Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Zakat: Wujud Solidaritas Sosial Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat Muhammad Arifin Lubis; Rahmi Amalia; Asmaul Husna; Fauziah Hanum
AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal At-Tawassuth | Vol. VIII | No. 2 | 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/ajei.v8i2.15545

Abstract

The goal of community economic empowerment is to help layers of Islamic society recover their dignity from impoverished and economically disadvantaged conditions. In other words, zakat management functions as well-organized actions with a procedure to achieve this goal in an effort to increase people's economic independence. Planning, organizing, implementing, managing, and supervising are all aspects of zakat management that are used to set and meet preset goals by utilizing human resources and other resources.Tujuan pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah untuk membantu lapisan masyarakat Islam memulihkan harkat dan martabatnya dari kondisi melarat dan tidak mampu secara ekonomi. Dengan kata lain, pengelolaan zakat berfungsi sebagai tindakan yang tertata rapi dengan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi umat. Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengelolaan, dan pengawasan adalah semua aspek pengelolaan zakat yang digunakan untuk menetapkan dan memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
OPTIMALISASI DANA ZAKAT DALAM MENDUKUNG LAYANAN KESEHATAN BAGI MUSTAHIK Asmaul Husna; Muhammad Arifin Lubis; Aswin Fahmi Darma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34637

Abstract

Abstrak: Mustahik masih menghadapi hambatan serius dalam memperoleh layanan kesehatan, terutama karena tingginya biaya pengobatan dan terbatasnya akses pada fasilitas medis. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan model pemberdayaan yang mampu menjawab persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat kemampuan mitra dalam mengelola dan memanfaatkan dana zakat secara optimal, sehingga dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat serta meningkatkan pemahaman publik tentang peran strategis zakat sebagai sarana pembangunan dan kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan edukasi kesehatan, pemeriksaan medis gratis, serta bantuan obat-obatan, dengan dukungan mitra utama Kantor Layanan LAZISMU Kota Medan bersama sebuah klinik kesehatan. Sebanyak 75 orang mustahik dari kalangan keluarga pra-sejahtera dan pekerja sektor informal terlibat langsung dalam kegiatan ini. Proses evaluasi dilakukan melalui survei kepuasan, wawancara, serta pengukuran kesehatan dasar (tekanan darah, kadar gula, dan keluhan umum) sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terkait kesehatan sebesar 68%, kemampuan menjaga pola hidup sehat bertambah 54%, serta pengeluaran untuk biaya pengobatan berkurang hingga 40%. Selain manfaat langsung, kegiatan ini juga menghasilkan pola kemitraan yang solid antara lembaga zakat, tenaga medis, dan masyarakat. Optimalisasi dana zakat terbukti berkontribusi signifikan dalam peningkatan kesehatan mustahik sekaligus memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.Abstract: The mustahik still face serious obstacles in obtaining healthcare services, primarily due to high medical costs and limited access to medical facilities. This condition creates a need for an empowerment model that can address health issues while simultaneously improving overall welfare. The purpose of this community service activity is to strengthen the partners’ capacity in managing and utilizing zakat funds optimally, thereby expanding access to healthcare services for the community and enhancing public awareness of zakat’s strategic role as an instrument for social development and welfare. The methods applied include health education and socialization, free medical check-ups, and the provision of medicines, supported by the main partner, the LAZISMU Service Office of Medan City, in collaboration with a health clinic. A total of 75 mustahik from underprivileged families and informal sector workers participated directly in this activity. The evaluation process was carried out through satisfaction surveys, interviews, and basic health measurements (blood pressure, blood sugar levels, and common health complaints) before and after the program. The results show a 68% increase in health awareness, a 54% improvement in the ability to maintain a healthy lifestyle, and a 40% reduction in medical expenses. Beyond the direct benefits, this activity also fostered a strong partnership model among zakat institutions, medical professionals, and the community. The optimization of zakat fund utilization has proven to contribute significantly to improving mustahik health and strengthening zakat’s role as an instrument of community empowerment.