Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Arbitrer

PEMBUATAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG MELALUI IMPLEMENTASI SCL BERBASIS MULTIMEDIA Ariani Tanjung
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.2.88-94.2016

Abstract

Perguruan Tinggi Politeknik Negeri Padang merupakan salah satu wadah yang memberikan pengajaran bahasa asing. Dalam hal ini, bahasa Jepang, yang berperan dalam mengembangkan potensi SDM untuk membina mahasiswa yang mampu berkomunikasi dengan bahasa asing yang bertujuan untuk memperkenalkan, serta mempromosikan objek wisata dan kebudayaan Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya kepada wisatawan. Pembinaan bahasa asing kepada mahasiswa dilakukan dengan cara yang mudah dicerna oleh siswa maupun mahasiswa. Oleh sebab itu, dengan adanya program SCL yang berbasis multimedia (IT) sangat diharapkan dapat memudahkan, memotivasi, serta menumbuhkan minat mahasiswa, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Politeknik sebagai lembaga pendidikan vokasional merupakan wadah yang tepat untuk mengimplementasikan program SCL yang berbasis multimedia karena sistem pengajaran yang dirancang melalui SCL memberikan metode pengajaran praktik 80% dan teori 20%. Metode ini akan lebih menarik apabila diimprovisasikan dengan program IT berbasis multimedia tersebut.
IMPLEMENTATION OF MODEL BASED LEARNING THROUGH MULTIMEDIA CONTENT IN WHICH APPLY TO GIVE AND RECIEVE CONTRASTIVITY VERB IN JAPANESE AND INDONESIAN Ariani Tanjung
JURNAL ARBITRER Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.2.2.101-111.2015

Abstract

Contrastive is a study that is focused on the field of phonetics, vocabulary, grammar, etc. between two or more languages with linguistic that differentiates various activities to gain clarity on the part of the symmetric and asymmetric. In the Japanese language, the verb “memberi” and “menerima”are part of Jujudoshi verbs, which consist of 5 words to “memberi” and 2 words to menerima” whose use has tiers or in polite form (Keigo), while in Indonesian, they are only represented by “memberi” and “menerima” that have no level or in the polite form. In the Japanese, the process of “memberi” and “menerima” take the position/status of subject and object, but in Japanese, there is no level the level or in other words they do rot depend on the position or status of the subject and the cbject . The “memberi” and “menerima” words in Japanese have been already formed, whereas in Indonesian language, they are derived by adding suffixes. In terms of function, “memberi” and “menerima” in Japanese and Indonesian languages have similarities, which discloses a process of giving and taking subject and object, which subject always get benefit from the process. In terms of the meaning, “memberi” and “menerima’ are represent semantic actions, and circumstances.