Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal ComunitA Servizio

Pembinaan Ketahanan Pernikahan dan Keharmonisan Keluarga dengan Tema “The Family Relationship and Intimacy” Bernadetha Nadeak; Evi Deliviana; Elferida Sormin; Lamhot Naibaho; Citra Puspa Juwita
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 1 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v1i2.1287

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam rangka Pembinaan Ketahanan Pernikahan dan Keharmonisan Keluarga dengan Tema “The Family Relationship and Intimacy” bekerjasama dengan Gereja HKBP Sutoyo Jakarta Timur. Kegiatan ini berawal dari adanya permintaan dari pengurus Gereja HKBP Sutoyo melalui seksi Pendidikan ke Universitas Kristen Indonesia Jakarta untuk memberikan edukasi kepada jemaat secara khusus untuk pasangan muda tentang bagaimana pentingnya menjaga dan membina hubungan keluarga yang sehat dan intim sehingga menjadi keluarga yang kokoh, utuh dan bahagia. Adapun sasaran kegiatan ini adalah keluarga yang terdiri dari pasangan suami dan istri dengan tujuan untuk membina ketahanan pernikahan dan keharmonisan keluarga melalui pendekatan ilmu kesehatan dan ilmu psikologis. Melalui ilmu kesehatan, pasangan suami istri diedukasi tentang “Keluarga Sejahtera dan Sehat Reproduksi”, sedangkan dari psikologis disampaikan bahwa “mengungkapkan perasaan secara terbuka kepada pasangan dan juga anggota keluarga yang lain merupakan salah satu wujud pengasuhan dengan cinta”. Peserta sosialisasi terdiri dari pasangan suami/istri dengan usia pernikahan 1 s.d 15 tahun. Para peserta sangat antusias mengikuti sosialisasi dan aktif pada saat sesi diskusi. Berbagai permasalahan dalam keluarga menjadi topik diskusi yang akhirnya sampai kepada pencarian solusi. Pihak Gereja HKBP Sutoyo yang diwakilkan oleh Pendeta menyatakan kepuasan dan ucapan terimakasih atas kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat guna mencegah terjadinya ketidakharmonisan dalam keluarga jemaat yang berujung pada perceraian. Kata Kunci : Ketahanan Pernikahan; Keharmonisan Keluarga; Family Relationship; Intimacy; Keluarga Sejahtera; Sehat Reproduksi. Abstract Community service activities in the context of fostering marital endurance and family harmony with the theme "The Family Relationship and Intimacy" in collaboration with the HKBP Church, Sutoyo, East Jakarta. This activity originated from a request from the management of the Sutoyo HKBP Church through the Education section to the Indonesian Christian University in Jakarta to provide education to the congregation specifically for young couples about how important it is to maintain and foster healthy and intimate family relationships so as to become a strong, whole and happy family . The target of this activity is a family consisting of husband and wife couples with the aim of fostering marital endurance and family harmony through health science and psychological science approaches. Through health science, a married couple is educated about "Family Welfare and Reproductive Health", while psychologically speaking that "expressing feelings openly to the couple and also other family members is one form of caring with love". Participants in the socialization program consist of husband / wife couples with marriage age of 1 to 15 years. The participants were very enthusiastic about participating in the socialization and were active during the discussion session. Various problems in the family became the topic of discussion which finally reached the search for solutions. The Sutoyo HKBP Church, represented by the Pastor, expressed satisfaction and gratitude for the activities that were considered to be very useful in preventing disharmony in the congregation family that led to divorce. Keywords: marital endurance; family harmony; Family Relationship; Intimacy; Family Welfare; Reproductive Health
Sexuality in Education Begins in The Home (Pendidikan Seksual Berawal Dalam Keluarga) Bernadetha Nadeak; Elferida Sormin; Lamhot Naibaho; Evi Deliviana
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v2i1.1651

Abstract

Pendidikan seksual di kalangan remaja menjadi salah satu prioritas pendidikan. Banyaknya kasus remaja yang tersangkut hukum terkait seksualitas sudah harus segera ditangani, bahkan diantisipasi lebih awal. Universitas Kristen Indonesia sebagai lembaga pendidikan yang juga turut merasakan tanggungjawab mengambil langkah konkrit melalui Pengabdian kepada Masyarakat dosen dalam melakukan edukasi dan sosialisasi tentang betapa pentingnya pendidikan tentang seksualitas di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melibatkan berbagai stake holder, di antaranya kalangan remaja (yang dalam hal ini diwakili oleh para siswa-siswi sekolah menengah pertama/SMP dan sekolah menengah umum/SMU), para orangtua siswa, para guru dan staf di sekolah Teruna Muda Scholl, Jl Raya Ciangsana nomor 91, Ciangsana, Kec. Gunungputri, Kab. Bogor Prov. Jawa Barat. Hari pertama sosialisasi dan diskusi bersama dengan orangtua dengan topik “gaya komunikasi orangtua terhadap anak tentang seksual, adikksi pornografi di kalangan remaja dan bagaimana mengatasi adikksi pornografi bagi yang sudah terpapar melalui pendekatan psikologi”, diskusi berlangsung sangat serius, di mana di antara para orangtua saling berbagi cerita dan berbagi informasi tentang apa yang menjadi kebiasaan anak-anak mereka di rumah dan bagaimana mereka melakukan penanganan terhadap anak yang menunjukkan gejala pemahaman yang salah akan seksual. Hari ke dua sosialisasi kepada para siswa dilaksanakan di aula sekolah dengan topik “pembekalan kesehatan reproduksi remaja dan bahaya addiksi pornografi di kalangan remaja” Kata Kunci: seksual, pornografi, komunikasi, reproduksi
Penyuluhan Dampak Pernikahan dini Bagi Perempuan Mesta Limbong; Evi Deliviana
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v2i1.1655

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang berlangsung di usia yang belum genap 18 tahun. Fenomena tersebut di Indonesia masih menjadi sorotan karena jumlahnya yang semakin meningkat. Padahal, dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini sangat kompleks, terutama bagi pihak perempuan. Salah satu bentuk upaya pencegahan terjadinya pernikahan dini adalah melalui pemberian penyuluhan berisi informasi kerugian atau dampak negatif dari pernikahan dini terutama bagi perempuan. Penyuluhan sebaiknya diberikan kepada berbagai pihak yang dapat berkontribusi untuk menekan angka pernikahan dini, salah satunya adalah guru di sekolah. Interaksi guru dengan murid yang cukup intens, dapat menjadi peluang bagi guru untuk memberikan pemahaman bagi siswa serta orangtua siswa mengenai kerugian atau dampak negatif dari pernikahan dini. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini memberikan penyuluhan kepada seluruh guru-guru perempuan yang mengajar di berbagai tingkat pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di wilayah perkebunan kelapa sawit Pekanbaru milik PT. Astra Agro Lestari. Hasil dari penyuluhan yang diberikan adalah bahwa seluruh guru-guru sepakat dan mendukung segala upaya yang dapat menekan angka kejadian pernikahan dini di wilayah perkebunan kelapa sawit dengan meneruskan hasil dari penyuluhan ini kepada siswa-siswa maupun orangtua siswa bahwa pernikahan seharusnya dilakukan saat seseorang telah siap secara mental, sosial maupun fisik. Hal tersebut akan berdampak positif bagi generasi baru yang berkualitas. Kata kunci: pernikahan dini, guru, perempuan
Pembinaan Deteksi Dini Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Guru-guru di Yayasan Kristen Aletheia Indonesia (YKAI) Evi Deliviana; Eustalia Wigunawati; Renatha Ernawati; Melda Rumia Rosmery Simorangkir; Ronny Gunawan; Andreas Rian Nugroho
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 5 No. 1 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v5i1.4642

Abstract

Pendidikan dibutuhkan oleh seluruh individu, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Namun, seringkali ABK tidak mendapatkan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya dikarenakan banyak guru belum memiliki pengetahuan serta kompetensi untuk mengenali dan memahami kondisi tiap siswa berkebutuhan khusus. Salah satu cara yang dapat guru lakukan adalah dengan menyusun serangkaian aktivitas yang bertujuan mengumpulkan informasi yang lengkap mengenai kondisi siswa berkebutuhan khusus. Rangkaian aktivitas tersebut dikenal dengan istilah deteksi dini atau identifikasi dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk webinar dilaksanakan sebagai respon terhadap kebutuhan mitra yaitu sekolah-sekolah di bawah pengelolaan Yayasan Kristen Aletheia Indonesia akan peningkatan pemahaman guru mengenai deteksi dini anak berkebutuhan khusus serta dalam rangka mempersiapkan sekolah inklusi. Webinar dihadiri 108 peserta yang terdiri dari pengurus YKAI, kepala sekolah, dan guru-guru dari jenjang PAUD sampai dengan SMP. Webinar disampaikan menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab di mana guru dapat berkonsultasi untuk mendapatkan alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan siswa berkebutuhan khusus. Selain sesi tanya jawab, guru mendapatkan penugasan agar melatih kemampuan menyusun instrumen checklist yang dapat digunakan dalam melakukan deteksi dini siswa berkebutuhan khusus. Di akhir kegiatan guru mengisi form evaluasi untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan yang diberikan.