Articles
PENGARUH EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI PONDOK PESANTREN APIK (Asrama Perguruan Islam) KALIKONDANG
Cahyani Setianingrum;
Dwi Retnaningsih
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jcu.v11i3.992
Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan virus yang mengganggu sistem pernafasan manusia dengan manifestasi ringan maupun berat tergantung dari prognosis penyakit yang diderita oleh penderita. Virus ini meyebar melalui droplet dan sentuhan barang oleh penderita. Kasus penyebarannya semakin hari semakin meningkat hingga menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan segera. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus ini dengan penerapan edukasi protokol kesehatan 5(M) guna meningkatkan pengetahuan dan perilaku santri. Penelitina ini berujuan untuk engetahui pengaruh edukasi protokol kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan COVID-19 di pondok pesantren APIK (Asrama Perguruan Islam) Kalikondang sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Perlakuan dengan menggunakan media booklet. Sampel pada penelitian ini sebanyak 36. Analisis data bivariat mengunakan uji beda Wilxocon. Apakah ada pengaruh edukasi protokol kesehatan terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan COVID-19 di pondok pesantren APIK (Asrama Perguruan Islam) Kalikondang sbelum dan sesudah diberikan edukasi. Diharapkan santri senantiasa menerapkan protokol kesehatan (5M) guna mencegah rantai penyebaran vius ini.Kata kunci : COVID-19, 5M, Pengetahuan, Perilaku
PENERAPAN SENAM HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI
Ari Loga Prianahatin;
Dwi Retnaningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i2.5818
Hipertensi atau yang sering dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi batas normal yaitu 120/80 mmHg. Faktor pemicu yang bisa menimbulkan terjadinya hipertensi diantaranya adalah faktor genetik, jenis kelamin, usia, tingkat stres, obesitas, dan konsumsi garam serta alkohol. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian hipertensi salah satunya dengan melaksanakan senam hipertensi. Tujuan pengabdian untuk mengaplikasikan penerapan senam hipertensi pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam pengabdian yaitu mengukur tekanan darah penderita hipertensi sebelum dilakukan senam hipertensi, kemudian melakukan praktik hipertensi dan mengukur tekanan darah kembali peserta senam hipertensi. Pengabdian dilakukan di bulan Juli 2022. Peserta pengabdian adalah kelompok penderita hipertensi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian yaitu ada penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Limbangan.
Management of Discharge Planning Implementation on Chronic Renal Failure Patients
Rahayu Winarti;
Dwi Retnaningsih;
Priharyanti Wulandari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 1 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (459.629 KB)
|
DOI: 10.37287/ijghr.v3i1.354
Patients with Chronic Renal Failure experience an inability of the body to remove metabolic waste. Hemodialysis and regulation of nutritional intake are efforts to maintain their health condition. The information provided so that patients understand and comply with the therapy is very important to prevent emergency conditions. Therefore, Discharge Planning is very important on patients with Chronic Renal Failure to provide information concerning the sustainable health needs after patients’ discharge, implementing evaluation and directing the self-care. This study aimed to determine the management of Discharge Planning implementation for clients with chronic renal failure in the Hemodialysis Room at Ungaran General Hospital. The research design used was a case study with an embedded single case study. Participants in the study were nurses and patients with Chronic Renal Failure who were selected using purposive sampling. The data were collected through semi-structured interviews and discharge planning documentation studies. The number of participants in the study were three nurse executors of hemodialysis and 3 patients who received hemodialysis therapy. Informant consent was submitted for the informants' approval prior to the interview. The data collected from the interviews were analyzed using pattern matching techniques. Based on the research, it shows that the role of nurses in the hemodialysis room is the most important in implementing Discharge Planning as educator executor, and managerial role is carried out by the head of the ward.
Cube Therapy Application in Gout Patients
Dimas Arindha Sutrisno;
Dwi Retnaningsih
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 3 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.638 KB)
|
DOI: 10.37287/ijghr.v4i3.1165
When uric acid crystals accumulate in the body's joints as a result of excessive consumption, gout develops. Three types of treatments are used to manage gout patients: pharmaceutical, non-pharmacological, and complementary treatments. Use pharmaceuticals such NSAIDs, cholcicine, and corticosteroids for pharmacology. By consuming low-purine diets and doing mild exercise, for non-pharmacological. Cupping is another supplementary therapy technique. This study sought to ascertain whether cupping may lower uric acid levels in gout patients in Tunjungharjo, Grobogan. A case study research methodology with a pre-study and pretest-posttest design was employed in this study. The sampling technique that was used was purposive sampling. Four people who met the inclusion criteria were the case study's four subjects high uric acid clients, defined as men >7 mg/dl and women >6 mg/dl. Data collected from uric acid levels before and after cupping intervention. Data analysis is done by presenting facts, then by comparing existing theories and putting them into discussion opinions. According to the findings, 75% of the responders had uric acid levels above 6.0 mg/dl prior to cupping. All (100%) of the responders saw a drop in uric acid levels after cupping, it was discovered. According to the study's findings, cupping helps gout patients with lower uric acid levels.
Kondisi Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh Penyintas Tuberkulosis
Niken Larasati;
Dwi Retnaningsih;
Hargianti Dini Iswandari
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.618
Tuberkulosis erat kaitannya dengan kekurangan nutrisi dan sistem kekebalan yang melemah. Sistem kekebalan yang melemah dan penurunan berat badan yang berkelanjutan menyebabkan kekurangan gizi. Status gizi merupakan faktor penting dalam proses penyembuhan tuberkulosis, ditambah dengan pola makan yang tepat, tubuh dapat melawan infeksi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dengan Indeks Massa Tubuh pada pasien tuberkulosis. Responden penelitian adalah pasien tuberkulosis berusia dewasa sejumlah 33 responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien bersedia menjadi responden, pasien tuberkulosis paru, pasien dengan usia dewasa. Sampel penelitian diambil dengan metode teknik random sampling yaitu 33 orang pasien tuberkulosis di Ruang Baitus Salam 1 dan 2 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan rekam medis. Uji etik dilakukan di RSIA Sultan Agung Semarang dengan No. 101/KEPK-RSISA/IX/2022. Pengolahan data menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian didapatkan nilai p value 0.013 ≤ 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan Indeks Massa Tubuh pada pasien tuberkulosis meningkat.
The Relationship Between Family Support and Quality of Life in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy at Dr. Adhyatma Regional General Hospital, MPH, Central Java
Laesya Putri Ilmi Afifatul Ulya;
Dwi Retnaningsih
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6752
Breast cancer is a disease that occurs when cells in the breast tissue begin to grow and divide uncontrollably, forming lumps or masses. Chemotherapy causes various side effects that reduce the quality of life of patients. Family support plays an important role in improving the quality of life of breast cancer patients. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSUD dr. Adhyatma, MPH Central Java. The type of research used was quantitative non-experimental with a cross-sectional approach. The sample in this study was 38 respondents determined by purposive sampling technique. Data analysis used the Spearman rank test. Most respondents received good family support (57.9%), the quality of life of respondents was quite good (55.3%). There was a significant relationship between family support and quality of life in breast cancer patients undergoing chemotherapy at RSUD dr. Adhyatma, MPH (p-value 0.000) with a correlation coefficient value of 0.569. Families are expected to provide insight into the importance of family support in the quality of life of cancer patients, especially those undergoing chemotherapy.
Studi Kasus: Penerapan Latihan Batuk Efektif Terhadap Pola Nafas pada Pasien Asma di Ruang Instalasi Gawat Darurat
Putri Puspita Sari;
Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70378/pm8ygt36
Asma merupakan penyakit saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun demikian asma perlu tetap perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi asma adalah adanya penumpukan sekret. Ada berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk menstasbilkan sesak salah satunya mengunakan tindakan non farmakologis yaitu teknik batuk efektif. Latihan batuk yang efektif adalah kegiatan perawat untuk membersihkan sekret jalan napas. Latihan batuk efektif diberikan terutama pada klien dengan masalah keperawatan, ketidakmampuan membersihkan jalan nafas secara efektif, dan resiko tinggi infeksi saluran nafas bawah berhubungan dengan akumulasi sekret jalan nafas yang sering disebabkan oleh penurunan kemampuan batuk (Puspitasari et al., 2021). Tujuan penelitian ini untuk mengindentifikasi efektifitas teknik batuk efektif terhadap pasien dengan penderita asma. Metode Desain penerapa studi kasus dilakukan untuk mengeskploras masalah , tindakan teknk batuk efektif yang digunakan untuk menurunkan sesak pada pasien di Ruang Instalasi Gawat Darurat di RSU PINDAD KOTA BANDUNG. Hasil dari total 5 pasien (100%), klasifikasi pasien sesak meningkat ketika sebelum dilakukan teknik relaksasi dengan teknik batuk efektif menunjukkan bahwa 5 pasien atau 100% dalam keadaan sesak meningkat. Setelah dilakukan tindakan teknik relaksasi dengan teknik batuk efektif kondisi berubah menjadi 3 responden masuk dalam klasifikasi asma sesak menurun (60%) dan 2 pasien (40%) masuk dalam klasifikasi asma sesak meningkat.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSU Pindad Bandung
Erna Setiawan;
Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70378/e2q23t19
Kecemasan (anxiety) merupakan gangguan emosional alamiah yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir yang mendalam dan terus-menerus. Intervensi medis untuk menyelamatkan nyawa dapat menimbulkan kecemasan, karena dapat mengancam integritas fisik pasien. Relaksasi Benson merupakan teknik relaksasi yang berhubungan dengan agama atau kepercayaan dengan ungkapan atau kata-kata yang mempunyai makna menenangkan dan diulang-ulang dengan irama yang teratur. Desain penelitian ini menggunakan tipe penelitian pre-experimental design dengan desain yang digunakan adalah tipe one group pretest-posttest, dimana peneliti melakukan observasi sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah eksperimen. Penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling pada pasien yang mengalami kecemasan di IGD RSU Pindad Bandung yang disesuaikan dengan kriteria inklusi. Hasil penerapan tindakan didapatkan kecemasan pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi Benson cemas sedang yaitu 5 responden (100%) dan tingkat kecemasan pasien sesudah dilakukan teknik relaksasi Benson nilai kecemasan ringan sebanyak 4 responden (80%) dan tidak cemas sebanyak 1 responden (20%). Diharapkan pasien yang mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat dapat menerapkan teknik relaksasi Benson dengan baik.
Studi Kasus: Efektivitas Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Sesak Nafas di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSU Pindad Kota Bandung
Dwi Retnaningsih;
Maudi Susanti
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70378/zfev8t12
Sesak nafas adalah suatu kondisi dimana paru-paru kurang mendapat pasokan oksigen, sehingga kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak terpenuhi. Sesak napas adalah suatu kondisi kesulitan bernapas dan dada terasa sesak. Sesak napas merupakan suatu kondisi yang dapat menyebabkan kematian saat ini apabila tidak segera dilakukan tindakan pengobatan. Sesak napas disebabkan oleh banyak hal. Kesulitan bernapas terjadi karena infeksi dari saluran pernapasan atau bisa terjadi karena kerusakan organ lain selain sistem pernapasan (Muttaqin, 2022). Tujuan : mengindentifikasi efektifitas pemberian posisi semi fowler terhadap peningkatan saturasi oksigen pasien sesak nafas. Metode: penelitian ini menggunakan metode desain studi kasus. Subjek penerapan atau responden dilakukan pada 5 orang dengan Diagnosa medis yang berbeda. Hasil pengukuran saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowler, Responden 1 dengan Diagnosa Medis Asma, Responden 2 dengan Diagnosa Medis Sups Tuberkulosis, responden 3 dengan Diagnosa Medis Cronic Kidney Disease on HD, dan responden ke 4 dengan Diagnosa Medis Cronic Kidney Disease on HD, dan yang terakhir responden ke 5 Kardiomegali, Kesimpulan: terdapat pengaruh pada pemberian posisi semi fowler terhadap peningkatan saturasi oksigen dengan Diagnosa Medis yang berbeda.
Penerapan Terapi Benson untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan
Indah Permata Sari;
Dwi Retnaningsih;
Rahayu Winarti
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.882
Post-fracture surgery patients generally experience acute pain due to damage to bone, muscle, and soft tissue affected by surgical trauma. Untreated pain can cause mobility disorders, anxiety, and even slow the healing process. Pain management can be carried out pharmacologically and non-pharmacologically. One effective non-pharmacological intervention is Benson relaxation therapy, a breathing relaxation technique combined with elements of belief or positive affirmations to create a sense of calm and comfort. The purpose of this case study is to determine the application of Benson relaxation therapy in reducing pain in post-fracture surgery patients at Kajen Regional Hospital, Pekalongan Regency. The method used is a descriptive case study approach, involving four post-fracture surgery patients who experienced pain with a scale of 4–6 (moderate pain). The instruments used include the Benson relaxation SOP, a Numeric Rating Scale (NRS) pain observation sheet, and a respondent consent form (informed consent). This case study was conducted in the inpatient ward of Kajen Regional Hospital, Pekalongan Regency, from September 8–13, 2025. Results showed a decrease in the average pain scale from 4–6 to 2–4 after 15 minutes of Benson relaxation therapy. Conclusion: Benson relaxation therapy effectively reduces pain intensity in post-fracture surgery patients and can be recommended as a non-pharmacological intervention in pain management in the ward.