Mujizatullah Mujizatullah
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BIOGRAFI K.H. DJAMALUDDIN AMIN DAN PEMIKIRANNYA Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to reveal how the biography of KH Djamaluddin Amien'scharacter tells about his life. Biography can be seen that he does not want to becultivated as a kyai and generator of educational social movements, includingthrough schools built from TK / TPQ Raudhatul Athfal, Elementary Schools,Madrasah Tsanawiyah and Madrasah Aliyah, and the mosque in the land ofKaraeng Bissoloro, Gowa Regency. His biography can also be seen from histhoughts and works in the world of education, activities as the leader of theMuhammadiyah of South Sulawesi Region, as Chancellor of the MuhammadiyahUniversity of Makassar, and as Chair of the National Mandate Party eventhough he does not want to be a member of the DPR. The mandate is held at thesame time. This study uses a qualitative research approach, supplemented byliterature studies and interviews. The results showed that the personality of KHDjamaluddin Amien as a cleric and Muhammadiyah figure in South Sulawesihad its own characteristics. The thought in the field of religious education is therenewal of the curriculum and teaching methods by combining the teachingmodel of K.H. Ahmad Dahlan with K.H.Hasyim Asy'ari, and charactereducation models through religious extracurricular activities that combineelements of religious science and general sciences with classical systems. Theconcept of multicultural education that was built by him was open to change,prioritizing discussion and dialogue. In Religious Education, he taught the kitabkuning which was held every night Wednesday and Friday. The method appliedis the Sorogan and Bandongan methods
Motivasi Belajar Karya Tulis Ilmiah Peserta Didik Madrasah Aliyah Di Kota pare-pare Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik mengenai Karya Tulis Ilmiah di Madrasah Aliyah Pare-Pare, faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar dan lomba karya tulis ilmiah di Madrasah Aliyah, motivasi belajar dan lomba karya tulis ilmiah di Madrasah Aliyah Negeri 2, Madrasah Aliyah Negeri 1, dan MAS Lil-Banat Kota Pare –Pare, faktor pendukung dengan menerapkan metode deskriftif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya motivasi peserta didik belajar dan mengikuti lomba karya tulis ilmiah ditemukan bahwa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas sebelas terdapat materi Sistematika penulisan Karya Tulis Ilmiah dan pada mata pelajaran Sosiologi pada kelas sepuluh terdapat materi penelitian sosial Teks eksplanasi (data penelitian), namun belum ada petunjuk teknis/panduan khusus karya ilmiah di Madrasah Aliyah, aktifitas kegiatan ilmiah di Madrasah Aliyah terdapat pada kegiatan ekstrakurikuler, belum ada kegiatan khusus bimbingan karya tulis ilmiah, hanya diikutsertakan pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Sekolah (LKS) merupakan faktor penghambat. Rekomendasi perlunya pelajaran khusus penulisan karya tulis ilmiah pada kegiatan ekstrakurikuler, tidak diikutsertakan pada kegiatan yang lain dan hendaknya Madrasah Aliyah mempunyai panduan khusus penulisan karya tulis ilmiah yang sederhana agar mudah dipahami dan dipraktekkan oleh peserta didik
Implementasi Kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 Di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi Kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 di Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim kaitanya dengan pasal 5 mengenai penyusunan proses dan penetapan kebutuhan pengangkatan guru agama dan Implementasi Peraturan Pemerintah pasal 56 ayat (3) mengenai pelaksanaan keputusan terkait dengan kebutuhan pengangkatan guru PNS ditinjau dari aspek komunikasi dengan instansi terkait. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi Kebijakan tersebut. Metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi PP No. 11 tahun 2017 Pasal 5 dan Pasal 56 Ayat (3) telah diimplementasikan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara namun tidak terjalin komunikasi antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama kaitannya dengan penyusunan dan pengusulan formasi (kebutuhan), proses dan penetapan pengangkatan guru agama PNS, yang menjalin komunikasi dan koordinasi hanya antara Dinas Pendidikan , BKD, Biro Ortala Pemprov dan Menpan RB. Faktor Pendukung ; Kementerian Agama Kabid Pakis memberikan informasi berdasarkan data kebutuhan disampaikan ke Kemenag Kota melalui rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Faktor Penghambat Adanya pemahaman yang berbeda di masing-masing instansi, Kementerian Agama jalur vertikal yang membidangi madrasah dan Dinas Pendidikan membidangi sekolah sehingga muncul pemahaman ego sektoral diantara masing-masing kementerian. Guru honorer yang masuk dalam kategori 2 (K2) di bawah tahun 2005 yang diangkat menjadi CPNS dengan formasi guru diwajibkan melanjutkan Pendidikan dan sertifikat pendidik dominan tidak linier dengan pendidikannya. Direkomendasikan Perlunya Kementerian agama duduk bersama agar terjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak pemda dan Menpan dalam penyusunan , pengusulan dan pengangkatan guru agama dengan harapan Menpan dapat mengeluarkan kebijakan dengan memprioritaskan pengangkatan guru agama.
PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH ISIMU KABUPATEN GORONTALO Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i1.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui moderasi beragama para peserta didik. pada Madrasah Aliyah Swasta Muhammadiyah Isimu Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dengan wawancara pada beberapa informan diantaranya kepala madrasah aliyah, Guru Pendidikan agama, Siswa selanjutnya mengamati langsung kegiatan proses pembelajaran. Penelitian ini menghasilakan suatu kesimpulan bahwa madrasah yang terdiri dari ragam mazhab dan etnis tersebut memperoleh pendidikan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan pembelajaran intrakurikuler dengan tekhnik pembelajaran di integrasikan pada mata pelajaran agama dan kegiatan ekstrakurikuler (kegiatan Rohis) dan mampu mengimplementasikan sikap toleransi dan akomodatif terhadap budaya lokal dengan cukup baik. Siswa yang selama ini dipersepsi intoleran dan tidak akomodatif dengan budaya lokal, tidak terjadi di madrasah ini. Bahkan nilai-nilai moderasi beragama yang terintegrasi dalam pelajaran muatan lokal yakni kemuhammadiyahan telah diimplementasikan di lingkungan madrasah.
PERSPEKTIF TOKOH MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI KABUPATEN TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/educandum.v6i2.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gagasan dan perspektif tokoh masyarakat tentang substansi materi , pendekatan, dan kebijakan pemberlakuan sistem pembelajaran pendidikan moderasi beragama di Kabupaten Takalar , dengan metode kualitatif, melalui wawancara dan observasi. Penelitian menemukan bahwa gagasan dan perspektif tokoh masyarakat tentang Pendidikan Moderasi Beragama pendidikan yang mengajarkan pada peserta didik untuk bersikap netral, tidak ekstrem berdasarkan nilai-nilai agama , budaya dan kearifan lokal, pancasila. Substansi materi agama : aqidah, akhlak,landasan pancasila dan kearifan lokal. Materi bernuansa tradisi dan budaya lokal Appakasulapa dan Maudhu Lompoa. Berdasarkan ketiga hal tersebut pendekatan sistem pembelajaran pendidikan moderasi beragama, kurikulum dilaksanakan pada pembelajaran intrakurikuler dengan integrasi pada setiap mata pelajaran secara monolitik pada kegiatan ekstrakurikuler dan muatan lokal waktu 2 jam. Pendidikan non formal dan penerapannya mengenai nilai Appaka sulapa diaplikasikan dengan metode ceramah dan demonstrasi melalui outbond. Strategi pembelajaran mengimplementasikan materi agama, dan kearifan lokal. Pendidik sukarelawan anggota Forum Pemerhati Galesong . kebijakan penerapan Pendidikan Moderasi Beragama ; kebijakan penyediaan satuan pendidikan Sekolah Adat Karaeng Galesong pelopor Prof.Dr.H.Aminuddin Salle, SH, MH, beliau tokoh Guru Besar Unhas, Tokoh Adat dan Pendidikan. Dalam hal ini masih berusaha untuk mengambil kebijakan memasukkan ke Draf Peraturan Daerah Kabupaten Takalar, Tahun 2020-2025, menampilkan even budaya Maudu Lompoa ke kalender nasional. Sumber belajar ,alat pembelajaran, menulis dan menerbitkan buku khusus budaya yang terkait dengan budaya lokal di Kabupaten Takalar. Penerapan pendidikan moderasi beragama dapat diterapkan dengan mengajak para siswa ke acara budaya lokal.
PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA BAGI ANAK DIFABEL PADA MADRASAH DAN SEKOLAH DI KABUPATEN TAKALAR Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan pendidikan agama pada anak difabel di Madrasah dan Sekolah yang meliputi penyelenggaraan Kesiswaan, Kurikulum, Tenaga Pendidik, Sarana dan Prasarana, Layanan Keuangan, Lingkungan, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, Muatan Lokal. Faktor pendukung dan penghambat pelayanan pendidikan agama pada anak difabel dan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Takalar. Metode Kwalitatif, Hasil penelitian : Penerimaan Siswa difabel belum berdasarkan S.K. Kementerian Agama, belum dilaksanakan Asesmen jenis dan level ketunaan ,pelayanan pendidikan agama menggunakan Kurikulum 2013 , belum ada kurikulum khusus (RPP dan Silabus) ,.Hal ini terlihat pada kegiatan proses belajar mengajar mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup bahkan sampai pada kegiatan evaluasi. metode dan strategi pembelajaran disesuaikan dengan jenis ketunaan siswa. Pada kegiatan muatan lokal keagamaan Guru menggunakan strategi remedial . Bentuk layanan pembelajaran agama dengan strategi pendekatan personal dengan mengunjungi rumah dan melibatkan orang tua siswa, layanan khusus ini dilakukan oleh guru agama bekerja sama dengan guru bimbingan konseling dengan kemampuan yang sangat terbatas karena belum pernah mengikuti pelatihan atau pendidikan khusus. Faktor pendukung, Didukung oleh regulasi Kementerian Agama dan Kemendiknas, siswa regular melihat siswa difabel bagian dari komunitasnya untuk belajar menerima perbedaan psychis. Pada level kalangan siswa dibentuk agen perubahan anti bullying. Faktor penghambat, Penerimaan siswa difabel belum dilakukan asesesmen, belum ada sarana dan prasarana dan Guru pendamping khusus. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 kurang disosialisasikan sehingga masih terdapat madrasah yang tidak menerima siswa difabel.