Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Dampak Negatif Pencemaran Nitrogen Dioksida, Usaha Pencegahan Dan Penanggulangannya Rofienda Rofienda
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4706

Abstract

Nitrogen dioksida (N02) merupakan salah satu polutan udara apabila jumlahnya melewati nilai ambang batas yang ditetapkan. Dalam bentuk polutan, gas N02 akan merusak lingkungan karena rnerupakan salah satu komponen penyebab hujan asam yang akan berakibat pada kerusakanbangunan, keasaman tanah dan lain-lain. Selain itu gas N02 juga berfungsi sebagai perintis jalan pada pembentukan ozon yang merupakan polutan udara yang lain. Pada manusia gas N02 dalam konsentrasi tertentu dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernafasan.Pencegahan dan penanggulangan polutan N02 ini dapat dilakukan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan catalitic converter pada kendaraan, memodifikasi sistem dan proses pembakaran, melakukan proses denitrifikasi pada industri dan menggunakan exhaust fan pada ruangan yang berpotensi menghasilkan N02
Pemanfaatan Energi Panas Dari Tungku Pembakaran Dengan Bahan Bakar Bagas Rofienda Rofienda; Tri Widianto; siti Nurtri H; Sumingkrat Sumingkrat; Wuryanto Wuryanto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4717

Abstract

Energi yang dihasilkan dari pembakaran limbah padat industri gula berupa bagas dengan tungku pembakaran yang didesain sedemikian rupa dapat memanaskan air menjadi steam dengan suhu ruang bakar 435°C dan suhu steam 140°C. Steam yang terbentuk disimpan di header. Header dapat menyimpan steam yang dihasilkan dari pembakaran bagase secara kontinyu 10 kg/jam suhmaksimum yang dapat dicapai 150°C dan tekanan maksimum 4-5 kg/cm2. Panas yang hilang dari cerobong gas buang digunakan untuk alat pengering hasil agro yang didesain khusus. Suhu diruang alat pengering dapat dijaga konstan 70°C sebagai mana yang dibutuhkan.
Pemanfaatan Pati Sebagai Bahan Pembantu Utama Dalam Pembuatan Formulasi Pestisida Controlled Release Sri Pudji Rahayu; Rofienda Rofienda; Robiatun Robiatun
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5090

Abstract

Controlled Rerelease Formulation is one type of Pesticide formulation which can release active ingredient slowly and continuesly in certain period of time. Release on using of there kinds of starch that are corn, cassasa and rice starch was carried autin BBIK laboratory. Xanthate and Board acid methode were used in this formulation making to entrop pesticide active ingredient such as diazinon, carbo:furan and chlorpyrifos into a matrix polimer. From the test of physico-chemical and active ingredient release rate, it was found that com starch can be used well in making of controlled release pesticide formulation while rice starch can not be used for this formulation.
Alkil Benzen Sulfonat (ABS) Untuk Formulasi Pestisida Bentuk Pekatan Teremulsi (EC) Hendartini Hendartini; Rofienda Rofienda
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3532.526 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5042

Abstract

Mutu formulasi pekatan teremulsi (Emulsifiable Concentrate, EC) ditentukan oleh sifat-sifat fisika-kimianya, antara lain kadar bahan aktif, kestabilan emul-si, pH dan busa stabil. Dari sifat-sifat fisika tersebut yang terpenting adalah kestabilan emulsi. Emulsi yang stabil dapat dicapai dengan pemakaian bahan pengemulsi yang tepat.
Penentuan HLB Butuh Suatu Bahan Dengan Sistem HLB Rofienda Rofienda
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2558.202 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4979

Abstract

HLB-system is a method to determine the required HLB of a substance by using aset of standard emulsifiers with certain HLB values as and aid.Experiment has been carried out to determine the required HLB in emulsion making of BPMC in Xylol.The result indicates that the stabiiity of this emulsion has been achieved in sixty minutes at the HLB value of 12.
Pengurangan Kadar Racun Pada Pembuangan Pestisida Rusak Rofienda Rofienda; sri pudji Rahayu
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2934.096 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5076

Abstract

Unused pesticide either damage pesticide from long term storage or unppropiate storage, it will be a big problem especially when it be disposed, because it will destroy the environment. For that reason, research on detoxification of damage pesticides with active ingredient monocrotophos, chlorpyriphos and profenophos using 10 % and 25 % concentration of sodium hidroxide (NaOH) and 10, 20 and 30 % concentration of lime were conducted.The result of the experiment showed that NaOH with 25 % concentration can decrease the concentration of monocrotophos, chlorpyripos and proferophos 77,5 %, 53,3 % and 91,8 % respectively. While 30 % concentration of lime decreased the concentration of monocrotophos, chlorpyripos and profenopos as 84,2 %; 46 % and 80,8 % respectively. Using of 25 % NaOH gave a better result compared then using 30 % of lime. However, from the economical point of view, lime was better.
Dampak Negatif Pencemaran Nitrogen Dioksida, Usaha Pencegahan Dan Penanggulangannya Rofienda Rofienda
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4706

Abstract

Nitrogen dioksida (N02) merupakan salah satu polutan udara apabila jumlahnya melewati nilai ambang batas yang ditetapkan. Dalam bentuk polutan, gas N02 akan merusak lingkungan karena rnerupakan salah satu komponen penyebab hujan asam yang akan berakibat pada kerusakanbangunan, keasaman tanah dan lain-lain. Selain itu gas N02 juga berfungsi sebagai perintis jalan pada pembentukan ozon yang merupakan polutan udara yang lain. Pada manusia gas N02 dalam konsentrasi tertentu dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernafasan.Pencegahan dan penanggulangan polutan N02 ini dapat dilakukan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan catalitic converter pada kendaraan, memodifikasi sistem dan proses pembakaran, melakukan proses denitrifikasi pada industri dan menggunakan exhaust fan pada ruangan yang berpotensi menghasilkan N02
Pemanfaatan Energi Panas Dari Tungku Pembakaran Dengan Bahan Bakar Bagas Rofienda Rofienda; Tri Widianto; siti Nurtri H; Sumingkrat Sumingkrat; Wuryanto Wuryanto
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2712.468 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4717

Abstract

Energi yang dihasilkan dari pembakaran limbah padat industri gula berupa bagas dengan tungku pembakaran yang didesain sedemikian rupa dapat memanaskan air menjadi steam dengan suhu ruang bakar 435°C dan suhu steam 140°C. Steam yang terbentuk disimpan di header. Header dapat menyimpan steam yang dihasilkan dari pembakaran bagase secara kontinyu 10 kg/jam suhmaksimum yang dapat dicapai 150°C dan tekanan maksimum 4-5 kg/cm2. Panas yang hilang dari cerobong gas buang digunakan untuk alat pengering hasil agro yang didesain khusus. Suhu diruang alat pengering dapat dijaga konstan 70°C sebagai mana yang dibutuhkan.
Pemanfaatan Pati Sebagai Bahan Pembantu Utama Dalam Pembuatan Formulasi Pestisida Controlled Release Sri Pudji Rahayu; Rofienda Rofienda; Robiatun Robiatun
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3530.956 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5090

Abstract

Controlled Rerelease Formulation is one type of Pesticide formulation which can release active ingredient slowly and continuesly in certain period of time. Release on using of there kinds of starch that are corn, cassasa and rice starch was carried autin BBIK laboratory. Xanthate and Board acid methode were used in this formulation making to entrop pesticide active ingredient such as diazinon, carbo:furan and chlorpyrifos into a matrix polimer. From the test of physico-chemical and active ingredient release rate, it was found that com starch can be used well in making of controlled release pesticide formulation while rice starch can not be used for this formulation.
Sistem Pembakaran Limbah Padat Industri Percetakan Rofienda Rofienda; Wuryanto Wuryanto; Moh T S
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2311.342 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.4825

Abstract

The optimum combustion of solid waste from printing industry utilizing "Combustion Gas Cleaning System" unit is achieved at temperature 750 "C - 780 °C, 1,2 - 1,5 mm Hg/aqua pressure with diesel  consumption at 5. 7 kg/hr. It was found that the combustion process could reduce the solid waste total weight and volume up to 60 %. While the content of toxic materials and hazardous materials remain unchanged. Analysis on the weight of "heavy metal" was conducted prior to and after the combustion. The analysis comes up with result that the content of heavy metal in the waste is largerthan before the combustion. Thus means, that the content of heavy metal in solid waste is not affected by the above combustion process. The weight and volume of waste is greatly decreased, while heavy metal component is concentrated in residue.