Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Integritas Laporan Keuangan Fauziah, Muthia Riza; Astuti, Sri; Sutoyo, Sutoyo
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 7 No. 2 (2023): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v7i2.17180

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya kemajuan teknologi dan ekonomi dapat mendorong setiap perusahaan untuk mampu berkompetisi dan melakukan kegiatan usahanya secara maksimal. Laporan keuangan yang memiliki integritas tinggi sangat bermanfaat untuk membuat keputusan bagi penggunanya.Tujuan: Tujuan dari riset ini adalah menguji variabel-variabel yang mempengaruhi integritas laporan keuangan, terdiri dari variabel ukuran perusahaan, kepemilikan institusiaonal dan manajerial, komite audit, dewan direksi dan komisaris independen serta Corporate Social Responsibility (CSR). Metode Penelitian: Data sekunder dalam penelitian ini diambil dari laporan tahunan perusahaan yang diunduh dari website Bursa Efek Indonesia (BEI). Industri pertambangan di BEI dari tahun 2014-2020 merupakan populasi penelitian ini. Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, komite audit, dan dewan direksi berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan, sedangkan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komisaris independen, dan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2020Keterbatasan Penelitian: Objek penelitian ini tidak mencakup perusahaan pertambangan yang termasuk dalam perusahaan BUMN.Keaslian/Novelty Penelitian: Penelitian ini menambahkan variabel independent yaitu CSR. Objek penelitian ini adalah perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena kegiatan operasional perusahaan pertambangan memerlukan penyerapan modal serta tingkat investasi yang tinggi, sehingga perusahaan pertambangan secara khusus rentan terhadap kasus kecurangan laporan keuangan (Jatam, 2018). Selain itu, perusahaan pertambangan rentan terhadap kerusakan lingkungan. 
PRAKTIK KEPEMIMPINAN INKLUSIF MANAGER COFFEE SHOP DALAM MEMBANGUN LINGKUNGAN KERJA INKLUSIF BAGI KARYAWAN DIFABEL Lathifah, Fidela; Astuti, Sri; Safitri, Camelia
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (On Proses)
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i03.59069

Abstract

Abstrak Meskipun kepemimpinan inklusif telah banyak dikaji dalam konteks organisasi dan perusahaan besar, penelitian yang mengkaji praktik kepemimpinan inklusif pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mempekerjakan karyawan difabel intelektual, khususnya penyandang down syndrome, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan inklusif yang diterapkan manager dalam mengelola dan mengembangkan kinerja karyawan difabel intelektual di UMKM Kopi Kamu, Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap pendiri, manager, pendamping, dan karyawan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, manager menerapkan kepemimpinan inklusif dengan menyeimbangkan rasa memiliki (belongingness) dan penghargaan terhadap keunikan individu (uniqueness) melalui komunikasi partisipatif, pemberian kepercayaan, dan pendampingan berkelanjutan. Kedua, akomodasi wajar diimplementasikan secara sistematis melalui standardisasi tata ruang, penyesuaian alat kerja, media komunikasi visual, pembagian tugas sesuai kemampuan, serta sistem pendampingan yang memungkinkan karyawan difabel bekerja secara mandiri dan produktif. Ketiga, nilai kemanusiaan yang ditanamkan pendiri terinternalisasi menjadi budaya organisasi yang mendorong kolaborasi, saling menghargai, dan penerimaan terhadap keberagaman sebagai bagian dari identitas oeganisasi. Kebaruan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan inklusif pada UMKM tidak hanya ditentukan oleh perilaku pemimpin, tetapi juga oleh integrasi antara akomodasi wajar dan budaya organisasi berbasis nilai kemanusiaan yang membentuk ekosistem kerja inklusif. Secara teoritis, penelitian ini memperluas kajian kepemimpinan inklusif dengan menawarkan perspektif. Kata Kunci: Kepemimpinan Inklusif, Karyawan Difabel Intelektual, Akomodasi Wajar, Budaya Organisasi, UMKM Coffee Shop  
Survei Asupan Asam Folat dan Seng pada Ibu Hamil di Jawa Barat Rahayu, Sri; Gumilang, Lani; Astuti, Sri; Nirmala, Sefita Aryuti; Judistiani, R. Tina Dewi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 4, No 3 (2019): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.45557

Abstract

Background: The lack of folic acid and zinc intake has considerable impact on both mother and fetus, and based on this research, the intake of folic acid and zinc among pregnant women in West Java is still quite low.Objective: The purpose of this research was to know the intake and average of folic acid and zinc among pregnant women in West Java.Methods: The method of this research was descriptive using cross sectional research design, and the sample was selected by using total sampling method from research of Academic Leadership Grant (ALG) on all first trimester pregnant women as many as 176 respondents who lived in the city of Sukabumi, Cirebon, Bandung and Cimahi recruited in the period of July 2016 - February 2017. Data source was the secondary data from food diary. The analysis used univariate data.Results: Most of the respondents with the folic acid intake not fulfilled were 97,2% and most of them with the zinc intake not fulfilled were 96%, with the average of folic acid intake 163 μg/day and the average of zinc intake 5,1 mg/day.Conclusion: Most of the respondents are categorized in the not fulfilled folic acid and zinc intake with the average under the Recommended Dietary Allowances (RDA) for pregnant women.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Bidan dengan Pelaksanaan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinangor dan Puskesmas Cisempur Nafillah, Nafillah; Astuti, Sri; Didah, Didah; Rinawan, Fedri Ruluwedrata; Sari, Puspa
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.45918

Abstract

Background : Indonesia one of the developing countries that still has nutritional problems in pregnant women, nursing mothers and infants aged zero to two years. The First Thousand Days of Life (1000 HPK) is a movement to improve nutrition with the aim of pregnant women, nursing mothers and infants aged zero to two years. Midwives are health workers involving 1000 HPK. The impact of not doing 1000 HPK by midwives in pregnant women and toddlers, one of which occurs anemia in the assessment, lack of chronic energy (KEK) in pregnant women and giving birth to stunting babies.Objective : To determine the relationship between knowledge and motivation of midwives with the implementation of 1000 HPK in the Jatinangor Health Center and Cisempur Health Center Work Areas.Methods : Quantitative with cross-sectional design. The sampling technique used total sampling with a large sample of 41 midwives. Data analysis using chi-square test. This research was conducted in the work area of Jatinangor Health Center and Cisempur Health Center in August 2018.Results : This study showed no significant relationship between knowledge and implementation of 1000 HPK (p> 0.05) and there was a significant relationship between motivation and implementation of 1000 HPK (p <0.05).Conclusion : There is no relationship between the knowledge of midwives and the implementation of 1000 HPK and there is a relationship between the motivation of midwives and the implementation of 1000 HPKKeywords : First 1000 Days of Life, Motivation of Midwives, Implementation of 1000 HPK, Knowledge.