Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Study of Living Hadith on the Reading Tradition of Ya Tarim Wa Ahlaha as a Media for Tawasul among the Banjar Society Akhmad Sagir; Hanafi Hanafi
Jurnal Living Hadis Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/livinghadis.2022.4050

Abstract

The meaning of the concept of tawassul shows various forms of traditions that developed in Banjarese society. One of its forms is the reading of ya Tarim wa ahlaha which is widely found in various circles. The forms of experience are varied, the first is read as a prayer in a congregation or read privately, the second is written and pasted in various places, such as restaurants, shops, and other business places to make the business smooth, in demand, and given convenience with the wasilah reading. This study aims to reveal aspects of living hadith in the experience of this tawassul practice in Banjarese society. This research uses ethnographic methods that are descriptive-qualitative. The purpose of this method is to understand other ways of life from the point of view of society. The data collection studies used are using observation, interviews, and documentation using an anthropological approach. This approach is important to use in the study of living hadith to make it easier for researchers to photograph as they are about the dimensions of beliefs, beliefs, rituals, and traditions holistically, and not to lead researchers to justify a practice that is being carried out by society.
Hadis tentang Human Relation ('Alaqah Insaniyah) dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Halya Quzwainie Shaieba; Akhmad Sagir; Adi Ansari
Horizons : Journal of Education and Social Humaniora Vol 2, No. 1 Horizons (June 2026)
Publisher : PT. Ahlal Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/hns.v%vi%i.29

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep 'alaqah insaniyah (human relation) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW dan relevansinya terhadap manajemen pendidikan Islam. Di era digital yang ditandai dengan melemahnya interaksi sosial tatap muka dan berkembangnya individualisme, nilai-nilai relasional yang diajarkan hadis menjadi semakin penting untuk dikaji dan diinternalisasi. Kajian ini menerapkan metode riset kepustakaan (library research) melalui kerangka pendekatan kualitatif.  Hasil kajian menunjukkan bahwa 'alaqah insaniyah dalam perspektif hadis mencakup empat dimensi utama yang saling terkait: (1) tolong-menolong (ta'awun), (2) silaturahmi ('ilah al-ra'im), (3) akhlak dalam berinteraksi, serta (4) keadilan dan persamaan dalam hubungan sosial. Keempat dimensi ini membentuk sistem etika relasional yang komprehensif dan koheren. Temuan ini mengindikasikan bahwa hadis-hadis Rasulullah SAW mengandung panduan yang praktis, universal, dan transendental dalam stabilitas hubungan antarindividu dalam struktur sosial.
Manajemen Perubahan dalam Perspektif Hadis: Integrasi Nilai Spiritual dan Teori Modern Ulya Ulfah; Akhmad Sagir; Adi Ansari
Horizons : Journal of Education and Social Humaniora Vol 2, No. 1 Horizons (June 2026)
Publisher : PT. Ahlal Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/hns.v%vi%i.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan manajemen perubahan dalam perspektif Islam serta menganalisis relevansinya dengan teori perubahan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Sumber data terdiri atas data primer berupa hadis-hadis yang terkait dengan perubahan, niat, perbaikan diri, kepemimpinan, fleksibilitas, dan evaluasi berkelanjutan, serta data sekunder berupa jurnal terindeks, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran pustaka, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi kualitatif yang dipadukan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perubahan dalam perspektif Islam mencakup beberapa prinsip utama, yaitu konsep perubahan sebagai bagian dari sunnatullah, pentingnya perbaikan diri melalui muhasabah dan tazkiyatun nafs, perubahan berbasis niat sebagai fondasi transformasi, perubahan secara bertahap melalui prinsip istiqamah dan tadarruj, kepemimpinan sebagai agen perubahan, fleksibilitas dan adaptasi dalam merespons dinamika sosial, serta evaluasi dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari proses transformasi. Temuan ini menunjukkan bahwa hadis hadis Nabi SAW memiliki relevansi yang kuat dengan teori manajemen perubahan modern, baik dalam aspek perilaku individu maupun perubahan sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa manajemen perubahan dalam Islam tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga spiritual, moral, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Hadits-hadits Tentang Pelaporan (Tablîgh) Dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Aisyah Maulidia; Akhmad Sagir; Adi Ansari
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (MANAPI) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan konsep pelaporan (tablîgh) serta relevansinya dalam perspektif manajemen pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tematik (maudhû'î) terhadap hadits-hadits yang terhimpun dalam kitab-kitab hadis standar (al-kutub al-sittah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat sejumlah hadits sahih yang secara eksplisit dan implisit membahas kewajiban tablîgh sebagai bagian dari sistem informasi dan pelaporan dalam Islam; (2) konsep tablîgh dalam hadits memiliki korelasi yang signifikan dengan fungsi-fungsi manajemen pendidikan Islam, terutama pada aspek komunikasi kelembagaan, akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan; (3) implementasi nilai tablîgh dalam manajemen pendidikan Islam mendorong terwujudnya tata kelola lembaga pendidikan yang amanah, transparan, dan bertanggung jawab. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan model manajemen pendidikan Islam berbasis nilai-nilai profetik.
Hadis-Hadis Tamwil (Pembiayaan) dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Muhammad Agussalim; Ahmad Sagir; Adi Ansari
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1882

Abstract

Penelitian ini mengkaji hadis-hadis tamwil (pembiayaan) dalam perspektif manajemen pendidikan Islam. Tujuan utama penelitian adalah mengeksplorasi landasan hadis mengenai pengelolaan keuangan pendidikan Islam, prinsip-prinsip pembiayaan, serta etika pengelolaan harta dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian hadis tematik (maudu'i) dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari kitab-kitab hadis utama (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidhi, Sunan An-Nasa'i, dan Sunan Ibn Majah) serta literatur hadis tarbawi, yang kemudian dilakukan takhrij dan kritik hadis untuk memastikan kualitas riwayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW menyediakan kerangka komprehensif untuk manajemen pembiayaan pendidikan Islam yang meliputi prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Hadis-hadis tersebut menggarisbawahi pentingnya mengorbankan harta untuk ilmu, pengelolaan wakaf pendidikan sebagai instrumen sustainable financing, serta etika penggunaan dana pendidikan yang berlandaskan prinsip amanah. Berdasarkan temuan tersebut, dikonstruksi empat model manajemen pembiayaan pendidikan Islam: model filosofis (ilmu sebagai investasi abadi), model instrumental (wakaf dan sedekah jariyah), model operasional (sistem amanah dan transparansi), serta model empowerment (kemandirian peserta didik). Temuan ini memberikan landasan teologis bagi pengembangan sistem manajemen pembiayaan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.