Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB DOMINAN Tejaningrum, Ayi; Indri Rustyani, Indri Rustyani
Journal of Entrepreneurship, Management and Industry (JEMI) Vol 2, No 3 (2019): Juli - September 2019
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jemi.v2i3.1922

Abstract

Determining the cause of the dominant suitability in a process is the final goal of this study, so the company is able to take action for improvement. The study was conducted at PT. Berdikari Metal Engineering with object research products of Dies Holder Comp Element. The main problem at this time regarding the number of defects is still high, reaching 7.9%. In January to June 2018, the total production reached 735,395 pcs with the number of incompatible products of 52,382 pcs. Case study research methods with quantitative descriptive analysis as the basis for analysis, and Failure Mode Effect Analysis (FMEA) are used as tools in problem solving. Based on field analysis, the highest RPN value is found in the casting process with a value of 400, so companies must improve accuracy in the stages of material refinement, material classification and rolling process so that it reaches a thickness of 0.4 mm and a length of 39.5 mm. Some actions that should be taken by the company include improving HR skills, especially in the process of working accuracy, making changes in factory air temperature, doing engine maintenance. With this proposal, it is expected to reduce product incompatibility by 31%.
PELATIHAN PEMBUKUAN SEDERHANA DAN PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI (KEWIRAUSAHAAN) UMKM KOTA GARUT Ayi Tejaningrum; Rr Rachmawati; Hanifah -
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : STIE Ekuitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v2i2.73

Abstract

Hampir bisa dipastikan salah satu kekalahan UMKM dalam berbisnis adalah tidak adanya pencacatan pembukuan yang akurat, sederhana dan mudah dibaca untuk memantau jalannya bisnis, serta motivasi dalam ethos kerja yang belum produktif. Pengabdian ini diawali dengan fenomena tersebut, dan dilaksanakan di UMKM Kota Garut, dengan metodologi diawali dengan analisis masalah, kegiatan training, diskusi dan pendampingan. Kegiatan melibatkan UMKM yang bergerak dalam industri kerajinan kulit, jasa dan home industri kuliner. Kegiatan training berhubungan dengan materi kewirausahaan dan pembukuan sederhana, dilanjutkan dengan bimbingan teknis pembukuan sederhana dan coaching internal kewirausahaan. Berdasarkan hasil analisis selama kegiatan pelatihan, UMKM menyambut dengan baik upaya yang dilakukan, dan mereka memiliki perubahan pemahaman dalam proses peningkatan kebermanfaatan dan berkarya, dan juga peningkatan pemahaman dalam pencatatan keuangan. Saran kedepan kegiataan pengabdian ini untuk bisa dilanjutkan dengan kegiatan praktik pembukuan dan pendampingan untuk kewirausahaan sampai mereka mampu melakukan pencatatan sederhana berbasis ETAP dan mampu meningkatkan jiwa wirausaha.
MANAJEMEN PENGOLAHAN KELOMPOK SAMPAH Mutia Tri Satya; Yuyus Yudistria; Ayi Tejaningrum
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : STIE Ekuitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v3i1.81

Abstract

Dari sisi perekonomian, masyarakat Desa Margasari ada di kelas menengah ke bawah. Pendapatan yang kecil dengan biaya hidup yang tinggi. Untuk membantu kebutuhan rumah tangga, ibu-ibu di Desa Margasari berusaha untuk membantu ekonomi rumah tangga dengan cara berjualan di sekitar sekolah. Kondisi setelah masyarakat memahami tentang pemilahan sampah, dan bahwa sampah anorganik bisa menghasilkan keuntungan dari sisi materi. Tim pengabdian menginisiasi membentuk kelompok pengolahan sampah bagi ibu-ibu di Desa Margasari. Metode dalam program pengabdian yang dilakukan adalah tahap awal identifikasi permasalahan kelompok, kemudian pelatihan sesuai dengan kebutuhan kelompok (manajemen pengolahan dan pencatatan keuangan). Kemudian tahap pelaksanaan, yaitu dilakukanya pelatihan manajemen pengolahan dan pencatatan keuangan dan tahap akhir dilakukannya pendampingan. Hasil pengabdian ini antara lain: 1). Peserta mengetahui faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi oleh kelompok pengolahan sampah; 2). Peserta manajemen pengolahan sampah yang baik sehingga terstruktur dan tertib administrasi adanya pembagian tugas; 3). Peserta dapat membuat pencatatan keuangan yang baik; 4). Peserta dan masyarakat sekitar memahami keuntungan dengan adanya ke bank sampah dan pentingnya legalitas dari sebuah kegiatan yaitu dengan di bentuknya koperasi; 5). Peserta dapat mengoperasikan mesin jahit sehingga dapat menghasilkan berbagai jenis barang dari sampah.
PROGRAM HOMESTAY UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAMPUNG KREATIF CIBUNUT Mutia Tri Satya; Ayi Tejaningrum; Hanifah -
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : STIE Ekuitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v4i1.156

Abstract

Cibunut melakukan inovasi yaitu dengan menjadikan salah satu kawasannya menjadi tempat wisata. Melihat banyaknya wisatawan yang berkunjung, ketua RW berinisiatif membangun program homestay agar para wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung tetapi akan mengahabiskan waktu beberapa hari untuk menikmati kampung kreatif Cibunut, yang otomatis akan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat Cibunut. Maka dari itu, program homestay dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara memberikan pelatihan secara tatap muka mengenai pengelolaan homestay serta Website sebagai sarana pemasaran. Pemberian banner yang menggambarkan profil Cibunut juga dilakukan untuk menambah media promosi kampung Cibunut. Hasil program ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman warga Cibunut mengenai pengolahan homestay yang terstandarisasi, mengelola Website sebagai media pemasaran serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih
PROGRAM PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DASAR DAN PEMBUATAN MODUL KEWIRAUSAHAAN UNTUK SMK ATURMUDIAH Mutia Tri Satya; Ayi Tejaningrum; Hanifah Hanifah
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Dharma Bhakti
Publisher : STIE Ekuitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v6i1.355

Abstract

SMK Aturmudiah terletak di Kabupaten Garut, serta merupakan SMK PJJ atau SMK Pembelajaran Jarak Jauh yang memiliki 75 siswa. SMK ini adalah sekolah bentuk paket C, yaitu bagi siswa yang ingin mendapatkan ijazah sekolah tingkat atas atau Sekolah Menengah atas namun memiliki hambatan untuk melanjutkan pendidikannya maka harus mengikuti ujian Paket C. Mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang tertinggal dan sulitnya akses menuju fasilitas pendidikan (sekolah), membuat banyak dari masyarakat setempat putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikannya. Hal-hal tersebut yang menghambat pembangunan dan pengembangan pendidikan di SMK Aturmudiah yang menjadi solusi bagi mereka yang memiliki keterbatasan pendidikan di Desa Cintanegara. Selain menyediakan sarana untuk belajar, melalui program ini kami juga ingin memberikan pengetahuan mengenai pentingnya kewirausahaan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan dan menciptakan kemandirian ekonomi bagi para siswa melalui pelatihan dan modul pembelajaran kewirausahaan.
WISATA VIRTUAL KAMPUNG KREATIF CIBUNUT FINEST Mutia Tri Satya; Ayi Tejaningrum; Hanifah Hanifah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.181 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i4.1363

Abstract

Akibat pandemic Covid-19, sektor pariwisata di Bandung menurun. Meskipun pada saat ini beberapa destinasi wisata di Indonesia telah dibuka dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan, misalnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Kondisi ini sangat mempengaruhi perokonomian masyarakat termasuk masyarakat Kampung Wisata Cibunut, masyarakat yang mata pencahariannya di tempat wisata seperti yang berjualan makanan daerah dan kerajinan. Kampung Wisata Cibunut memiliki konsep yang unik, Kampung Wisata Cibunut menerapkan konsep “zero waste” dan kampung selfie. Wisatawan dapat merasakan suasana yang berbeda dari kampung-kampung yang lainnya. Namun kegiatan itu semua sempat terhenti karena adanya pandemic COVID-19. Berimbas pada penurunan wisawatan yang berkunjung ke Kampung Cibunut, sehingga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat Kampung Cibunut juga. Program ini dijalankan dengan menggunakan berbagai perangkat lunak dank eras untuk pembuatan video dan pengadaan virtual meeting. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan virtual meeting sebagai alat dalam tour virtual adalah aplikasi zoom. Hasil dari kegiatan yang telah digelar menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan webinar serta Wisata Virtual ini diharapkan 50% bahkan lebih dari itu industri pariwisata akan bangkit kembali terutama di Kampung Wisata Cibunut. Video objek wisata, kuliner lokal dan produk-produk lokal yang ditampilkan dan dikemas dengan menarik. Bisa membuat setiap peserta yang menghadiri webinar ini seolah-olah berada di tempat tersebut.
Determination Of Activity Relationship Chart (ARC) Method in Evaluation Of Office Layout (Case Study on Hotels & Apartments XYZ Bandung) Tejaningrum, Ayi; Hasna, Gita Muthia
International Journal of Applied Business and International Management Vol 9, No 2 (2024): August 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v9i2.3417

Abstract

Layout design is a physical arrangement that regulates the flow of materials, information, and human relationships.XYZ Bandung Apartment has 12 departments located on the lobby floor to the fourth basement floor. The company has an office layout that is still not optimally organized, such as the placement of departments that are far apart, ineffective handling of goods and the risk of work accidents. The purpose of this study is to improve the existing layout so that the results of the comparison between before and after the repair will be seen. The research method is a survey where employee and management preferences are the reference in determining close relationships. The research method is a survey, with the analysis tool used is ACV (Activity Relations Chart) where employee and manager preferences are the reference in determining close relationships. The selected sample was 56 people consisting of management and employees. Based on the results of the analysis, there were changes in department placement resulting in an efficiency of travel distance between sections of 64.3% and time efficiency of 64.4%. Several proposed changes related to the relocation of less important departments and relatively low frequency of relationships
Pelatihan Digital Tourism di Desa Wisata Cibodas Kabupaten Bandung Barat Satya, Mutia Tri; Tejaningrum, Ayi
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7544

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi peluang dan kekuatan desa dalam menjalankan otonomi desanya. Di era industri 4.0 dan Society 5.0, pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan pariwisata, termasuk desa wisata. Wisatawan hanya perlu mengandalkan platform digital untuk mencari, memesan, dan bahkan melakukan pembayaran. Proses pengembangan sumberdaya di Desa Wisata Cibodas telah dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S) Mekar Tani Jaya dengan program pembinaan terhadap para petani, para produsen olahan hasil pertanian, pengelolaan homestay dan masyarakat yang mengembangan ekonomi kreatif lainnya. Namun disisi lain ada beberapa kelemahan yang dimiliki dan menjadi tantangan dalam proses pengembangan desa wisata. Hasil dari survey yang dilakukan menunjukkan bahwa masih rendahnya pemanfaaatan media digital untuk promosi Desa Wisata Cibodas, maka pelatihan tentang pengembangan desa wisata berbasis digital cocok untuk dilaksanakan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode Participatory Rural Appraisal dengan tiga tahapan pengabidan yaitu need assement, Capacity Building, dan Evaluasi. 
Perencanaan Produksi Agregat untuk Optimalisasi Biaya: Studi Kasus Van'z Collection, Produsen Garmen Skala Kecil Zahra Nur Afifah; Ayi Tejaningrum
Society Vol 13 No 1 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i1.877

Abstract

This study aims to evaluate the aggregate production planning system and explore alternative aggregate strategies to improve cost efficiency in the production planning process. The primary objective of aggregate planning is to mitigate unpredictable fluctuations, such as those caused by seasonal or external factors, and to minimize total planning costs. The research focuses on small and medium-sized enterprises (SMEs) operating in the garment manufacturing sector in Bandung, West Java. The methodological approach includes a case study design, data analysis, and demand forecasting using QM for Windows with forecasting techniques such as Moving Average and Exponential Smoothing. Microsoft Excel is utilized to simulate and analyze various aggregate planning strategies. This study examines three key strategies: subcontracting, labor adjustment, and working hour regulation. Each strategy incurs distinct cost components, subcontracting costs, recruitment and termination costs, and overtime costs, respectively. Field analysis reveals that subcontracting is the most cost-effective strategy. Its advantages include the ability to engage other SMEs in meeting demand, low risk of delivery delays, and reduced exposure to raw material shortages and processing time constraints. However, it carries a risk of quality variation. Therefore, it is recommended that firms implementing a subcontracting strategy maintain strict quality control to ensure compliance with product specifications.