Muhammad Hasan
Ph.D. Student At The National University Of Malaysia, Selangor, Malaysia, Lecturer At State Islamic Institute Of Samarinda, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE TRADITION OF YASINAN IN INDONESIA Akhmad Sagir; Muhammad Hasan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i2.4991

Abstract

Surah Yasin is a surah often recited in various religious activities in Indonesian society. Yasin a considered a surah that has many benefits. The tradition of reciting Yasin is a routine practice done by Muslims, especially in Indonesia. However, the recitation of Yasin in Indonesia is encountered in various forms in religious rituals. Therefore, the writing was based on people gathering to recite Yasin. It can be seen that the reciting Yasin is not only in the culture but the Islamic values that are instilled. This study aims to conduct a literature review study on the living Qur’an use of Yasin in Indonesia. The ATLAS.ti application version 9.0.20.0 was used to assist in analysing existing data. This research method used was reviewing the living Qur’an literature, including 1) the first stage: planning review, 2) the second stage: the implementation of the review, and 3) the last stage: presentation of results. The researcher found 78 articles from the google scholar index source, and 28 papers were read and analysed in this study. The findings showed Yasin’s function for public belief and forms of traditions cultivated in Indonesia’s living Qur’an. These findings resulted in the reciting of Yasin as a practice cultured by the community. Also, the culture of reciting Yasin becomes a sacred ritual and full of meaning in every activity. It is suggested that future research provides a specific knowledge contribution to reciting Yasin in Indonesia.
Prosesi Pernikahan Adat Lawas Masyarakat Kutai Kartanegara Perspektif Maqashid Syari’ah Muhammad Wahid; Moh. Mahrus; Muhammad Hasan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.750

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu institusi sosial yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, pernikahan tidak hanya dipandang sebagai ikatan antara seorang laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai ibadah yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi pernikahan adat lawas masyarakat kutai kartanegara perspektif maqashid syari’ah. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif adalah peraturan-peraturan yang berkaitan dengan teori hukum yang menjadi objek penelitian pada prosesi pernikahan adat lawas masyarakat Kutai Sedangkan jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang mana peneliti akan menggambarkan temuan dilapangan kemudian menganalisis kejadian tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian berbentuk kualitatif yaitu data yang berupa kata-kata yang diperoleh dari responden melalui wawancara. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi, yakni dengan memahami konteks fenomena yang diberlakukan pada perilaku pernikahan Adat Lawas masyarakat Kutai. Hasil penelitian ini menunjunkkan bahwa, Pertama, menunjukkan bahwa prosesi pernikahan Adat Lawas mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang meliputi nilai kepercayaan dan tanggung jawab serta nilai kesopanan. Kedua, prosesi pernikahan Adat Lawas masyarakat Kutai ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan prosesi-prosesi yang berlaku di daerah lain. Prosesi pernikahan dimulai dengan persetujuan keluarga, tokoh adat, dan pejabat desa, kemudian diikuti dengan penyerahan tanda atau cenderamata oleh calon mempelai laki-laki. Ketiga, Berdasarkan konsep maqāṣid syarī'ah dalam pandangan al-Syatibi, prosesi pernikahan adat lawas masyarakat kutai kartanegara dari perspektif maqāṣid syarī'ah terbagi menjadi 3 aspek Menjaga Akal (Hifz al-Aql), menjaga keturunan (hifz al-nasl), menjaga harta (ḥifẓ al-mal).