan Kamera, Teknik Exposure, dan Point of Interest ini, dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, fleksibel dan mudah untuk dipahami mahasiswa. Pada peneilitan ini menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle yang mana metode ini terbagi menjadi 6 tahapan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, studi pustaka dan kuesioner. Kuesioner disebar kepada responden ahli dan pengguna, responden ahli merupakan seorang ahli di bidang animasi dan multimedia sedangkan responden pengguna merupakan mahasiswa D4 Jurusan Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala likert. Hasil dari penelitian ini diketahui nilai kelayakan animasi pada pengujian ahli yang terdiri dari 8 orang ahli diperoleh persentase sebesar 80,62% dengan kategori “Sangat Baik” dan pada pengujian pengguna yang terdiri dari 50 orang mendapatkan persentase sebesar 88,2% dengan kategori “Sangat Baik”. Kata kunci : Media Pembelajaran, Animasi, Motion Graphic, Fotografi.
PENILAIAN TINGKAT KEMATANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT YANG MELAYANI BPJS DENGAN FRAMEWORK COBIT (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT SWASTA KOTA PALEMBANG) Ervi Cofriyanti; Leni Novianti; Dewi Irmawati Siregar
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2017: SNTIKI 9
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.81 KB)

Abstract

Layanan BPJS yang didukung oleh SI/TI masih mengalami beberapa kelemahan yang akan membawa citra negatif bagi rumah sakit di Indonesia, khususnya rumah sakit yang menerima layanan BPJS di Kota Palembang. Sementara itu, makin meningkatnya jumlah rumah sakit di Kota Palembang baik dimiliki oleh swasta maupun pemerintah menimbulkan persaingan yang makin ketat dan menuntut tiap rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasiennya Untuk mendukung kemampuan dan tingkat pelayanan supaya mampu bersaing dengan lembaga kesehatan yang lainnya perlu adanya pengelolaan yang berbasis teknologi informasi (TI). Sehingga perlu adanya penilaian sudah sejauh manakah tingkat kematangan pengelolaan SI/TI pada rumah sakit yang melayani BPJS dengan menggunakan framework COBIT. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara serta pengisian kuesioner oleh staf SI/TI pada rumah sakit di Kota Palembang yaitu RS XYZ. Pemilihan rumah sakit ini berdasarkan penggunaan SI/TI yang mana telah terdapat sistem informasi manajemen rumah sakit di dalamnya, terdapat layanan BPJS dan rumah sakit ini masih bertipe C. Untuk pembuatan kuesioner, indikatornya mengacu pada domain COBIT. Output dari penelitian ini adalah level kematangan pengelolaan SI/TI dan rekomendasi perbaikan pada RS XYZ. Hasil dari pengukuran tingkat kematangan yang dilakukan pada RS XYZ level tertinggi adalah 4 dan level terendah adalah 1. Nilai rata-rata yang diperoleh oleh RS XYZ adalah 2,85 yang artinya pemanfaatan SI/TI rumah sakit masih berada pada tingkat kematangan di level 2 (Repeatable but Intuitive). Agar rumah sakit dapat meningkatkan peran dan fungsi TI dalam mendukung strategi bisnis khususnya untuk proses bisnis pada layanan BPJS, rumah sakit harus menyadari pentingnya sebuah tata kelola TI yang baik dan dilakukan evaluasi untuk memastikan pemanfaatan SI/TI telah sesuai.