Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Paparan Sulfur Dioksida(SO2) Terhadap Risiko Non Karsinogenik Pada Pekerja Penyapu Jalan di Kota Samarinda Iwan Muhammad Ramdan; Robiatul Adawiyah; Ade Rahmat Firdaus
Husada Mahakam Vol 4 No 5 (2017): November 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.132 KB) | DOI: 10.35963/hmjk.v4i5.98

Abstract

ABSTRAK Tingginya aktivitas dan kepadatan populasi manusia di perkotaan telah menyebabkan polutan udara perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Polusi udara perkotaan dapat bersumber dari kendaraan bermotor dan industri berbahan bakar fosil yang menghasilkan NO2, SO2, SO3, Ozon, CO, HC, dan partikel debu. Pekerja penyapu jalan terpapar berbagai polutan udara setiap hari sehingga berisiko tinggi terkena dampak kesehatan karsinogenik maupun non karsinogenik terutama gangguan pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan akibat paparan SO2 pada pekerja penyapu jalan di Kota Samarinda. Penelitian deskriptif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) telah dilakukan terhadap 74 orang responden. Pengambilan sampel SO2 dilakukan di simpang empat Jembatan Dua, simpang empat Air Putih, dan simpang empat Masjid Darussalam Kota Samarinda. Pengukuran konsentrasi SO2 dengan metode spectrofotometer dan risiko kesehatan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode ARKL. Hasil penelitian menunjukkan intake paparan < RfC SO2 (0,0125 mg/kg/hari) dengan konsentrasi SO2 sebesar 0,0043 mg/m3 dan nilai RQ £ 1. Belum ditemukan adanya risiko kesehatan nonkarsinogenik berdasarkan durasi pajanan realtime dan lifetime. Diperlukan upaya pencegahan berupa peningkatan kesehatan, pencegahan spesifik, deteksi dan pengobatan dini untuk mencegah dan mengatasi gangguan pernapasan. Kata Kunci : Risiko kesehatan, SO2, Penyapu Jalan.
Educational Human Resource Management in Enhancing Teachers’ Professional Competence Hermuna; Nur Izatul Yazidah; Efa Herlina Batubara; Evi Muliani; Cindy Audia Safira Putri; Robiatul Adawiyah; Catur Prida Retnivia; Laili Komariyah; Yudo Dwiyono
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of educational human resource management (HRM) and its role in enhancing teachers’ professional competence in schools. In the current era of educational transformation, effective HRM is essential to ensure that teachers continuously develop their professional capacities in line with institutional goals and technological advancement. The research employed a descriptive qualitative approach, involving principals, teachers, and supervisors from five public schools in City Samarinda. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that educational HRM contributes significantly to teacher professionalism through three primary dimensions: 1. systematic career planning and competency-based professional development, 2. continuous training, mentoring, and academic supervision, and 3. transparent and fair performance evaluation and reward systems. Supporting factors include visionary and participatory leadership, collaborative organizational culture, and policy support from educational authorities. However, budget constraints, insufficient training facilities, and low teacher motivation remain as barriers to optimal HRM implementation. The study concludes that strengthening integrated, adaptive, and data-driven HRM practices particularly those aligned with digital transformation is crucial to fostering teachers’ professional competence and enhancing educational quality. Educational HRM should not be viewed merely as an administrative function but as a strategic and transformational framework for building a professional, innovative, and sustainable learning environment in the twenty-first century.