Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL

Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Ners Tingkat III dalam Menghadapi Objective Structured Clinical Examination Jagentar Parlindungan Pane; Yulin Apriyani Lase; Mardiati Barus
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 3 (2022): Agustus 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i3.1049

Abstract

Kecemasan adalah emosi tanpa objek tertentu, pengalaman subjektif individu, dan dan energi yang tidak dapat diamati secara langsung, kecemasan terjadi sebagai akibat dari ancaman terhadap diri, harga diri, atau identitas seseorang. Ujian OSCE merupakan salah satu stressor yang memicu timbulnya kecemasan pada mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa Ners tingkat III dalam menghadapi objective structured clinical examination di STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling yang berjumlah 85 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner zung-self anxiety rating scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Ners tingkat III dalam menghadapi objective structured clinical examination di STIKes Santa Elisabeth Medan Tahun 2022 mayoritas tingkat kecemasan sedang 69 responden (81.2%), dan minoritas tingkat kecemasan ringan sebanyak 7 responden (8.2%). Diharapkan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa Ners tingkat III dalam menghadapi objective structured clinical examination di STIKes Santa Elisabeth Medan tahun 2022 dapat dikurangi dengan cara meningkatkan pemahaman, mempersiapkan diri, pengusaaan mahasiswa terhadap materi belajar, meningkatkan percaya diri mahasiswa dalam proses pembelajaran, dan mempunyai mekanisme pertahanan diri atau mekanisme koping sehingga diperlukan kesiapan psikologis, daya piker dan tubuh yang sehat.
Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Program Studi Ners Jagentar Parlindungan Pane; Ice Septriani Saragih; Triyanti Lestari Laoli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 3 (2022): Agustus 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i3.1050

Abstract

Astenopia adalah ketegangan mata karena otot mata dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat objek dekat dalam waktu yang lama, salah satu penyebab astenopia adalah penggunaan gadget dengan durasi yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama penggunaan gadget dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Prodi Ners STIKes Santa Elisabeth Medan. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i prodi Ners tingkat I sampai III STIKes Santa Elisabeth Medan yang berjumlah 276 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 71 responden. Intrumen yang digunakan yaitu kuesioner astenopia dan lama penggunaan gadget. Hasil penelitian didapatkan penggunaan gadget durasi tinggi sebanyak 46 orang (64,8%) dan astenopia berat sebanyak 44 orang (62,0%). Berdasarkan uji sperman’s rank didapatkan p-value 0,000 (p<0,05) dan nilai r = 0,698 yang artinya ada hubungan lama penggunaan gadget terhadap kejadian astenopia pada mahasiswa Prodi Ners STIKes Santa Elisabeth Medan. Dalam penelitian inii diharapkan adanya pembatasan waktu penggunaan gadget untuk mencegah peningkatan angka kejadian astenopia.
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Prestasi Belajar pada Mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat III Jagentar Parlindungan Pane; Surianim Saragih; Maria Puji Astuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 3 (2022): Agustus 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i3.1051

Abstract

Prestasi belajar merupakan nilai hasil dan tingkat kemampuan yang telah dicapai oleh setiap mahasiswa yang mengikuti proses belajar mengajar Tinggi rendahnya pencapaian nilai prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal ternal dari mahasiswa. Media sosial merupakan faktor yang bisa mempengaruhi menurunya prestasi belajar dan bisa juga meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi penggunaan media sosial dengan prestasi belajar mahasiswa S1 Keperawatan Ttingkat III STIKes Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, populasi yaitu seluruh mahasiswa S1 Keperawatan tingkat III STIKes Santa Elisabeth Medan berjumlah 85 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil uji ststistik chi-square diperoleh nilai P- value = 0,042 (p<0,05), ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan prestasi belajar mahasiswa. Penggunaan media sosial sebagai alternatif media belajar dan mampu mengatur cara belajar yang aktif dengan cara menggunakan media sosial yang dimiliki bisa berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media belajar untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.
Gambaran Perilaku Asertif Perawat dalam Pelayanan Keperawatan Jagentar Parlindungan Pane; Imelda Derang; Novitriani Telaumbanua
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1181

Abstract

Sikap positif perawat merupakan salah satu hal terpenting yang dimiliki seorang perawat dalam memfalisitasi hubungan interpersonal dalam pemberian pelayanan keperawatan. Perilaku asertif memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan jujur dan tegas. Sambil menghormati dan memperhatikan perasaan orang lain. perilaku asertif merupakan salah satu cara untuk menigkatkan kualitas pelayanan disuatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan perilaku asertif perawat dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan metode statistik univariat dengan 109 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perilaku asertif perawat yang berada di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan dengan menggunakan sebanyak 64 orang (58,7%) dalam kategori baik dan 45 orang (41,3%) dalam kategori cukup.
Faktor-Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular Berbasis Masyarakat Jagentar Parlindungan Pane; Lindawati Simorangkir; Praska Indah Sari Br Saragih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 4 (2022): November 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i4.1218

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan merupakan penyakit gangguan pada jantung dan pembuluh darah yang serng terjadi di masyarakat dan merupakan salah satu penyebab utama kematian didunia faktor risiko yanng mempengaruhi timbulnya penyakit kardiovaskular yaitu yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga,dan faktor risiko yang tidak dapat di ubah yaitu tingginya tekanan darah, merokok, pola makan, obesitas, inaktivitas/olahraga, dan konsumsi alkohol.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskular berbasis masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan rancangan penelitian deskripstip.Teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 75 responden.Data dikumpulkan denga menggunakan kuesioner,dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular di desa Banjaran Godang kecamatan Kotarih kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2022 yaitu factor kebiasaan merokok dengan 46 (61,3%) responden, hipertensi dengan 46 (61,3%) responden dan obesitas 45 (60,0%) responden cukup berisiko.