Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Nirmana

AUGMENTED REALITY APPLICATIONS IN HAND-HELD DEVICES IN THE LIGHT OF BAUDRILLARD’S “SIMULACRA AND SIMULATION” Erandaru, Erandaru
Nirmana Vol 10, No 1 (2008): JANUARY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.318 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.10.1.pp. 20-25

Abstract

Baudrillard merupakan salah satu tokoh dalam filsafat postmodern yang mengkritik kehadiran media dunia maya dalam budaya hidup manusia saat ini. Baudrillard melontarkan pendapat bahwa interaksi manusia dengan media tersebut tidak membawa manfaat. Lebih jauh lagi dia mengkhawatirkan bahwa masyarakat dapat menjadi obyek bagi media. kemampuan media tersebut untuk membentuk dunia impian yang dapat menarik masyarakat untuk semakin menjauh dari kehidupan nyata. Perkembangan terakhir dalam teknologi virtual telah memungkinkan kehadirannya secara luas di pasar dan dalam jangkaun daya beli konsumen melalui aplikasi augmented reality. Aplikasi dengan konsep untuk memungkinkan pengguna melihat dunia maya terintegrasi ke dalam dunia nyata. Suatu pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan aplikasi yang menggunakan teknologi virtual reality pada umumnya yang berusaha untuk menghadirkan pengguna ke dalam dunia maya. Bukannya semakin menarik pengguna menjauh dari dunia nyata, aplikasi augmented reality justru semakin menarik pengguna untuk berinteraksi dengan dunia nyata. Walaupun masih terlalu dini untuk mengetahui seberapa jauh dampak teknologi augmented reality bagi masyarakat, pemahaman terhadap kritik yang dilontarkan oleh Baudrillard setidaknya mampu memberikan wawasan bagi pelaku desain media dalam memanfaatkan teknologi augmented reality dan menerapkannya sedemikian hingga membantu dalam meningkatkan wawasan dan kepedulian masyarakat terhadap dunia nyata. Abstract in Bahasa Indonesia: Baudrillard is one of postmodernist theorists that criticize the unreality of the culture which we live in. He suggests that human interactions with virtual reality media and unreal technologies, achieve nothing; He even fears that society will fall prey to these media subjectivity. The virtual reality media capability to produce simulated reality could mislead society into voluntary detachment with the real world. The latest development in virtual technology has made it available within the consumer market in the form of augmented reality application. An application based on a concept that merges virtual data within the physical environment, a different approach compared to common virtual reality technology where user is immersed within a virtual environment. Instead of detachment, augmented reality offers attachment with reality. While it is still too early to study augmented reality technology’s impact on society, a study on Baudrillard’s critiques will nevertheless gives a valuable insight on how designers could make use of augmented reality technology to shape society with a sense of consciousness of the real world. Keywords: Baudrillard, augmented reality applications.
Digital Wayang: Exploring the Use of Digital Media in Wayang Performance Erandaru, Erandaru
Nirmana Vol 15, No 1 (2013): JANUARY 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.15.1.33-44

Abstract

Wayang merupakan salah satu seni tradisi di Indonesia yang pernah memiliki posisi penting dalam budaya Jawa. Selain memiliki peran penting dalam ritual religi wayang juga berperan sebagai media dalam pendidikan dan hiburan. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan kurangnya usaha untuk mempertahankan relevansi keberadaannya dengan pemirsa kontemporer telah merubah dan membatasi peran wayang di masyarakat menjadi sekedar media hiburan tradisional. Jurnal ini mendokumentasikan secara ringkas sebuah proyek yang bertujuan untuk mengeksplorasi potensi aplikasi teknologi digital dalam kesenian wayang sebagai wujud pelestarian melalui inovasi. Aplikasi teknologi digital dalam elemen audio visual kesenian wayang secara inovatif dapat merubah dan memperkaya unsur naratif wayang. Proyek tersebut juga bertujuan untuk mengekplorasi aplikasi aspek fisik dan nilai-nilai tradisi dalam wayang yang dapat bermanfaat dalam pengembangan media digital. Media digital diaplikasikan dalam pertunjukan wayang secara sintesis. Karakter media melalui algoritma pemograman digunakan untuk mengatur visualisasi, suara dan interaktifitas yang bermanfaat dalam memperkaya pertunjukan. Sintesa tersebut memungkinkan munculnya suatu bentuk baru pertunjukan wayang yang diharapkan memiliki relevansi dengan permirsa kontemporer.
Komparasi Destination Branding dalam Official Website Negara Singapura-Malaysia-Indonesia Sutanto, Ryan Pratama; Natadjaja, Listia; ., Erandaru
Nirmana Vol 12, No 1 (2010): JANUARY 2010
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.12.1.9-19

Abstract

High profit income has attracted South Asian countries to compete in the fields of tourism marketing. Destination branding as a differentiating factor is an alternative approach in marketing communication. The purpose of this research is to make a comparison study of destination branding application in Singapore's, Malaysia's and Indonesia's tourism official websites. Destination branding in websites as part of promotion campaigns is a strategy used by each country to promote tourism to consumers worldwide. This research uses qualitative method, and involves experts in the fields of Information Technology (IT) and Visual Communication Design. Each website's elements contributes in the success of a country's destination branding and influences its brand image.